Kepak Sayap Yang Patah

Kepak Sayap Yang Patah
Ucapan Selamat


__ADS_3

Pagi hari di kantor PT. Faradina Catering & Resto, Ardi memarkirkan kendaraan di tempat parkir khusus direksi, setelah terparkir dengan lurus ia turun dan membukakan pintu untuk Dina istrinya, mereka berdua berjalan menuju pintu kantor di depan pintu kantor Pak Nano tersenyum menyambutnya dan membuka kan pintu, di dalam mereka berdua disambut seluruh karyawan yang membawa buket bunga. "Selamat yah bu Dina atas pernikahannya dengan pak Ardi" ujar mereka bersamaan sambil bersorak dan menyerahkan buket bunga pada Dina yang tersenyum bahagia. "Terima kasih ..." kata Dina sambil menyalami karyawannya satu persatu, begitupun dengan Ardi yang mengiringi langkah Dina, tampak seseorang yang melihat sinis ke arah mereka dan berdiri agak menjauh dari kegembiraan seluruh karyawan. Satrio yang melihat sinis dan tidak menyukai pernikahan Dina dan Ardi itu tangannya mengepal geram dan marah dan diam diam ia beranjak menuju ruangannya di lantai dua, ia marah pada Dina ia yang begitu berharap untuk menikahi Dina tak pernah digubris sedikitpun Dina selalu menghindar dan mengelak uluran cinta yang ia berikan keinginannya menikahi perempuan itu bukan tiada maksud ia ingin menguasai kekayaan milik Dina, dari pertama ia melihat keakraban yang terjalin antara Dina dan Ardi semakin curiga apa lagi secara tiba tiba Ardi menjadi manager sekaligus atasannya. hatinya kesal dan marah, sambil mengepal tangannya ia menyeringai licik ia punya rencana untuk menghancurkan Ardi dan membuat Dina tidak lagi mempercayainya. sementara di lantai bawah semua masih berkumpul mengelilingi Dina dan Ardi, "Kapan pestanya bu " celetuk salah satu karyawati. " Iya bu kapan ?" kata yang lain.


"In Syaa Allah nanti yah, nanti kita akan buat acara syukuran pernikahan yang meriah" jawab Dina masih dengan senyumnya.

__ADS_1


Ardi yang mendengar semua pertanyaan hanya tersenyum. "Untuk hari ini semua akan mendapatkan makan siang gratis dari saya" kata Dina masih dengan senyumnya, "Alhamdulillah ....terima kasih bu" seru mereka sambil bertepuk tangan, dari dalam ruangan keluarlah bu Indari sambil membawa kue tart yang di atasnya ada sepasang pengantin dengan tulisan Happy Wedding Bu Dina dan Pak Ardi. "Selamat bu...." katanya lalu menyerahkan kue tart tersebut kepada Dina dan Ardi. " Ya Allah indah betul bu Indari kue tartnya, terima kasih.... kejutannya" kata Dina. "Saya dan mas Ardi rencananya akan merahasiakan pernikahan ini tadinya sebelum acara syukuran dilaksanakan, namun apa boleh buat ternyata semua sudah tahu, pasti infonya dari bu Ambar yah" ujar Dina dengan suaranya yang terdengar ceriah. "Iya bu kami tahunya dari bu Ambar foto ibu waktu pernikahan di rumah sakit juga sudah tersebar di grup WA" kata bu Indari sambil memperlihatkan foto foto pernikahan tersebut. Ardi tersentak melihat foto pernikahan tersebut. "Bapak ibu foto foto itu untuk kalangan kita kita saja saya mohon untuk tidak disebarluaskan" kata Dina sambil matanya melirik ke arah Ardi yang tersentak. Dina tahu perasaan Ardi yang ingin pernikahannya tidak tersebar luas dulu sebelum restu Anisa didapatkannya.


