
Pagi itu di PT. Faradina Catering & Resto, satu persatu kedatangan karyawan mulai terlihat, Ardi tersenyum menyapa beberapa karyawan yang dilewatinya, Ia bergegas menuju ruangan kantornya, banyak hal yang harus diselesaikannya sebelum keberangkatannya menuju resto area Bandung, Tasikmalaya, Kuningan, Tegal dan Purwokerto. Setelah sampai di dalam ruangan kantor Ardi mulai membuka laptop dan mulai tenggelam dengan pekerjaannya, di tengah konsentrasinya terdengar dering nada panggilan dari ponsel lamanya diliriknya sekilas nama yang tertera di layar ponselnya. Herman , sudah berkali kali telepon dan chat namun Ardi tidak menghiraukannya, dengan segera diraihnya ponselnya dan diangkatnya. "Assalamualaikum bos ke mana aja telepon, Chat enggak pernah dibalas, sombong kali mentang mentang udah jadi manager" teriak Herman dari ujung telepon. "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu, Sory bro... aku lagi banyak pekerjaan jadi enggak keangkat chat juga maaf enggak terbalas lalu lupa, oh iya gimana kabar teman teman yang lain?" jawab Ard. "Alhamdulillah semua baik, coba ajak ajak kerja di situ" saut Herman. "Nanti ada job yang mau aku shre ke teman teman minggu depan kita ketemuan pekan ini aku mau ke luar kota dulu" kata Ardi matanya masih serius menatap layar laptop yang berada di depannya. "wis jalan jalan terus..., oke bos nanti aku kabarin sama yang lain"kata Herman. "Oke nanti aku telepon lagi tempat dan waktunya yah, nanti kita sambung lagi bro, aku lagi banyak kerjaan, salam buat temen temen yah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" kata Ardi. "Ya bos Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Herman lalu menutup telepon.
__ADS_1
Ardi kembali sibuk dengan pekerjaannya, Ia tidak memyadari kehadiran Dina yang sudah hadir di dalam ruangannya. Dina tersenyum berjalan perlahan lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Ardi yang serius menatap layar laptop. "Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh... suamiku sayang serius betul kerjanya tanpa menyadari kedatangan ku" kata Dina mengejutkan dan membuyarkan konsentrasi Ardi, dengan sigap ditariknya tubuh Dina dalam pelukannya diciumnya ujung kening Dina tercium aroma parfum lembuat yang membuat Ardi selalu terhipnotis untuk memeluk Dina. "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, sayang bikin kaget saja" kata Ardi perlahan tanpa melepas pelukannya. "Mas rindu kamu sayang" lanjut Ardi di telinga Dina. "Aku juga rindu mas..." balas Dina di telinga Ardi. "Malam ini mas tidur di Apartemen kan ?" tanya Dina sambil duduk di atas pangkuan Ardi, tangannya melingkar di leher Ardi. "Iya sayang bulan madu kita belum usai kan " Jawab Ardi sambil tersenyum dan mengedipkan matanya. "ikh... mas, apaan sih" ujar Dina sambil mencubit pinggang Ardi. "Aduh... sakit sayang ... " teriak kecil Ardi
__ADS_1
"Udah akh.. aku ke ruanganku ya" kata Dina sambil berdiri dan beranjak dengan cepat Ardi menarik tangan Dina lalu kembali memeluknya. "Tunggu sayang aku belum puas memelukmu, mencium aroma wangi lembutmu yang membuatku tak ingin beranjak dari hadapanmu...." kata Ardi sambil memeluk dan mencium lembut bibir Dina, mereka berdua larut menumpahkan segala kerinduan dan cinta yang mengharu biru. "Sayang sudah yah, aku mau ke ruanganku" kata Dina sambil melepaskan pelukan Ardi, dibetulkannya baju dan hijabnya yang sedikit tak beraturan, Ardi tersenyum lalu beranjak mengikuti langkah Dina dan menjajarinya. "Aku antar ke ruanganmu yah" ujar Ardi sambil terap menggenggam lembut jemari Dina. "Enggak usah mas...."kata Dina. "Aku maksa antar "ujar Ardi lalu menjejeri langkah Dina menuju ruangan yang bersebelahan dengan ruangannya, di dalam ruangan kantor Dina Ardi menarik Dina ke dalam kamar kecil yang ada di dalam kantor tersebut. "Mau ngapain mas ? bukannya lagi banyak kerjaan sayang" kata Dina hatinya bergemuruh dan senang karena begitu rindu hatinya ingin menuai kebersamaan bersama Ardi suaminya. " Sebentar sayang..." kata Ardi perlahan libidonya sedang bergemuruh ditariknya Dina dalam pelukannya, dicium kembali bibir Dina dengan lembut, Dina pun membalasnya memyalurkan hasrat dan kerinduannya, kamar kecil dengan tempat tidur yang kecil menjadi saksi cinta mereka yang bersatu dalam luapan syahwat yang halal.
__ADS_1