Kepak Sayap Yang Patah

Kepak Sayap Yang Patah
Patah Semangat


__ADS_3

Sudah lima hari Ardi berjualan keliling, menjajakan ayam olahan yang diambilnya dari agen.


Setelah sholat subuh ia selalu bergegas untuk segera melaksanakan aktifitasnya berjualan keliling, hasil yang didapatkannya tidak sesuai dengan yang diharapkannya.


Setiap hari keliling dari pagi sampai siang dan lanjut dari sore sampai menjelang magrib hanya terjual tiga sampai lima produk dengan keuntungan lima belas persen maka Ardi hanya dapat menutupi uang bensin motornya. hatinya mulai menyerah melihat daya beli yang menurun, rasa kecewa dan perasaan yang merasa tidak berguna kembali bergelayut di hatinya.


"Ya Allah .. hamba tahu bahwa hamba tidak bersabar baru lima hari mencobanya, hamba merasa ini bukan bidang hamba Ya Allah tunjukilah jalan yang lain yang sekiranya hamba bisa dan sanggup menjalaninya"


doa Ardi di subuh yang dingin karena hujan dari semalam yang tiada henti yang menyisakan gerimis seperti gerimisnya hati Ardi subuh ini.


"Hamba pasrah pada MU Ya Allah berilah hamba jalan dan kesempatan untuk bisa meraih rizqimu dengan jalan yang bisa hamba lakukan, di subuh ini hamba mengetuk memohon hanya Kepada MU karena hanya KepadaMU lah segala kebaikan dan keberkahan akan hamba raih"lantunan doa yang lirih dan terbata bata Ardi sampaikan Kepada Zat Yang Maha Kekal.


Setelah puas melantunkan doa, dengan langkah gontai Ardi menembus rintik hujan dan melindungi kepalanya dengan sejadah untuk pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, perlahan dibukanya pintu rumahnya sambil mengucap salam "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".


" Waalaikumsalam warahmatullahibwabarakuh" jawab Anisa dengan lembut lalu menyambut suaminya dengan selalu mencium punggung tangan suaminya.


"Mas mau jualan lagi hari ini"tanya Anisa, "Kayaknya mas off dulu hari ini kepala mas pusing" jawab Ardi dengan lesu, sambil meletakkan sajadahnya yang basah di atas jemuran handuk.


" Ya sudah mas istirahat saja dulu nanti Anis buatkan minuman jahe merah hangat buat mas " ujar Anisa menenangkan kegelisahan suaminya. Anisa paham suaminya sedang tak bersemangat karena hasil jualan kelilingnya yang tidak seberapa.


Anisa memakluminya Ardi adalah sosok yang selalu berpenampilan necis, dengan penghasilan yang lumayan besar bagi ukuran mereka, dengan berbagai penghargaan yang tersusun rapih di ruang tamunya, selalu mendapat reward jalan jalan dalam dan luar negeri, terbiasa meeting di hotel hotel bintang lima kini harus terpuruk dan berjualan keliling.


"Mas ini Minuman Jahe merahnya diminum yah selagi hangat" ujar Anisa menawarkan minuman jahe hangat yang dibawanya menggunakan baki dan diletakkannya di meja kecil dekat tempat tidurnya.


" Iya sayang terima kasih, nanti mas minum jahe hangatnya" jawab Ardi sambil tetap terbaring di atas tempat tidur dan sambil tetap memejamkan matanya.

__ADS_1


"Mas menurut Anis lebih baik jualan kelilingnya tidak usah dilanjut nanti kita pikirkan bersama baiknya usaha apa, yang bisa kita lakukan saat ini " kata Anisa perlahan sambil duduk di atas tempat tidur di samping Ardi.


"Sebenarnya yang pas itu kita buka toko kue, kau pintar buat kue dan puding, tapi modalnya kita tidak punya dan aku tidak mau ambil resiko bila harus meminjam ke Bank " ujar Ardi sambil berusaha untuk duduk dan mengambil gelas yang berisi jahe merah hangat, perlahan diseruputnya minuman jahe hangat yang menyegarkan tubuh tersebut. "Anis juga ngk setuju mas kalau harus pinjam, lebih baik kita tetap di rumah saja usahanya kita perbanyak iklan lagi saja yah mas di media sosial, biar banyak yang tahu dan mau beli " jawab Anisa sambil tersenyum kecil. "Iya betul sayang, nanti mas akan iklan lagi biar banyak yang tahu, kalau istri mas yang cantik ini jago buat kue dan puding" ujar Ardi sambil menjawil hidung bangir Anisa.


"Ikh mas bisa aja mujinya bikin hati Anis terbang tinggi.."seloroh Anisa sambil tertawa kecil yang memperlihatkan barisan giginya yang putih bersih dan terawat.


"Ya sudah mas istirahat saja dulu, Anis mau buat serabi dulu pesanan bu Jamilah, nanti jam 9 harus sudah sampai di rumahnya, nanti mas yang antar yah." lanjut Anisa sambil bergegas menuju dapur.


" Oke siap" jawab Ardi sambil tersenyum, lalu merebahkan badannya di atas tempat tidur. "Semoga kekalutan dan keresahan hati ini bisa segera teratasi, semoga ada jalan yang dapat disusuri jalan di mana dirinya terbiasa menjalankannya dan sesuai dengan kemampuan yang ada pada dirinya, setelah lima hari berjibaku berjualan keliling ada rasa kagum kepada orang orang yang gigih berjualan keliling menentang panas dan hujan dan menemukan berbagai penolakan secara langsung.


Soal penolakan Ardi sudah terbiasa, Ia menemukannya di dunia kerjanya dulu penolakan adalah rintangan yang selalu menguatkannya karena bila ia berhasil maka hasil yang didapatnya sebanding dengan proses kerja kerasnya sebagai marketing di bidang jasa keuangan " Semoga ada solusi dari semua ini Ya Allah" batin Ardi dalam hatinya.


perlahan dengkur halus terdengar dari pemilik dada bidang yang mulai terbuai mimpi, sementara Anisa yang sedang sibuk di dapur beranjak sebentar mengintip suaminya yang sudah tertidur.

__ADS_1


"Tidurlah mas ... aku tahu kamu lelah dan patah semangat, namun doaku semoga Allah akan memberikanmu jalan yang terbaik dan sesuai dengan kemampuanmu" batin Anisa sambil tersenyum melihat suaminya yang sudah terlelap perlahan ditutupnya kembali pintu kamarnya dan kembali berkutat di dapur membuat serabi pesanan bu Jamilah Pengawas sekolah tempatnya bekerja.


__ADS_2