Kepak Sayap Yang Patah

Kepak Sayap Yang Patah
Jualan keliling


__ADS_3

Setelah Sholat subuh di masjid dekat rumahnya Ardi bergegas pulang menuju rumahnya sambil melangkah mulutnya perlahan berzikir mengagungkan kebesaraan Allah SWT, Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya.


Ardi memang tak pernah melewatkan sholat subuhnya yang selalu berjamaah dan selalu tepat waktu menjalankan kewajibannya itu, sesampainya di rumah terdengar Anisa yang pelan pelan mengaji Al Qur'an suaranya mendayu indah didengar, istrinya memang terbiasa mengaji setelah menyelesaikan kewajibannya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam Ardi sambil membuka pintu rumahnya.


"Wa'alaikumsalam warahmatulli wa barakatuh" jawab Anisa sambil menutup mushaf Al Qur'an dan menciumnya lalu diletakkannya di atas lemari kecil dekat musholah,.


Aisah putrinya nampak tertidur di musholah sambil memgenakan mukenanya, putri bungsunya memang sedang dilatih untuk bisa selalu sholat subuh tepat waktu, walau setelah sholat ia akan tertidur dengan tetap mengenakan mukenanya.


"Sudah pulang mas"lanjut Anisa sambil tangannya mencium punggung tangan Ardi suaminya.


"Iya sayang, aku mau siap siap ambil dagangan keliling, mau jualan kelilimg ya sayang" ujar Ardi pada Anisa.


"Mas beneran mau jualan keliling" tanya Anisa meragukan keseriusan suaminya.


"Iya...aku serius mau jualan keliling, menjemput rezeki walau sedikit untuk menambah penghasilan kita" jawab Ardi meyakinkan Anisa istrinya.


" Mas enggak malu jualan keliling..." tanya Anisa lagi, yang masih meragukan Ardi. "Enggak sayang" jawab Ardi sambil merapihkan pakaiannya yang terkesan santai, lalu memgambil topi petnya serta kaca mata hitam beserta masker penutup.


"Kok pake kaca mata hitam mas"tanya Anisa keheranan sambil menatap wajah suaminya. "Biar enggak kelihatan kalau mas jualan keliling sayang, supaya tidak ada yang mengenali mas" jawab Ardi sambil tersenyum.

__ADS_1


"Itu tandanya mas ngk siap jualan keliling, sudahlah ngk usah jualan keliling cari usaha yang lain aja." ujar Anisa sambil memegang tangan suaminya.


"Mas mau coba dulu yah, biar tahu rasanya jualan keliling" jawab Ardi meyakinkan Anisa sambil memgeluarkan motor kesayangannya di garasi, lalu menyela motor dan memanaskannya sebelum motor tersebut dikendarainya, setelah dirasa motornya siap, sebelum menaiki motornya tetsebut, Ardi merengkuh pinggang Anisa dan mengecup lembut dahinya.


"Mas pergi ya sayang doakan agar banyak yang beli yah" pamit Ardi pada Anisa.


"Yah mas ... Aamiin... hati hati yah" jawab Anisa pada Ardi dengan senyumnya yang menawan.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam Ardi pada Anisa. "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Anisa sambil melambaikan tangannya.


Perlahan Anisa masuk ke dalam rumahnya dan membangunkan Aisah yang masih terlelap di atas sajadah di ruangan musholah rumahnya yang kecil.


"Laksa bunda Aish suka... ok siap bunda Aish mau mandi" jawab Aisah dengan semangat mendengar kata Laksa,


Laksa adalah makanan khas Tangerang yang bahannya terbuat dari beras bentuknya seperti mie putih dan disiram dengan kuah kuning yang tercampur dengan kacang tunggak dan potongan daging ayam.


Aisah sangat menyukai makanan itu. Sehingga ketika Anisa bundanya merayunya dengan makanan tersebut Aisah bangun dengan semangat.


"Bunda.. Ayah ke mana?" tanya Aisah.


"Ayah lagi jualan doakan ayah yah agar jualannya laku hari ini" jawab Anisa.

__ADS_1


"Aamiin..." Saut Aisah mendoakan ayahnya. "Ayo cepat mandi" seru Anisah pada putri bungsunya tersebut.


"Siap bunda.." jawab Aisyah sambil meraih handuk yang tergantung di jemuran kecil handuk yang tidak jauh dari kamar mandi.


Sementara itu Ardi yang telah mengambil produk ayam olahan beserta box yang terikat di jok belakang motornya mulai berkeliling dengan rekaman suara dari toa kecil yang menggantung di depan motornya.


"Ayam olahan, tinggal goreng praktis, enak dan halal maknyuzzzzz" begitu terus rekaman suara dari toa .


Hampir setengah jam ia berputar dari perumahan satu ke perumahan yang lainnya, dari perkampungan yang satu ke perkampungan yang lainnya, tidak ada satu pun yang memanggilnya untuk membeli ayam olahan yang sedang dijualnya. hati Ardi mulai gelisah mulutnya tetap berzikir sambil memohon kepada Allah agar ada yang membeli dagangannya.


"Bang tunggu ... jualan apa bang" tanya seorang ibu yang sedang menjemur pakaian di depan rumahnya.


"Ayam olahan bu.... tinggal goreng" jawab Ardi sambil menyandarkan motornya dan membuka box berisi berbagai varian ayam olahan yang dibawanya.


"Berapa harganya bang ?" tanya si ibu pembeli


" Macam macam bu ada yang sepuluh ribu dan yang satu ekor ayam ini empat puluh lima ribu rupiah." jawab Ardi. "


"Saya ambil yang satu ekor" kata pembeli pertama tersebut kepada Ardi. dengan perlahan Ardi mengucap Hamdallah "Alhamdulillah.."


." semoga selanjutnya ada pembeli lagi" batin Ardi dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2