
Jarak tempuh dari Pesantren Asraf menuju resto yang berada di Bogor bukan jarak yang dekat di tambah kemacetan yang selalu menjadi pemandangan sehari hari. Karena kemalaman akhirnya Dina memutuskan untuk menginap di salah satu penginapan di Kota Bogor, namun sebelum sampai di penginapan Dina mengajak Asraf untuk menikmati soto mie makanan khas kota Bogor, dengan lahap mereka berdua menikmati kesegaran kuah hangat dengan irisan daging yang empuk.
" mas Ardi bawa baju ganti kan" tanya Dina pada Ardi. "bawa untuk jaga jaga, ternyata benar kemalaman" kata Ardi pada Dina. "makanya aku selalu siap di mobil baju ganti karena kalau lagi meninjau resto pasti enggak cukup sehari" ujar Dina. "sudah telepon istri belom mas ?" lanjut Dina pula. "sebentar lagi telepon" kata Ardi sambil menyeruput teh hangat nya. lalu diambilnya telepon selular miliknya dan mulai menelepon istrinya. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam Ardi saat menelepon Anisa Istrinya. "Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, mas lagi di mana?" "mas masih di bogor sayang, maaf mas enggak pulang malam ini sebab masih meninjau Resto yang di Bogor dan Cianjur besok pagi" kata Ardi
__ADS_1
" Iya mas hati hati, tadi Anis masukkan tiga stel pakaian kawatir mas kemalaman dan menginap jadi bisa ada ganti" jawab Anisa di ujung telepon. " tadi mas sempat ke pesantren Asraf, karena bu Dina memaksa untuk jenguk Asraf dan membelikan makanan dan keperluan Asraf karena Asraf tadi telepon" kata Ardi pada Anisa istrinya yang berada di ujung telepon. " Ya Allah, pastinya Asraf senang banget dijenguk, salam buat bu Dina ucapkan terima kasih dari Anis yah mas nanti kalau ada waktu Anis mau ketemu, beliau baik banget" lanjut Anisa. "ya nanti mas sampaikan hati hati di rumah yah sayang jangan lupa cek pintu dan jendela, sudah ya mas tutup teleponnya, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam Ardi mengakhiri obrolan di telepon. "Waalaikumsalam warah matullahi wabarakatuh" jawab salam Anisa menutup teleponnya.
"Ada salam dari Anisa istri saya buat bu Dina yang baik hatinya sudah mau menjenguk Asraf terima kasih makanan dan keperluan Asraf yang sudah dibelikan kalau ada waktu Anisa ingin bertemu" ujar Ardi pada Dina,
__ADS_1
"Wah senang sekali kalau aku bisa bertemu dan berteman dengan mbak Anisa, nanti aku akan menemuinya mas" kata Dina sambil tersenyum. " ayo mas sudah kenyang dan sudah lelah aku ingin segera istirahat, aku sudah booking hotel melalui aplikasi hotelnya tidak jauh dari resto jadi besok kita bisa agak santai sebelum ke Resto" ujar Dina sambil membayar dua porsi soto mie yang sudah mereka nikmati, dengan segera mereka berdua beranjak menuju mobil dan melaju menembus malam menuju Pusat kota Bogor, hujan gerimis mengiringi, kota hujan memang cocok disematkan pada kota Bogor karena hujan selalu menghiasi kota sejuk tersebut. karena kelelahan Dina tertidur, Ardi tersenyum melihat Dina yang sudah tertidur dipelankannya suara audio yang melantunkan lagu lagu romantis milik Rossa. Ardi meraih jaketnya yang berada disandaran kursi dan menyelimuti tubuh Dina, hatinya berdesir bersama wanita yang punya segalanya namun gersang kehidupan pribadinya, hatinya terenyuh ada rasa ingin melindungi dan memjadi bagian dari hatinya, namun segera ditepisnya sambil memgingat senyuman lembut Anisa, senyuman yang membuat hatinya bergetar, tapi hatinya saat ini pun bergetar terhadap wanita yang tertidur nyenyak di sampingnya, perlahan mobil memasuki hotel bintang lima yang telah dipesan Dina melalui aplikasi on line, setelah terparkir dan mematikan mobilnya perlahan dibangunkannya Dina. "ibu direktur yang cantik ayo bangun kita sudah sampai" kata Ardi perlahan di dekat telinga Dina, Dina hanya mengeliat kembali terlelap. Ardi bingung bagaimana membangunkan Dina secara mereka bukan muhrim tidak mungkin menyentuhnya, lalu Ardi membangunkan Dina dengan menyentuh pundaknya yang tertutup jaket miliknya. "ibu direktur ayo bangun sudah sampai ..." ujar Ardi mebangunkan dengan suara lebih keras. "ups maaf mas, aku ketiduran yah" jawab Dina tersipu malu sambil membuka jaket yang menutupi tubuhnya. "pake saja jaketnya dingin" kata Ardi sambil membuka pintu mobil dan membuka bagasi memgambil koper kecil milik Dina dan tas kecil yang berisi pakaiannya. Dina tertegun lalu mengenakan jaket Ardi pada tubuhnya, terlihat kebesaran jaket Ardi yang dikenakan oleh Dina, ada desir bahagia dalam diri Dina mendapatkan perhatian kecil dari Ardi. bahagia sekali bila aku memilikimu mas Ardi batinnya dalam hati, namun segera ditepisnya dan segera beranjak keluar dari mobil mengikuti langkah Ardi yang sudah memdahuluinya. "bisa saya bantu bu" sambut Resepsionist hotel " saya sudah booking atas nama ibu Faradina untuk dua kamar" kata Dina. "oh iya bu ada, silahkan bu" kata Resepsionist tersebut sambil menyerahkan dua kunci kamar. " ini kamarnya berdekatan kan" tanya Dina. " iya bu kamarnya bersebelahan" jawab resepsionist. "oke terima kasih" lalu Ardi dan Dina mengikuti room boy yang mebawakan koper dan tasnya menuju kamar mereka. di depan kamar yang bersebelahan. Dina lalu berpamitan "mas aku masuk kamar duluan yah, sudah lelah ingin segera tidur" " iya nanti WA saja kalau ada apa apa " kata Ardi sambil memasuki kamar di sebelah kamar Dina.
Pun demikian dengan Ardi, yang sudah mandi air hangat dan merebahkan tubuhnya di atas kasur, hatinya gelisah pikirannya melayang ke kamar sebelah segera ditepisnya dengan membuka note pada ponsel barunya mempelajari catatan dari dua resto yang tadi didatanginya, tiba tiba ada chat yang masuk.
__ADS_1
" mas Ardi selamat tidur ....emoticon senyum"
"selamat tidur juga cantik.." ups tanpa sengaja terkirim. tidak ada chat jawaban lagi namun tak lama. "terima kasih mas Ardi yang ganteng ..." dengan emoticon penuh cinta. Ardi diam dan menutup ponselnya. ia langsung merebahkan tubuh namun matanya sulit terpejam, dibukanya artikel tentang poligami, dibacanya perlahan, sampai tak terasa Ardi tertidur. malam semakin beranjak gerimis tetap mewarnai kota hujan tersebut, menambah nyenyak tidur.
__ADS_1