
Di Minggu pagi sepeti biasa Ardi mengayuh sepedanya menyusuri jalan perumahan dan perkampungan olah raga santai bersepeda menguatkan otot otot kaki dan juga menghirup segarnya oksigen di pagi hari, sepedanya menyusuri areal perumahan yang luas yang di dalamnya lengkap dengan berbagai fasilitas yang memanjakan penghuninya.
Berbagai tipe cluster perumahan dari gerbang masuk perumahannya tertata rapih, arah laju sepedanya selalu mengarah ke danau yang ada di lingkungan perumahan, hatinya selalu tertarik untuk menghirup udara pagi dengan segernya air danau dan juga lebatnya pepohonan yang menghiasi.
Semula sudah direncanakan ia akan bersepeda bersama Anisa istrinya namun Anisa harus sibuk membuat pesanan kue dan puding, Anisa selalu tidak mau bila ia membantu, cukup membantu antar pesanan saja.
Tak terasa sampailah Ardi di danau tempat pavoritnya bersepeda, dengan perlahan disandarkannya sepeda di pepohonan yang menghiasi pinggir danau, pagi ini terlihat ramai area danau banyak yang sedang bercengkrama bersama keluarga, dan juga banyak pasangan muda mudi yang sedang kasmaran duduk berdua sambil memandang riak danau yang tenang.
"Mas Ardi ..."panggil seseorang wanita berjilbab warna salem dengan pakaian olah raganya yang bernada sewarna dengan jilbabnya, Ardi menoleh "Yah ..." sambil mengernyitkan dahinya berpikir. "Wah mas kok lupa sama aku, yang minggu lalu minta dibantu fotoin aku..". sahutnya sambil memonyongkan bibirnya yang tersapu lipstik berwarna natural.
"Oh iya maaf .... mbak Dina" jawab Ardi, setelah mengingat ingat.
"Sendirian aja mas ? " tanya Dina pada Ardi sambil tersenyum.
"Iya ..sudah biasa.., mbak Dina juga sendirian ?" tanya Ardi pula.
"Ya begitulah mas, selalu sendiri" jawab Dina sambil menghela napas panjang.
__ADS_1
"Mas Ardi kayaknya setiap hari minggu selalu ke sini yah" tanya Dina sambil tetap tersenyum. "Kok tahu..? hemmm" jawab Ardi menyelidik, "Tahulah setiap minggu juga aku ke sini dan selalu lihat mas Ardi sendirian" jawab Dina dengan muka bersemu merah. "Jadi GR nih diperhatikan wanita cantik " goda Ardi pada Dina, sambil tersenyum.
"Idihh mas Ardi ke GR an, aku selalu ke sini mas setiap hari minggu udaranya segar, lalu aku duduk di bangku taman itu sambil memperhatikan siapa pun yang ada di sekitar danau ini, dan aku selalu melihat mas Ardi yang selalu memandang ke arah danau namun wajahnya tidak gembura cenderung menyimpan beban." tutur Dina menjelaskan sambil tangannya menunjuk bangku taman yang agak tertutup pepohonan.
"Ow ow ternyata aku punya penggemar dan penggemarnya adalah wanita cantik." saut Ardi sambil mengerling.
" Hahahah... jadi malu aku..." kata Dina sambil tertawa. Ardi dan Dina yang baru kenal tampak sangat akrab seolah mereka sudah kenal lama, sambil duduk di bangku taman.
"Kegiatan sehari harinya apa mas " tanya Dina, "Pengangguran mbak, ngk punya kerjaan apa apa hanya luntang lantung." jawab Ardi sambil mengangkat bahunya
"Beneran .. ngk percaya coba lihat aja di jidatku ada tulisan "pengangguran" " kata Ardi sambil tertawa. "Aku serius mas" tanya Dina kembali sambil tertawa kecil mendengar candaan Ardi. "Aku dua rius " jawab Ardi pula masih sambil tertawa.
"Aku sekarang lagi ngk kerja apa apa, dulu aku ini marketing di bidang jasa keuangan , tapi sekarang lagi off semenjak pandemi, sudah tidak mencari calon nasabah, komisi lagi ditahan sama perusahaan karena sudah beberapa bulan aku ngk pernah mendapatkan nasabah, karena komisi lagi ditahan sebagai bentuk protes, aku off karena kecewa pada perusahaan namun sudahlah, sudah berlalu" kata Ardi sedangkan Dina yang mwndengarkannya menatapnya dengan serius. lalu terdengar dering ponsel dari tas pinggang Ardi.
"Sebentar yah aku angkat telp dulu dari Ammar anak sulungku" kata Ardi sambil tangannya mengambil telepon genggamnya dan menyentuh layar ponselnya untuk mengangkat telp. "Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh " salam Ammar dari ujung telepon "Waalaikumsalam waeahmatullahi wabaraktu" jawab Ardi. "ayah apa kabar ? tadi aku telp bunda tapi ngk diangkat jadinya aku telp ayah, ayah dan bunda sehatkan."
" Alhamdulillah sehat nak, kamu juga sehatkan"
__ADS_1
" Alhamdulillah yah Ammar sehat tidak kurang apa pun, Yah maaf Ammar harus bayar uang semester karena sebentar lagi mau UAS, maaf yah yah Ammar masih merepotkan ayah"
" yah ngk pa pa nak masih kewajiban ayah membiyayaimu nanti ayah tranafer yah "
"terima kasih ayah, sudah yah yah salam buat bunda dan dede Aish."
"Yah nak tetap jaga kesehatan yah nak"
"Iya ayah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
"Wa alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Ardi mengakhiri teleponnya, sambil menghela napas panjang. Dina yang memperhatikan Ardi tersenyum. "Mas kayaknya mas orang yang aku butuhkan, aku punya usaha mas, rumah makan ada di berbagai tempat, aku lagi nyari orang yang bisa membantu aku mengembangkan usaha tersebut, sekarang lagi agak merosot siapa tahu mas Ardi bisa bantu aku" kata Dina sambil menyerahkan kartu nama yang tertulis namanya Faradina Nugraha dan alamat kantornya.
"Besok pagi jam 8 mas saya tunggu di kantor" lanjut Dina. tanpa menunggu jawaban dari Ardi.
"Aku pamit yah mas, ditunggu besok jam delapan di kantor." segera Dina menaiki sepedanya dan berlalu dari hadapan Ardi yang menerima kartu nama tersebut. "Assalamualaikum warahmatullahi wabrakatuh" salam Dina sambil mengayuh sepedany.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Ardi, sambil tersenyum.
__ADS_1