
Siang itu di Rest Area Jalan Tol yang terhubung antara kota di daerah Jabotabek Dina dan Ayu sedang asyik bercengkrama tertawa dan bercanda, suara Ayu yang terdengar cempreng mewarnai kebersamaan mereka, Dina hanya tersenyum dan tertawa kecil memdengar celoteh Ayu yang tak pernah putus dengan berbagai cerita dari A sampai Z, tiba tiba mata Ayu terbelakak melihat ke arah parkiran mobil, dilihatnya Ardi turun dari mobil disusul dengan Anisa dan ketiga putra putrinya. Dina terdiam melihat keluarga Ardi yang terlihat di depan matanya. "Say kamu enggak papa kan?" ujar Ayu perlaha. menatap bola mata Dina yang terkejut, baru semalam ia tidak bersama Ardi hatinya menahan rindu. "Tenang aku enggak papa dan harus menerima semuanya karena aku masuk dalam keadaan mas Ardi telah berkeluarga aku paham dan siap melihat ini dan ini yang memang ku inginkan" jawab Dina pelan, hatinya sebenarnya bergejolak ada rasa cemburu yang hadir melihat kemesraan Ardi pada Anisa, semuanya ditepis karena pernikahan yang ia lakukan murni karena keinginannya semata, diambilnya ponselnya lalu difotonya Ardi dan keluarganya tersebut dikirimkannya foto tersebut ke ponsel Ardi. Tak lama ponselnya berdering dia lihat Ardi menelponnya dan mencari sosoknya, sementara Anisa dan ketiga putra putrinya sedang berbelanja di mini market yang ada di Rest Area tersebut. " Sayang kamu di mana?" tanya Ardi di ujung telepon.
"Aku di sini sayang .." jawab Dina sambil tangannya melambai ke atas dengan segera Ardi menghampiri Dina.
"Sayang kamu, maaf yah mas enggak tahu " kata Ardi gugup sambil meraih tangan Dina yang segera mencium punggung tangan Ardi. "Jangan terlalu kelihatan yah maaf kan mas" lanjut Ardi masih dengan kegugupannya. "Tenang mas hatiku sudah ku siapkan untuk bisa menerima semuanya" Kata Dina hatinya menahan gemuru ingin dipeluknya sosok yang sangat dirindukannya itu, tapi tak mungkin, Ayu hanya menatap melihat Dina ia tahu Dina sudah siap dengan hal ini. "Wah maaf nih aku cuman jadi penonton baiknya aku pindah tempat yah" kata Ayu yang bersiap untuk berdiri. "Jangan say kamu di sini aja supaya mbak Anisa enggak curiga" kata Dina sambil menahan dan menarik lengan Ayu untuk duduk kembali. "Sama anak anak mas, Amirah dijemput juga untuk diajak nginap di puncak" tanya Dina yang mengenali Amirah anak kedua Ardi yang mondok di salah satu pesantren di Banten.
__ADS_1
"Iya sayang kebetulan Ammar juga lagi pulang jadi sekalian mas ajak anak anak nginap, dari sini sambil jemput Asraf" kata Ardi sambil menggenggam tangan Dina. "Mas kangen .." kata Ardi pada Dina perlahan. "cieee yang kangen" seloroh Ayu sambil memonyongkan bibirnya. Dina hanya tersenyum membalas genggaman tangan Ardi. "Aku juga mas ..."kata Dina sambil tersipu malu. " Mas lepas tangannya ada mbak Anisa ke sini " kata Dina dengan segera melepaskan pengangan tangan Ardi. Dengan segera Ardi menengok ke arah belakang dilihatnya Anisa yang sedang mencarinya, lalu dilambaikan tangannya ke arah Anisa.
"Nis sini ini ada bu Dina dan bu Ayu temannya bu Dina" panggil Ardi, dengan segera Anisa melangkah mendekati meja tempat mereka bertiga duduk.
"Sama sama mbak Anisa, diberikan jabatan yang pas karena kemampuannya juga bukan karena kebaikan saya dan juga Perusahaan lagi membutuhkan orang seperti pak Ardi ini" ujar Dina perlahan. "Jadi terhormat saya dipanggil Mbak" jawab Anisa sambil tertawa kecil. "Mbak kan lebih tua dari saya, enggak pa pa yah saya panggil mbak Anisa" kata Dina sambil tersenyum. "Alhamdulillah akhirnya kita ketemu juga yah bu Dina padahal biasanya kita saling menyapa dan komentar di dunia maya saja" kata Anisa sambil tetap berdiri berjajar di depan Dina, Ardi yang mendengarnya tersentak, ia menatap Dina ada kekawatiran dalam benaknya bila Anisa mengetahui tentang keadaan dirinya. Dina tersenyum menatap Ardi lalu menatap Anisa, ia tahu kekawatiran Ardi. "Bundaaaa... "teriak Aisyah yang berlari menghampiri mereka disusul langkah Ammar dan Amirah. "Iya nak ke sini" kata Anisa sambil melambaikan tangannya pada Aisyah, Ammar dan Amirah. "Ayo pada salam sama ibu Dina direkrur Ayah kerja" kata Anisa pada ketiga putra putrinya tersebut. "Tante... cantik sekali ..."celoteh Aisyah sambil mencium punggung tangan Dina dan diikuti oleh Ammar dan Amirah.
__ADS_1
" Ayo Ayah udah siang" kata Aisyah sambil mengelendot manja di bahu Ardi. "Iya sayang sebentar yah" kata Ardi sambil memeluk Aisyah. "Bu Dina pamit yah " kata Ardi sambil tersenyum menutupi kegugupannya.
"Oke selamat bersenang senang" kata Dina sambil menyalami ketiga putra putri Ardi dan memeluk Anisa. mereka berempat beranjak meninggalkan Dina. setelah agak jauh langkah Anisa dan anak anaknya. "Aku pamit sayang maafkan, senin waktuku untukmu" kata Ardi pelan sambil mengedipkan matanya. " Iya mas tenang saja berangkatlah temani keluargamu" kata Dina pelan sambil menutupinkegetiran hatinya dengan sebentuk senyuman tipis. dengan segera Ardi beranjak meninggalkan Dina.
"Say kamu enggak pa2 kan" kata Ayu dengan nada kawatir enggak sayang, matanya masih menatap punggung laki laki yang selalu dirindukannya itu.
__ADS_1