
Sore hari di PT Faradina Catering & Resto, Ardi masih sibuk di depan laptopnya, beberapa berkas terlihat menumpuk di meja kerjanya yang harus segera diperiksanya satu persatu. "Assalamualaikum... mas masih mau di kantorkah, aku pulang duluan yah" kata Dina yang sudah masuk dan berdiri di hadapannya. "sebentar lagi selesai, mas antar pulang yah" jawab Ardi sambil segera menyimpan file save di laptopnya dan mematikan power laptopnya. "Enggak usah mas aku pulang sendiri aja, sudah mas juga harus pulang, biar bisa segera istirahat" jawab Dina sambil meraih punggung tangan Ardi dan menciumnya. " Mas antar aja biar nanti supir kantor yang antar mobilmu" saut Ardi sambil merengkuh memeluk tubuh Dina. "Enggak usah mas, aku enggak apa apa, mas tenang aja, aku akan baik baik saja" kata Dina sambil tersenyum. " Oke kalau begitu, tunggu sebentar sayang, kita turun bareng" saut Ardi sambil memasukkan laptopnya ke dalam tas kerjanya, dan beberapa berkas, setelah dirasa semua sudah masuk dalam tas kerjanya, Ardi lalu menggandeng dan merangkul bahu Dina untuk segera keluar dari ruangannya.
" Hati hati yah sayang, jangan ngebut " kata Ardi sambil membuka kan pintu mobil CRV milik Dina. "iya , mas juga jangan ngebut yah, sampai ketemu lagi senin yah mas" ujar Dina sambil tersenyum dan segera melajukan kendaraannya. Ardi pun bergegas menuju mobilnya, sebelum melajukan kendaraannya ia membuka chat yang masuk dan membalas beberapa pesan, yang menurutnya perlu dibalas. Setelah selesai membalas beberapa chat yang masuk Ardi dengan segera melajukan kendaraannya.
Sesampainya di rumahnya Ardi disambut teriakan gembira Aisyah yang langsung memeluknya. "Hore. Ayah pulang... " seru Aisyah, Ardi memeluk erat putri kecilnya itu. "Wah putri ayah sudah tambah tinggi nih" kata Ardi sambil mencium pipi Aisyah yang cabi. "iya dong yah makanku kan selalu banyak makanya cepat tinggi" saut Aisyah sambil merentangkan kedua tangannya. "Pantesan tambah endut perutnya" kata Ardi sambil memcubit lembut perut Aisyah. "Ayah bawa ole ole buat Aish kan" tanya Aisyah sambil mengelendot manja pada Ardi. " Ada sayang ayo bantu ayah angkatin ole olenya di bagasi mobil" jawab Ardi sambil membuka bagasi mobil dan mengambil beberapa bungkusan yang berisi ole ole khas kota Bogor dan Cianjur.
" Assalamyalaikum Ayah ..." kata Ammar yang sudah berada di belakangnya. "Wa'alaikumsalam Warahmatullahi wabarakatuh, Ammar kapan kamu pulang nak?" tanya Ardi sambil memberikan punggung tangannya yang dicium pelan oleh Ammar putra sulungnya. "Tadi pagi ayah, hari senin Ammar ada penelitian di Jakarta dari kampus" jawab Ammar sambil meraih bungkusan dan koper kecil dari tangan Ardi lalu membawanya ke dalam rumah.
__ADS_1
Di dalam rumah tampak Anisa tersenyum dengan pancaran mata yang penuh kerinduan diciumnya punggung telapak tangan Ardi suaminya dengan takzim. di atas meja sudah tersedia satu gelas teh tawar hangat dan sepiring pisang goreng makanan kesukaan Ardi. " Aku mandi dulu yah sayang " kata Ardi pada Anisa, lalu ia melangkah menuju kamar mandi, sedangkan Anisa merapihkan barang bawaan Ardi dilihatnya beberapa kantong berisi makanan khas Bogor dan Cianjur, dikeluarkannya pakaian kotor suaminya yang terdapat dalam koper lalu di masukkannya ke dalam keranjang cucian yang terletak di dekat mesin cuci, selesai merapihkan Anisa menuju kamarnya memilihkan pakaian yang akan dikenakan suaminya diletakkannya seperangkat pakaian yang biasa digunakan Ardi di atas tempat tidur, sementara Aisyah dan Ammar asyik menikmati kue kue khas kota Bogor sambil menonton televisi. Terdengar tawa dan celoteh Aisyah yang ditanggapi Ammar dengan tawa dan canda, keakraban yang tergambar antara kakak dan adik.
