Kepak Sayap Yang Patah

Kepak Sayap Yang Patah
Kemesraan yang terjalin


__ADS_3

Alarm dari ponsel Ardi berdering, mengusik membangunkan pria tersebut, perlahan dilihatnya jam pada dinding kamar jam empat pagi masih ada empat puluh lima menit lagi waktu sholat subuh akan berkumandang, perlahan dilepaskannya pelukan Dina yang masih terlelap dikecupnya lembut kening istrinya tersebut, Dina hanya mengeliat dan nyenyak tertidur, Ardi tersenyum lalu bangkit menuju kamar mandi, ia segera membersihkan diri dari hadast besar karena hubungan intimnya semalam dengan istrinya. Selesai mamdi ia masih mendapti Dina yang masih tertidur, setelah berpakaian mengenakan baju kokonya Ardi melaksanakan sholat tahajut dua rakaat, selesai sholat ia membangunkan Dina dengan lembut dan perlahan. "Bangun sayang sebentar lagi subuh, mandi lalu sholat" ujar Ardi perlahan, Dina mengeliat. " Jam berapa mas" tanya Dina sambil tetap terbaring. "Jam empat tiga puluh menit, lima belas menit lagi adzan" jawab Ardi. " Iya mas bangunin dong" kata Dina dengan manja sambil mengulurkan kedua tangannya, dengan tersenyum Ardi menarik kedua tangan Dina, Dina lalu bangun dan langsung memeluk Ardi. "ayo cepat mandi... emang mau diulang lagi" goda Ardi sambil tertawa kecil. "Ikh ...aku cuman mau meluk mas aja" ujar Dina lalu beranjak ke kamar mandi, Ardi tersenyum direntangkannya sajadah Dina dibelakang sajadahnya, sambil menunggu istrinya mandi Ardi membuatkan teh manis hangat untuknya dan juga Dina dibawanya dua gelas teh tersebut dan diletakkanya di meja kecil yang ada di dalam kamar.

__ADS_1


Tak lama Adzan subuh berkumandang, Ardi segera menunaikan sholat sunah dua rakat sebelum sholat subuh selanjutnya mereka berdua sholat subuh berjama'ah.

__ADS_1


" Mas terima kasih sudah menjadi imamku yang baik, aku harap perhatian mas padaku bukan hanya saat ini saja kurasakan manisnya, aku berharap di setiap waktu kebersamaan ini tetap bisa kurasakan manis dan indah sampai waktuku selesai di dunia ini terima kasih sudah menerimaku dengan segala kekuranganku" tutur Dina setelah selesai sholat dan mencium punggung tangan Ardi suaminya. " Mas akan berusaha menjadi imam yang baik untukmu, maafkan bila suatu saat mas akan menjengkelkan bagimu, membuat hatimu sakit, mas bukan laki laki sempurna, mas tidak punya apa apa mas hanya menawarkan perhatian dan perlindungan mas sadar banyak kekurangan pada diri mas, kita berdua saling mengingatkan bila ada dari kita ada perkataan, perbuatan yang menyakitkan disadari mau pun tidak disadari" jawab Ardi sambil memeluk Dina istrinya. "minum dulu tehnya sayang nanti dingin" lanjut Ardi sambil menyodorkan segelas teh manis hangat untuk Dina, perlahan keduanya menikmati teh manis hangat. Dina mengambil ponselnya lalu mengabadikan momen kebersamaan mereka berdua. "Sayang aku mohon foto foto kita berdua jangan diupload ke medsos yah" ujar Ardi sambil menggenggam kedua tangan Dina. "Takut ketahuan mbak Anisa yah.." kata Dina sambil tergelak. "Bukan begitu sayang aku hanya ingin menjaga semuanya, nanti setelah mas berterus terang dan Anisa menerimanya kau bebas menguploadnya" kata Ardi sambil tetap menggenggam kedua tangan Anisa. "Jangan lama yah mas, aku berharap bisa segera diresmikan secara negara dan juga aku berharap kita berdua tidak sembunyi sembunyi" tutur Dina berharap. "In Syaa Allah sayang, mas akan segera berterus terang" kata Ardi meyakinkan Dina. " Aku buatkan sarapan yah mas, mas mau nasi goreng?" timpal Dina pada Ardi sambil melepas mukena dan melipatnya diletakannya mukena dan sajadah yang telah mereka kenakan dalam rak yang ada di kamar tersebut. bergegas Dina menuju dapur sedangkan Ardi melanjutkan tilawahnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, mas .. di mana?" tanya Anisa dari semalam hatinya tidak tenang entah ada apa, seolah ada sesuatu yang buruk yang akan menimpa kehidupan keluarganya. "Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, mas di hotel sayang, baru selesai tilawah" jawab Ardi, dengan kebohongan yang kembali diciptakannya "Mas baik baik saja tenang yah sayang, sebentar lagi mas akan ke resto, nanti kalau ponsel mas tidak aktif jangan marah yah, nanti mas yang akan telepon, karena lagi banyak kerjaan dan meeting, mas kadang harus matikan ponsel supaya tidak terganggu, nanti biar mas yang telepon yah" ujar Ardi menenangkan. "Iya mas jaga kesehatannya, jangan lupa makan" kata Anisa di ujung telepon, hatinya masih rindu pada Ardi namun Anisa tidak bisa mengungkapkannya, ia menahannya dalam hati, ia meyakinkan dirinya bahwa Ardi sedang berjuang untuknya dan anak anaknya. "Ya udah mas hati hati di sana, Asslamaualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ujar Anisa mengakhiri teleponnya. "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu, ya sayang" ditutupnya ponselnya lalu dinonaktifkanya, tepat kemudian Dina membuka pintu balkon. "Mas ngapain di balkon" tanya Dina. "Cuman menikmati udara pagi saja sayang, ayo kita sarapan" kata Ardi sambil merangkul Dina dan menjajari langkahnya menuju meja makan yang berada di dapur kecil di Apartemen Dina. Mereka sarapan tanpa bersuara, dan segera bersiap untuk berangkat ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2