
Setelah menunaikan sholat Ashar di Masjid yang hanya beberapa langkah dari rumahnya. Ardi bergegas pulang ke rumahnya.
Ardi memang selalu sholat berjama'ah di masjid setiap waktunya.
Dalam perjalanan ke mana pun ia selalu berhenti di masjid ketika memasuki waktu sholat, rutinitas ibadah seperti itu didirikannya semenjak Ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, hatinya sudah begitu mencintai masjid dan berusaha selalu menegakkan sholat tepat waktu.
" Assalamualaikum warahmatullahhi wabarakatu" salam Ardi sambil membuka pintu rumahnya, tidak ada jawaban dari Anisa istrinya, dilihatnya Anisa sedang sholat Asar di musholah kecil di dalam rumahnya,
Ardi tersenyum lalu meraih Al Qur'an kecil di rak dekat musholah dengan perlahan dia mengaji meneruskan bacaan juz dalam Al Qur'an, yang sudah menjadi kebiasaannya menamatkan satu juz perhari untuk ia lafalkan dengan suara perlahan untuk itu ia selalu membaca Al qur'an beberapa halaman setelah Sholat wajib yang didirikannya.
Anisa yang telah menunaikan sholatnya segera melepas mukena putihnya lalu melipatnya dan diletakkannya di rak yang berada di dekat musolah kecil rumahnya. Bergegas Ia ke dapur membuatkan segelas teh hangat tanpa gula dan sepiring kue bolu lapis yang sudah dipotong potong dan tersusun di atas piring dibawanya teh dan kue tersebut ke depan suaminya yang masih mengalunkan ayat suci Al Qur'an dengan suara lirih, diletakkannya di atas meja kecil di hadapan suaminya.
"Tehnya mas, diminum dulu selagi masih hangat" katanya sambil mengelus lembut punggung suaminya.
"Iya sayang terima kasih" saut Ardi sambil mengecup kening Anisa, dan mengakhiri bacaan Al Qur'an lalu melipat batas bacaannya.
__ADS_1
"Rambutnya basah kenapa sayang ? "lanjut Ardi sambil menggoda.
"Ish mas sudah akh diam.." jawab Anisa dengan muka bersemu merah, teringat selepas sholat Dzuhur ia menunaikan kewajibannya sebagai istri melayani suaminya melepaskan syahwatnya, di saat sepi rumahnya, karena Aisah putri bungsunya sedang tidak ada di rumah sedangkan ketiga putra putrinya yang lain sedang berada di pondok dan kuliah di luar kota.
Ardi tertawa kecil lalu meminum tehnya dengan perlahan, air teh yang hangat membasahi tenggorokkannya dan menghangatkan dadanya. lalu diambilnya kue bolu lapis yang disuguhkan istrinya.
"Kue buatanmu selalu enak sayang"pujinya pada istrinya yang masih menemaninya minum teh.
Anisa hanya tersenyum kecil mendengar pujian yang dilontarkan Ardi kepadanya. Terdengar ring tone handphone Ardi diraihnya dan digeserkannya tanda terima untuk menjawab panggilan tersebut "Assalamualaikum bos.. Apa Kabar? jadikan merapat ke cafe Delima, saya dan Agus sudah otw lokasi nih jangan sampai enggak bos, ada peluang yang akan kita bicarakan, Pak Sahrul juga mau datang katanya kangen sama mu bos ngk pernah datang ke kantor lagi dan juga ngk pernah komen komen di grup" seru Herman temannya di ujung telepon
"Oke, sampai jumpa di Cafe Delima" lanjut Herman pula masih di ujung telepon. "Assalamualaikum" salam Herman sambil menutup teleponnya
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Ardi.
"Sayang aku mau ke cafe Delima yah doakan semoga ada peluang untuk menambah penghasilan kita dan tidak membuatmu pusing memikirkan pengeluaran kita yang besar" kata Ardi pada Anisa, sambil beranjak untuk segera mengganti baju kokonya dengan kaos berkerah yang santai.
__ADS_1
" Iya sayang, Aamiin semoga ada peluang sehingga semua pengeluaran bulanan kita dapat segera teratasi" jawab Anisa sambil membawa kue dan gelas yang telah kosong kembali ke dapur.
" Mas berangkat yah sayang, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam Ardi kepada Anisa sambil mencium keningnya, dengan takzim Anisa mencium punggung tangan suaminya."hati hati di jalan mas"jawab Anisa dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibir mungilnya yang selalu membuat Ardi gemas melihatnya. dengan segera Ardi mengeluarkan motornya dari Garasi. "Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh Ayah... " salam Aisah yang sudah ada di depannya dengan sepeda mini kesayangannya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh eh anak ayah yang cantik sudah pulang " jawab Ardi sambil menjawil hidung bangir Aisah.
"Ayah mau ke mana?" tanya Aisah sambil memeluk manja Ardi.
"Ayah ada perlu sebentar, Ais temenin bunda yah jangan main ke mana mana lagi? sudah sholat ashar belum ?".
"Sudah dong yah, setelah Azan tadi Aish langsung sholat bareng teman teman, yah jangan lupa ole olenya, Aish lagi kepengen makan bakso kayaknya" kata Aisyah sambil tersenyum
."In Syaa Allah sayang...." saut Ardi sambil mengenakan masker dan Helmnya.
"Ayah berangkat duku ya, jangan main ke mana mana jagain bunda" lanjut Ardi. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"salam Ardi pada putri bungsunya Aisah yang cabi kedua pipinya."Waalaikumsalam warahmatullahibarakatuh, siap ayah aku enggak akan ke mana mana pasti aku jagain bunda "saut Aisyah setengah berteriak agar terdengar oleh ayahnya yang sudah menstater motornya dan melaju meninggalkannya.
__ADS_1