Kepak Sayap Yang Patah

Kepak Sayap Yang Patah
Hangatnya Cinta


__ADS_3

Setelah menunaikan sholat dzuhur Ardi menyapa beberapa orang tetangganya yang juga Pengurus Masjid di perumahannya, setelah bertegur sapa Ardi melangkah pulang menuju rumahnya, hatinya gelisah kawatir akan Dina istri keduanya yang sedang sakit. "Assalamualaikum Waraatullahi Wabarakatuh" salam Ardi ketika memasuki rumahnya, dilihatnya Anisa dan Aisyah yang sedang sholat berjamaah di musolah kecil rumahnya. dimasukkannya beberapa helai pakaiannya ke dalam tas kecil yang sudah disiapkan oleh Anisa di dekat lemarinya, tiba tiba ponsel kerjanya berbunyi, diangkatnya panggilan telp dari Dina, hanya Dina seorang yang akan menghubunginya di ponsel kerja tersebut. "mas di mana cepetan ke sini" tanya Dina di ujung telepon. " iya sebentar lagi ke sana tunggu yah" jawabnya perlahan, " ini mau jalan" jawabnya lagi lalu menutup ponsel kerjanya dan menyimpannya dalam tas cangklongnya. ia tidak ingin Anisa curiga dan mendengar pembicaraannya, sehingga ia menjawab telp Dina, pendek pendek dan terlihat resmi. " mas sudah mau berangkat ?" tanya Anisa yang sudah berdiri di hadapannya "iya sayang, mas sudah ditelp barusan untuk segera ke kantor" kata Ardi dengan kebohongan yang dibuatnya lagi. "ya sudah hati hati, jaga kesehatannya" jawab Anisa.

__ADS_1


" oh iya mas, sabtu dan minggu depan jadwal kita jenguk anak anak di pondok" lanjut Anisa pada Ardi. " iya In Syaa Allah kita jenguk anak anak, siapkan saja keperluan anak anak, barusan aku sudah transfer ke rekeningmu untuk keperluan belanja dan keperluan anak anak" kata Ardi pada Anisa, dengan senyum Anisa mencium punggung tangan Ardi. "terima kasih mas, semoga rezeki mas semakin berkah" jawab Anisa, Ardi memeluk Anisa dan mengecup keningnya. "maaf yah sayang mas tinggal lagi, baik baik di rumah kalau ada apa apa segera telepon yah" kata Ardi lalu melangkah perlahan sambil membawa tas pakaiannya. " Ayah mau pergi lagi ? " tanya Aisyah yang masih mengenakan mukenanya. "Iya sayang, Aish jagain bunda yah, hari sabtu minggu kita jenguk Mbak Amirah dan Mas Asraf yah nanti kita nginap di hotel yang ada kolam renangnya biar Aish bisa berenang sepuasnya" ujar Ardi pada Aisyah. "Asyiiikkkk bener yah yah, Aish udah lama enggak berenang" seru Aisyah dengan wajah gembira dan mencium punggung tangan Ardi, Ardi mencium kening Aisyah putrinya lalu segera beranjak menuju mobil CRV, memasukkannya ke dalam bagasi mobil. " koper siapa itu mas" kata Anisa ketika melihat bagasi mobil yang di dalamnya ada koper kecil milik Dina. "oh ...punya bu Dina tadi aku lupa mengeluarkannya, nanti diantar pak Nano security kantor" jawab Ardi dengan sedikit gugup namun ia berusaha menutupinya. " Mas berangkat yah. Assalamualaikum Waraatullahi wabarakatuh" salam Ardi lalu memasuki mobil. " Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, hati hati mas jangan ngebut yah" kata Anisa sambil tersenyum. Perlahan Ardi mulai melajukan mobilnya dan melambai pada Anisa dan Aisyah yang berdiri berdua melepas kepergiannya. ada rasa bersalah yang menyelimuti hati Ardi, namun ia segera menepisnya, hati yang lainnya berkata bahwa ia sudah bisa menjadi laki laki yang berguna kembali untuk keluarganya permasalahan ekonomi keluarganya sudah dapat diatasi, ia akan berusaha memajukan perusahan Dina yang saat ini telah menjadi istrinya, ia ingin menjadi penopang untuk keduanya, Dina yang punya segalanya namun gersang kehidupan pribadinya, ia ingin menjadi embun yang menyejukkan untuk Dina menyayanginya dan melindunginya, ia pun ingin tetap menjadi kepala keuarga bagi Anisa dan anak anaknya melindungi dan menafkahinya, Ardi merasa keputusannya tidak salah ia melakukannya untuk kebaikan keduanya.

__ADS_1


Sebelum sampai di apartemen milik Dina, Ardi berhenti sebentar di pasar moderen, ia belanja keperluan dapur untuk di apartemen, ia ingin membuat masakan untuk Dina. Setelah selesai berbelanja Ardi bergegas menuju mobil dan melajukannya ia kawatir Dina menunggunya terlalu lama, dengan kecepatan tinggi dikemudikannya CRV yang saat ini begitu familiar baginya, seolah kendaraan itu sudah mulai menyatu, seperti pemiliknya yang sudah menjadi bagian dari kisah hidupnya saat ini. Sampai di apartemen Ardi segera membawa koper tas, dan belanjaannya menaiki lift menuju ruangan apartemen Dina. "Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh" salam Ardi perlahan, dilihatnya Dina masih terbaring. "sayang .... gimana kondisimu" tanya Ardi perlahan sambil mengusap punggung Dina.

__ADS_1


" Baiklah kita sholat sunah dulu yan dua rakaat" kata Ardi, Dina mengangguk perlahan dadanya bergemuruh berdetak kencang, selesai sholat sunah dua rakaat Dina melayani Ardi dengan sepenuh cinta, ia benar benar diperlakukan dengan lembut oleh Ardi kata kata cinta memenuhi hubungan intim mereka, Dina melayang meraih kenikmatan dunia begitupun dengan Ardi bisa merasakan kenikmatan ketika memberikan nafkah bathin untuk Dina istrinya.

__ADS_1


__ADS_2