Kepak Sayap Yang Patah

Kepak Sayap Yang Patah
Dinikahkan


__ADS_3

Malam di rumah sakit Ardi masih setia menemani Dina, menyuapi makannya, mengantarnya ke kamar mandi, sedangkan bu Ambar datang membawakan makan dan minum untuk Ardi. Hari semakin malam ketika mang Obet paman Dina datang diantar bu Ambar, mang Obet datang bersama istrinya. Ardi datang memghampiri lalu menyalami mang obet dan istrinya. " Ini yang mamang takutkan kamu sakit untung ada nak Ardi yang mau menjaga kamu" kata mang Obet sambil menjawil hidung Dina. "Maaf kan Dina mang, Dina jadi merepotkan mamang sama bibi, ini mas Ardi, manager di perusahan Dina sekaligus saat ini teman dekat Dina" kata Dina perlahan. " Neng kalau sudah ada teman dekat kenpa enggak langsung disyahkan saja biar mamang dan bibi tenang, kalau sudah sama muhrimnya kan enggak akan riskan lagi mau nagapain nagapain juga, mau sama sama juga kalau berduaan bukan muhrim yang ketiganya setan neng nanti dibisikin jadilah bencana adzab dan dosa tapi kalau sama muhrim jadinya pahala syurga." tutur mang obet dengan logat sundanya yang kental." Ardi kamu serius sama Dina kalau serius kamu siap kalau mamang nikahin kamu" kata mang Dina tanpa tedeng aling aling menanyakan hal tersebut pada Ardi. "Serius mang saya bersedia menikah dengan Dina, bersedia menjaganya. semoga mamang mau merestui" jawab Ardi yakin akan keputusannya. "Baiklah besok pagi mamang akan menikahkan kalian, agar hati mamang sama bibi lebih tenang, kalau sudah syah secara agama mamang minta kamu urus secara negara biar jelas pernikahan kamu sama Dina saat ini mah biar Dina ada yang jaga dan hati mamang jadi lebih tenang, kamu mau minta mas kawin apa Dina? " kata mang Obet. " waku cuman minta mas Ardi membaca surah Arrahman , itu mas kawin nya mang" kata Dina perlahan


"Yah mang hanya itu, aku tidak minta banyak tidak mau apa apa cuman bacaan surah arrahman saja" lanjut Dina meyakinkan pamannya.

__ADS_1


"Baiklah persiapkan saja untuk besok pagi"saut Mang Obet


pagi hari di ruangan vip itu tampak ada sedikit persiapan beberpa hiasan bunga memenuhi ruangan rawat bu Ambar sibuk membantu segala persiapan pernikahan Ardi dan Dina, Ardi semalaman tak bisa nyenyak tidur diambinya wudhu lalu sholat tahajut memohon dimudahkan dan memohon agar langkah dan keputusannya tidak salah, terbayang wajah Anisa, Anisa pasti akan bisa menerimanya katanya perlahan, nanti ia akan meminta ijin dan restu untuk mensyahkan pernikahannya dengan Dina.

__ADS_1


"Nak Ardi saya sudah tanya banyak sama Dina saya harap kamu bisa berlaku adil, saya harap kamu dapat menjaga dina jangan pernah sia siakan dia, dia hanya punya saya tidak punya siapa siapa lagi. setelah akad sepenuhnya saya serahkan tanggung jawab kepadamu ini ada surat pernyataan bermaterai yang menyatakan bahwa pernikahan ini karena keinginanmu bukan dipaksakan oleh siapa pun" kata mang Obet pada Ardi sambil menyerahkan surat pernyataan, oh iya ini ada kuasa hukum Dina pak Rahman SH yang akan mengurus segala surat surat resmi agar tetcatat oleh negara" kata mang Obet sambil mengenalkan seorang laki laki berkacamata. "salam kenal pak Ardi saya pak Rahman, saya kuasa hukum bu Dina sekaligus kuasa hukum dari PT. Faradina catering & resto" sambil menjabat tangan Ardi, Ardi hanya tersenyum "oke saya siap mang" kata Ardi lalu Ardi menandatangani semua berkas yang disodorkan mang Obet setelah sebelumnya Ardi membaca dan menelahah bunyinya. selesai menandatangani berkas. Ardi membaca surah Arrahman sebagai mas kawin yang diminta oleh Dina setelah itu akad nikah Ardi menjabat tangan Mang Obet "saudara Ardiansyah saya nikahkan engkau dengan keponakan saya Faradina binti Nugraha dengan mas kawin bacaan surah Arrahman dan logam mulia seberat lima gram dibayar tunai" saya terima nikahnya Faradina Binti Nugraha dengan mas kawin tersebut" kata Ardi dengan jawaban akad dan qobul dengan lancar. "Barakallah semoga pernikahan kalian diridoi oleh Allah, kata mang Obet lalu memeluk Ardi. "nak Ardi sekarang kalian sudah syah, rawat istrimu yang sedang sakit ini" sambung mang Obet, " Ayo Dina cium tangan suamimu" Dina memcium punggung tangan Ardi dan Ardi mencium kening Dina istrinya. " Cepat sehat yah sayang..." bisik Ardi pada Dina,


Dina tersenyum"Iya mas aku akan semangat sehat, untuk kamu" kata Dina perlahan, dihatinya terbetik mbak Anisa maafkan aku semoga mbak mau berbagi mas Ardi untukku.

__ADS_1


Hari semakin siang karena berbagai urusan mang obet dan keluarganya berpamitan, bu Ambar pun telah berpamitan, tinggal Ardi dan Dina. Ardi dengan setia Menyuapi Dina. "ayo cepat sembuh sayang kita mau bulan madu" kata Ardi. "Iya mas besok aku mau pulang" kata Dina perlahan "Semoga dokter mengijinkan pulang yah sayang" bisik Ardi sambil mengecup lembut kening Dina.


__ADS_2