" Bu Indari nanti jam sepuluh kita ada meeting beritahu yang lain" kata Dina ke arah Indari. "Kuenya dipotong bu indari tolong dibagi bagi" sambung Dina pula. " Oke terima kasih sambutan dan ucapannya saya dan bu Dina pamit ke ruangan" kata Ardi dengan tetap tersenyum dan menarik tangan Dina untuk beranjak dari lobby menuju ruangannya di lantai tiga. di dalam lift tangan mereka berdua saling menggenggam, mata mereka saling beradu ada gemuruh cinta yang kian membara di antara mereka." Mas kerjanya di ruanganku saja yah, aku masih agak lelah" kata Dina sambil menarik tangan Ardi memasuki ruangannya. "Iya sayang, lelah yang semalam yah sayang ..." kata Ardi sambil menggoda Dina. " Ikh mas udah akh jangan ngomongin itu, malu nanti ada yang dengar" Jawab Dina sambil mencubit tangan Ardi. "Aduhhh cubitanmu ...." teriak Ardi. "kenapa mas sakitkah" kata Dina panik. "Iya sakit yang membuat hatiku semakin yakin padamu" jawab Ardi sambil meraih pinggang Dina dan memeluknya."Aku memcintaimu sayang" bisik Ardi di telinga Dina. "Masss... aku juga mencintaimu.."jawab Dina sambil bersandar di dada bidang milik suaminya tersebut. " Desahannya kayak yang semalam mas dengar" goda Ardi sambil tertawa kecil. "Mas ikh nakal ... " jawab Dina mukanya bersemu merah lalu melepaskan pelukannya. " Udah akh mas kita obrolin kerjaan dulu, entar jam 10 kita meeting, mas yang pimpin meetingnya rencananya mas akan melalukan apa untuk peningkatan produksi di perusahan kita ini" kata Dina sambil duduk di kursi direktur dengan segera Ardi membuka laptopnya dan mempresentasikan rencana dan program yang akan dilakukannya dengan slide power point, satu persatu ia bahas secara rinci, Dina mendengarkan dengan seksama setiap hal yang dijelaskan oleh Ardi. sesekali ia memberikan pendapat. Hatinya terpesona oleh gaya penjelasan Ardi yang mudah dipahami, gerak tubuh Ardi yang memjelaskan secara rinci membuatnya yakin bahwa perusahaannya akan semakin meningkat penjualannya. Ditatapnya tanpa kedip laki laki yang membuatnya terpesona semenjak ia melihatnya pertama kali di danau itu, setiap hari minggu ia selalu datang untuk melihatnya, hatinya semakin bergetar ketika keakraban semakin terjalin, sambil bersyukur ia dapat memilikinya, memiliki cintanya walau posisinya hanya sebagai istri kedua tapi hatinya tetap bahagia. " Sayang .... kok ngeliatainnya gitu sih terpesona yah sama ketampanan dan kegagahanku" kata Ardi sambil menjawil bibir ranum Dina yang menggemaskan. "Ups ... mas... Ge er banget sih .." jawab Dina sambil memonyongkan bibirnya, membuat Ardi gemas lalu ditariknya tubuh Dina yang ramping berisi dalam pelukannya. Dina dengan baju dan hijabnya berwarna pink itu begitu menggodanya."Nanti malam aku makan lagi yah.." bisik Ardi pada Dina, tiba tiba terdengar ketukan di pintu

__ADS_1


"Ayu maaf ... mendadak sayang...." kata Dina sambil tersenyum. "kenalkan ini mas Ardi suamiku say..." kata Dina, Ardi yang menatap Ayu tersenyum lalu menangkupkan kedua tangannya di dadanya.


"Ya ampuuunnn Dina pinter bener dapetin suami yang super ganteng.... " kata Ayu sambil menutup mulutnya. "Ini yang suka kamu ceritain ke aku kalau di danau kamu selalu melihat mahluk ganteng yang sering kamu rindukan.." kata Ayu namun Dina lalu menutup mulut Ayu. " Hush sudah diem ..." kata Dina sambil nyengir pipinya memerah menatap Ardi. Ardi kaget mendengar ucapan Ayu. namun ia lalu menutup laptopnya. "Sayang aku ke ruanganku dulu, biar ngobrolnya enggak terganggu, jam 10 nanti aku jemput untuk langsung ke ruang meeting masih ada waktu satu jam lagi" kata Ardi sambil berlalu dan keluar dari ruangan Dina. "Ayuuu... ngapain pake ngomong ngomong itu sihhh, mas Ardi jadi tahu.... " kata Dina kesal. "Maaf say aku keceplosan" kata Ayu, sambil membungkuk. lalu mereka mengobrol menceritakan berbagai hal. Ayu memang sahabat dekatnya Dina, sahabat yang menjadi tempat curhat Dina, Ayu yang ceria, ceplas ceplos dan baik hatinya membuat Dina nyaman bersahabat dengannya, seluruh karyawan mengenal Ayu sebagai teman akrab dari Dina Direktur mereka pemilik Perusahaan tempat mereka bekerja.

__ADS_1


__ADS_2