Kepak Sayap Yang Patah

Kepak Sayap Yang Patah
Kebersamaan Keluarga


__ADS_3

"Ayaaahhhh ke sini berenang sama Aish" teriak Aisyah yang sudah berlari ke arah kolam renang di vila yang mereka sewa sebuah privat vila di daerah puncak, Vila keluarga dengan tiga ruang kamar tidur, dilengkapi dengan dapur dan dua kamar mandi dengan fasilitas air hangat, pemandangan vila tersebut mengarah ke arah pegunungan yang bila malam terlihat lampu kelap kelip dari rumah dan vila yang terhampar. " Sebentar nak, ayo mas Ammar, Asraf dan mbak Amirah kita lomba berenang" kata Ardi sambil bersiap dengan pakaian renang, begitupun dengan Asraf dan Amirah yang sudah mulai berkumpul di pinggir kolam renang, Anisa yang mengintip dari jendela dapur yang terhubung dengan kolam renang tersenyum tangannya asyik mengolah mie instant untuk makan di sore itu, sayuran, cabai dan tomat ditambahkannya pada racikan mie. Lalu dibuatnya satu teko teh tawar diletakkannya di atas meja dekat kolam renang. " Ayo mie udah jadi, tadi siapa yang lapar" teriaknya sambil menyendokkan mie ke dalam mangkok. "Aku mau bundaaaa.." saut Asraf sambil berlari dan duduk di kursi tubuhnya masih basah bercucuran air dari kolam renang. " Aku juga mau bunda.." kata Ammar tenang lalu ikut duduk dan meraih semangkuk mie inatan yang disiapkan oleh Anisa. " Aku mana bunda ?" kata Amirah dengan memggigil kedinginan lalu meraih mangkuk mie yang disodorkan Anisa. " Ais...mau emggak ?" kata Anisa ke arah Aisyah yang masih asyik berenang bersama Ardi. "Jangan abisin Aish mau...." teriak Aisyah yang masih enggan beranjak dari kolam renang. "Ayo makan mie dulu Aish nanti kehabisan" Kata Ardi sambil meraih lenggan Aisyah. "Entar dulu Ayah... Aish masih asyik nih " jawab Aisyah sambil tetap berenang menikmati dinginnya air kolam renang.

__ADS_1


"Aish mas Asraf abisin yah mie nya " teriak Asraf sambil meraih senduk sayur dan mengambil mie dan menuangkannya dalam mangkok. "Mas Asraf awasss yah jangan abisin mienya ..." teriak Aisyah lalu segera keluar dari kolam renang. Aisyah sangat tahu diantara kakak kakaknya Asraflah yang paling banyak makannya. "Wah udah abis de..." goda Asraf sambil tertawa dan menikmati mie instan. "Awas yah ...mas Asraf" teriak Anisa sambil berlari. "Ada de tenang aja..." kata Ammar sambil menyerahkan satu mangkuk mie ke tangan Aisyah. " Ayah mau enggak?" kata Amirah sambil menyodorkan satu mangkuk mie ke arah Ardi. "Terima kasih sayang..." sambil menerima semangkuk mie dari tangan Amirah, lalu melahapnya bersama keempat anak anaknya, sementara Anisa menuangkan segelas teh hangat ke dalam gelas yang berada di meja taman kolam renang tersebut. Ia tidak terlalu suka berbasah basah di kolam renang, melihat kegembiraan anak anak dan suaminya adalah kebahagiaan tersendiri yang akan direkamnya di kamera ponselnya dan diuploadnya di akun sosialnya, beberapa momen gambar yang terkirim terlihat oleh Dina yang saat itu sudah berada seorang diri di kamar rumahnya, ada kerinduan yang membuncah melihat kegembiraan yang dihadidkan oleh keluarga Ardi dan Anisa ia berharap kebahagiaan itu dapat ia rasakan pula dapat tertawa dan bergembira bersama Ardi dan keluarganya, dilike nya foto foto tersebut lalu dikomennya. " Semoga kegembiraan ini menambah energi baru buat Pak Ardi dan keluarga ya bu... Salam buat pak Ardi" tulisnya di kolom komentar. "Mas ada salam tuh dari bu Dina" kata Anisa sambil matanya menatap telepon genggamnya.

__ADS_1


Ardi terdiam lalu berkata 'Oh.... salam balik aja" kata Ardi. " Bu Dina suaminya juga terlihat soleh" kata Anisa pelan, Ardi yang sedang minum air terbatuk batuk. "Kenapa mas?" kata Anisa sambil menepuk pelan punggung Ardi. " Kok kamu tahu suaminya bu Dina" selidik Ardi. " Kan ada fotonya sayang....." kata Anisa sambil menatap heran. " Fotonya?" kata Ardi sambil mencoba meraih ponsel Anisa. "Kenapa sih mas?" kata Anisa sambil menyerahkan ponselnya. "Emang mas enggak tahu suaminya bu Dina" ujar Anisa sambil menatap Ardi. "Emang mana foto suaminya?" kata Ardi menyelidiki. "Ini loh mas punggungnya aja yang difoto itu pun ngk terlalu jelas" kata Anisa sambil memperlihatkan foto dari akun Dina dilihatnya foto yang ia kenali itu adalah foto punggungnya ketika ia akan berangkat ke Masjid. "Mas pinjam HP nya yah mas mau lihat foto foto bu Dina" kata Ardi sambil matanya tak lepas dari ponsel Anisa. " Aku curiga jangan jangan mas naksir bu Dina yang cantik itu yah " kata Anisa menggoda lalu membawa beberapa piring kotor dan gelas. " Enggak ada salahnya naksir yang cantik sayang..." jawab Ardi sambil menjawil pinggang Anisa. "Wei... awasss yah... " kata Anisa sambil tertawa dan beranjak meninggakan Ardi yang asyik membuka buka akun Dina, dilihatnya foto foto Dina. "kamu mang cantik sayang, aku merindukanmu tak sabar ingin bersamamu lagi" gumamnya dalam hatinya. dilihatnya ada foto foto pernikahan namun diblur sehingga tidak jelas gambarnya. " Sudah mas sini Ponselku .." kata Anisa yang sudah berada di sampingnya. Ardi menyeeahkan ponsel Anisa, lalu beranjak kembali bergabung bersama keempat anak anaknya yang sedang berenang dan bercanda di kolam renang.

__ADS_1


__ADS_2