
Ardi memasukkan sepedanya ke dalam garasi dillihatnya di depan rumahnya terparkir mobil yang sangat familiar di matanya, setengah bertanya tanya ia masuk ke dalam rumahnya. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salamnya sambil melihat ke ruang tamu rumahnya tampak istrinya dan dua orang tamu, yang sebelumnya sangat akrab dan selalu menjadi panutannya dalam bekerja.
" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab kedua tamunya, yang sedang duduk mengobrol dengan Anisa istrinya.
" Eh ada Pak Sahrul dan bu Inge, apa kabar ?" tanya Ardi sambil menyalami keduanya. "Kabar kami baik pak Ardi, bagaimana kabar Pak Ardi ?" kata bu Inge
"Alhamdulillah baik bu" jawab Ardi sambil tersenyum. "Sudah lama nungguin saya pak Syahrul dan bu Inge maaf yah tadi masih asyik goes" lanjut Arfi pula.
__ADS_1
"Baru sampe pak, santai saja" kata pak syahrul sambil tersenyum.
" Kalau tahu bapak dan ibu mau ke rumah saya tadi ngk pergi gowes." ujar Ardi.
"enggak apa apa pak, kami juga tidak mengabarkan dulu, sekedar ingin silaturrahmi" jawab bu Inge sambil tersenyum
"Tuh lihat prestasinya pak Ardi terpampang di ruang tamu rumah" timpal pak Syahrul sambil matanya melihat dinding dan lemari pajangan yang terpampang berbagai piagam dan pelakat yang sudah diterima oleh Ardi tiga tahun terakhir, piagam penghargaan dan plakat sebagai marketing terbaik setiap tahunnya.
__ADS_1
"Apalah arti sebentuk piagam dan plakat, yang telah saya raih dan itu hanya sepenggal episode sebuah pengalaman berharga yang akan tetap membuat saya mengambil ilmu dari berbagai hal yang pernah saya dapatkan dari ibu dan bapak dan juga para trainer yang telah menempa saya" tutur Ardi sambil matanya menatap pelakat berwarna gold yang ada di lemari pajangan yang ada di ruang tamu tersebut.
" Pak Ardi saya sudah bicara dengan team managemen mereka akan mencairkan komisi bapak yang ditahan beberapa bulan tersebut, dan mengajak bapak untuk bertemu hari rabu depan untuk mengakrifkan kembali bapak dan team " saut bu Inge dengan kata kata yang perlahan. "saya akan pikirkan kembali bu dan juga akan membicarakan dulu dengan team apakah mereka masih mau kembali aktif atau tidak." jawab Ardi. "ayo silahkan sambil disambi dicicipi hidangan ala kadarnya ini" lanjut Ardi sambil tangannya meneguk teh hangat yang telah disediakan Anisa istrinya. "iya pak terima kasih dari tadi udah saya makan kue kuenya enak dari dulu buatan bu Anisa selalu enak kue kuenya, saya enggak bisa bu kalau soal buat membuat kue, pernah nyoba buat tapi hasilnya selalu gagal" ujar bu Inge sambil tertawa kecil.
" Ibu kan sibuk di kantor jadi urusan perkuean tidak pernah utak atik tapi kalau urusan kantor kan jagonya, kalau saya biasa ngupreknya sama tepung, gula, telur dan kroni kroninya jadi udah biasa bu " jawab Anisa merendah sambil tersenyum. mereka bercengkrama mengobrol berbagai hal dengan diringi tawa dan canda kecil. Ardi dan Anisa memang akrab dengan bu Inge dan Pak Syahrul sepasang suami istri yang karirnya melejit di bidang marketing keuangan mereka berdua leader sekaligus mentor bagi Ardi.
Setiap akhir tahun Ardi dan keluarganya selalu diundang menikmati liburan keluarga oleh pak Syahrul dan bu Inge sebagai hadiah prestasi yang telah diukir oleh Ardi, sehingga mereka sekeluarga sudah akrab karena seringnya berinteraksi bersama keluarga mereka saat liburan akhir tahun.
__ADS_1
Sepeninggal Pak Syahrul dan bu Inge Anisa dan Ardi masih duduk di ruang tamu mereka berdua membahas penawaran untuk aktif kembali. "mas aku rasa baiknya mas aktif kembali seperti dulu, agar ekonomi keuangan kita tidak serumit sekarang" perlahan Anisa berkata sambil mengelus punggung tangan Ardi suaminya. "entahlah sayang mas harus membangun semua dari awal lagi, team hampir semuanya sudah kocar kacir "keluh Ardi sambil menggenggam tangan Anisa. "kamu pasti bisa mas bangkit lagi bangun lagi dari awal, apa lagi melihat Pak Syahrul dan bu Inge yang datang memintamu kembali untuk memulai lagi, aku yakin kamu pasti bisa.."kata Anisa menyemangati sambil menganggat kepalan tangannya, dan menyungging senyum yang menguatkan kepada Ardi. "nanti aku coba pikirkan dan aku coba menghubungi team untuk melangkah lagi dari awal" jawab Ardi sambil memegang pundak Anisa. "mas pasti bisa... " gumam Anisa perlahan. "mas belum cerita kan kalau mas dapat tawaran kerja " kata Ardi pada Anisa, Anisa menggeleng sambil mentap Ardi. "kerja apa mas dan di mana?" tanya Anisa. "besok pagi jam 8 mas mau ke kantornya, mas mau coba cari tahu pekerjaannya apa, kalau cocok dan mas bisa mengerjakannya rasanya mas akan terima, untuk membangkitkan team tetap akan mas lakukan di sela sela pekerjaan" jawab Ardi pada Anisa. "doakan yah sayang agar ada pekerjaan yang bisa mencerahkan ekonomi keluarga kita" lanjut Ardi. "aku selalu mendoakan dan mendukungmu apa pun yang akan mas putuskan" kata Anisa.