
Hari masih pagi ketika Ardi berangkat menuju Kantor dengan memgendarai taksi on line jam 06.30 Ardi sudah sampai di kantor, dengan segera Ardi memasuki kantor sambil membawa kotak kue dan tas kecil yang berisi satu stel pakaian" mari pak saya bantu bawakan " kata satpam yang menjaga pintu, satpam tersebut berdiri hormat kepada Ardi yang sudah dikenalkan sebagai manager di Perusahaannya ini, " ok terima kasih " lalu Ardi menyerahkan bawaannya ke satpam tersebut yang dia kenal sebagai pak Nano. "bu Dina sudah datang pak ?" tanya Ardi pada pak Nano. "belum pak biasanya sebentar lagi ibu datang" jawab pak Nano, "kalau bu Dina sudah datang kabarkan kalau saya sudah ada di ruangan saya. " iya pak nanti saya sampaikan" jawab Pak Nano sambil meletakkan tas dan kotak kue di atas meja kerja Ardi kerika mereka sudah memasuki ruangan Ardi. " permisi pak " ujar pak Nano sambil menunduk hormat. " terima kasih pak Nano" jawab Ardi. "sama sama pak "sambung pak nano lalu meninggalkan ruangan Ardi. tok tok tok suara pintu diketuk dari luar
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, halow mas Ardi" salam Dina dengan suara yang ceriah, jilbab pink yang dikenakannya begitu manis dan cantik serasi dengan baju kerja yang berwarna senada dengan jilbab yang dikenakannya, make up tipis dan lipstik berwarna salem natural terlihat manis terbalut dalam senyumnya yang selalu ceria. " Wa alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Ardi. "wah mas Ardi bawa apa ini" saut Dina sambil melihat kotak kue di atas meja. " ini kue lapis legit dari istri untuk Ibu direktur sebagai tanda terima kasih suaminya sudah diperkenankan bekerja di perusahannya" kata Ardi sambil menyodorkan kotak kue yang dibawanya.
__ADS_1
" Asyiiikkk keliatannya enak " seru Dina sambil mengambil kue lapis yang sudah terpotong rapi, lalu menggigit kue tersebut perlahan. "hemmmm rasanya enak banget, ini buat sendiri mas" lanjut Dina.. " iya ini buat sendiri, istri yang buat " jawab Ardi tersenyum " aku suka mas, kue nya enak banget, ini buat kita di jalan yah" kata Dina sambil menikmati lelezatan kue lapis buatan Anisa Istri Ardi.
" mas ini buat mas " lanjut Dina sambil menyerahkan papper bag kepada Ardi " apa ini ? " tanya Ardi. "buka saja " jawab Dina. dengan cekatan Ardi mebuka papper bag tersebut ternyata sebua Ponsel dengan layar lebar yang bisa dijadikan note karena ada e pen yang melengkapinya. " itu untuk mengganti buku Agenda mas, jadi mas bisa langsung menulisnya di situ tidak usah di agenda, disitu juga ada beberapa aplikasi yang bisa mendukung pekerjaan mas Ardi" ujar Dina. "waduh jadi kemarin kamu melihat buku agenda catatanku yah hahahahaha.. aku memang selalu mencatat di buku agenda apa pun untuk bisa menjadi masukan dan point untuk langkah dan strategi, pake ini akan lebih cangih" kata Ardi sambil mengusap ponsel kerja tersebut. " apa ini ngk berlebihan, aku jadi malu " lanjut Ardi perlahan."enggak adabyang berlebihan mas, itu semua untuk memdukung keeja mas, aku rasa ponsel ini mas gunakan untuk kerja, simpan no no penting yang terkait pekerjaan di sini
__ADS_1
"aku sudah mengaktifkan ponsel dan no nya mas, mas tinggal pake saja, no hp juga sudah aku simpan, profil perusahan dan segala hal tentang perusahan sudah ada di situ" lanjut Dina. " ok ibu Direktur cantik ... saya siap laksanakan" jawab Ardi sambil tersenyum membuat pendar di hati Dina semakin bertalu, namun diredamnya perlahan. bunyi ponsel Dina berdering " sebentar mas aku angkat telp dulu" kata Dina sambil memgangkat telp. " bu maaf saya ngk bisa kerja hari ini, istri saya Sakit bu harus dirawat ini baru masuk IGD" ujar suara di ujung telepn "iya ngk pa pa semoga istrinya cepat sembuh" jawab Dina lalu menutup telepon, " supir kantor enggak bisa masuk hari ini karena istrinya sakit, nanti biar pak Nano aja yang supirin mobil kantor, untuk antar kita ke beberapa resto" kata Dina pada Ardi. " biar aku saja yang supirin tidak usah nyuru pak Nano" lanjut Ardi. " bener enggak pa pa enggak capek, kita akan putar putar loh" kata Dina. " In Syaa Allah enggak capek udah biasa muter muter mantan marketing keliling kan jadi udah biasa di lapangan" jawab Ardi. " ok kalau gitu kita pake mobil aku aja, mobil Dinas mas baru nanti siang diantar orang show room.
" mobil Dinasnya baru" ujar Ardi. " iya mas baru, pokoknya mobil oke lah, mas pasti suka" kata Dina. " ayo mas sudah siang kita berangkat sekarang, sambil menelpon ke security " pak Nano tolong bawakan tas dan berkas yang mau kami bawa" kata Dina. "baik bu "kata pak Nano di ujung telepon. Tak lama pak Nano datang dan membantu membawakan tas dan kotak kue beserta beberapa berkas.
__ADS_1