Kepak Sayap Yang Patah

Kepak Sayap Yang Patah
Semakin Akrab


__ADS_3

"Mas Ardi ke ruanganku dulu yah " ujar Dina ketika mereka hanya berdua di dalam lift, " baik bu Dina" jawab Ardi.


"Mas kalau hanya kita berdua jangan panggil ibu, kesannya tua banget , panggil nama aja" ujar Dina


"Rasanya gimana gitu kalau saya panggil nama aja, secara atasan kok dipanggil nama" jawab Ardi sambil mengerling menggoda "Atasan kalau di depan staf dan karyawan yg lain kalau hanya kita berdua nama aja yah biar lebih akrab" saut Dina sambil merekahkan senyumnya yang menarik membuat debar jantung Ardi bertalu, segera ditepiskannya semua rasa yang hampir hadir dihatinya dia ingat Anisa istrinya yang lembut, ada perbedaan dengan Dina yang energik dan penuh semangat, dan gampang terbuka menceritakan segala kehidupan dan masalahnya sedangkan Anisa mempunyai karakter yang tertutup.

__ADS_1


Setelah di dalam ruangan Dina Ardi dan Dina mulai mendiskusikan semua laporan yang disampaikan oleh semua bagian dalam meeting tadi. "Di perusahaan ini ada musolahkah" kata Ardi pada Dina


" Ada mas tapi tidak terlalu besar " jawab Dina.


"Ketika kita berbisnis kita libatkan Allah dalam bisnis kita maka hasilnya akan lebih baik" ujar Ardi. "Maksud mas Ardi gimana ? " tanya Dina sambil mengernyitkan dahi. "ketika waktu sholat alangkah baiknya azan berkumandang di seluruh ruangan perusahaan ajak karyawan yang muslim untuk sholat berjamaah, buat pengajian pekanan setiap jumat misalnya hadirkan nilai keislaman di perusahaan ini" jawab Ardi menjelaskan. "Kalau kau ijinkan aku akan memulai langkah itu semua dengan adanga azan yang berkumandang di setiap waktu sholat, akan ada sholat berjama'ah dan juga akan ada pengajian setiap jumat sore sebelum karyawan pulang" lanjut Ardi. "Silahkan mas untuk kegiatan baik pasti akan aku dukung, karyawan di sini 100 persen muslim" jawab Dina.

__ADS_1


"Oh iya mas minta no rekeningnya, buat gaji mas nantinya" sambung Dina pula, sambil tetap serius memasukkan beberapa berkas dalam map.


"Aku baru kerja hari ini udah mau digaji" seloroh Ardi, "Nanti aja kalau sudah waktunya gajian baru aku kasih tahu."


" Enggak bisa begitu mas harus sekarang disetorkan ke bagian keuangan sebab kalau ada perjalanan dinas ke luar kota mas akan memdapatkan transfer transport dan akomodasi, sebelum berangkat, besok itu termasuk dinas luar kota" ujar Dina pada Ardi "Oke Ibu Faradina, ..." saut Ardi sambil tersenyum dan membuka telepon selularnya "itu aku kirim ke WA yah ..." kata Ardi, lalu Dina meraih gawainya dan mengklik E bankingnya dan mentransfer sejumlah uang ke rekening Ardi, Ardi membuka notifikasi bukti transfer yang berada di ponsel pintarnya

__ADS_1


" Ini apa banyak sekali jumlahnya" kata Ardi setelah melihat nominal uang sepuluh juta tertera. "Itu untuk mas Ardi transport dan akomodasi besok" kata Dina sambil tersenyum "Itu pengeluaran terlalu banyak hanya untuk transport dan akomodasi dengan jarak yang tidak terlalu jauh" protes Ardi karena merasa tak enak. " Tenang mas, harga itu pantas untuk mas bila kinerja mas benar benar tercurah untuk Perusahan ini, jadi uang tersebut sebagai tanda bahwa mas aku tuntut bekerja dengan maksimal dan amanah" kata Dina menguatkan. "Terima kasih sudah sangat percaya pada ku yang belum tentu sesuai dengan keinginanmu" kata Ardi merendah. "Aku yakin mas bisa" kata Dina pula dengan senyumnya, senyum yang menguatkan hati Ardi. "Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memajukan perusahaan ini bantu aku untuk mempelajari alurnya " jawab Ardi sambil tersenyum, senyum menawan yang merontokkan hati Dina. "Oh iya mas ? kemari bawa kendaraan apa" tanya Dina. " Aku bawa motor, karena tidak terlalu jauh dari rumah dan lebih cepat" jawab Ardi, "Kenapa" lanjut Ardi pula. "Besok mas tidak usaha bawa kendaraan, mas besok dapat mobil dinas dari kantor" ujar Dina sambil tersenyum. "Alhamdulillah hari ini bahagia sekali dapat pekerjaan yang di luar ekspektasi ku, dapat rezeki uang walau baru bekerja beberapa jam dan besok dapat mobil dinas, nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan" kata Ardi penuh syukur.


" Rezki yang hari ini mas dapatkan karena kebaikan dan kesolehan mas yang telah mas lakukan sebelumnya" kata Dina. lalu mereka berdua larut berdiskusi mengenai strategi yang akan dilakukan untuk meningkatkan produksi, berbagai hal informasi mengenai perusahaan yang dikemukakan oleh Dina dicatat dalam buku agenda oleh Ardi, Dina memperhatikan hal tersebut dengan senyum melihat segala hal dicatat oleh Ardi dalam.buku agendanya. Mereka berdiskusi sampai akhir jam kerja.


__ADS_2