Setelah mandi Ardi masuk ke dalam kamarnya lalu mengenakan pakaian yang disediakan istrinya Anisa, selesai mengenakan pakaian Ardi menghampiri kedua anaknya lalu menikmati pisang goreng dan segelas besar teh hangat tanpa gula yang sudah disiapkan tadi, " Ayah ..itu mobil baru ayah?" tanya Ammar. "itu mobil kantor, fasilitas untuk ayah" jawab Ardi sambil tetap menikmati pisang goreng yang selalu menjadi kesukaannya. "Besok Yang bawa mobilnya Aku yah Yah"kata Ammar sambil menatap ke arah Ardi. "Ok biar ayah bisa istirahat " ujar Ardi sambil tersenyum.
"Asyiikk, aku duduk di depan ya" saut Aisyah kegirangan.
"Boleh de... biar Ayah dan Bunda duduk manis di bangku penumpang" kata Ammar sambil menepuk tos telapak tangan Aisyah.
__ADS_1
Dari Masjid perumahan terdengar adzan magrib menggema. "Ayo sudah adzan kita sholat ke masjid, Tekevisinya matikan " kata Ardi sambil menunjuk remote televisi yang ada di dekat Aisyah. "Ya Ayah " ujar Aisyah sambil meneken power mematikan televisi. Mereka bertiga beranjak bergantian wudhu lalu berangkat menuju masjid menunaikan sholar magrib secara berjamaah, sedangkan Anisa segera menunaikan sholat magribnya di musolah rumahnya, ada pendar bahagia melihat Ardi yang begitu dirindukannya berada kembali di rumah.
Malam hari di kamar Ardi sedang asyik berselancar di media sosial sambil sekali kali tertawa dan tersenyum sedangkan Anisa duduk di depan cermin membersihkan kulit mukanya yang halus. Setelah selesai Anisa lalu segera berbaring di atas tempat tidur, ada kerinduan di hatinya untuk mendapatkan perlakuan mesra dari Ardi suaminya, namun Anisa merasa sungkan dan malu. "Mas aku tidur duluan yah" kata Anisa sambil menyelimuti tubuhnya dan berbaring.
Ardi mendekati Anisa lalu merengkuh tubuh Anisa dan menariknya dalam pelukan.
"Maaf kan mas yah sayang" kata Ardi lirih ada yang menyentak hatinya karena Ia telah menduakan Anisa. "Mas....." seru Anisa sambil membalas pelukan Ardi, dibalasnya peluk Ardi dengan erat seolah tak mau lepas seperti ada sesuatu yang membuatnya resah seminggu ini. " Oh yah sayang ada hadiah untukmu" kata Ardi sambil mengambil kotak cantik yang ada di dalam tas kerjanya, diberikannya kotak kecil cantik dengan pita berwarna keemasan dan dengan dasar warna merah terbuat dari bahan beludru yang halus. "Apa ini mas?" tanya Anisa sambil menerima kotak kecil yang cantik itu. "buka saja.." kata Ardi sambil tersenyum. "Cincin ... kayak cincjn kawin mas" kata Anisa sambil memperhatikan bentuk cincin tersebut. "Iya itu cincin kawin pakai yah, mas juga pakai nih sebagai bentuk cinta kita selama dua puluh tahun kamu menemani mas dengan suka dan duka" kata Ardi sambil menunjukkan cincin platinum yang melingkar di jarinya. " Sini mas pakaikan "lanjut Ardi sambil mengambil cincin dan meraih jemari lembut Anisa,
__ADS_1
Anisa tersenyum menatap kedua mata Ardi pendar kerunduannya begitu membuncah. "Terima kasih mas... ." kata Anisa perlahan. "Mas rindu yang satu itu sayang" bisik Ardi di telinga Anisa. "Mas ..ikh...genit" kata Anisa dengan muka yang bersemu merah.
Malam itu Ardi dan Anisa memadukan cinta mereka menyalurkan syahwat untuk mempererat tali cinta yang ada.