
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam Ardi ketika memasuki rumahnya perlahan dibukanya pintu terlihat Aisyah yang sedang fokus menonton film kartun kesayangannya.
" Ayah abis sepedahan ke mana? Ais ngk diajak, Ais kan pengen ikut ayah" berondong Aisyah.
" Maaf yah sayang tadi ayah langsung berangkat saja ngk ajak Ais.. lain kali kita sepedahan bareng yah, mana Bunda sayang " kata Ardi sambil tersenyum.
"Bunda lagi mandi ayah, tadi bunda masak pindang Patin kesukaan ayah" .
" Wah pantas harum masakan bunda tercium dari luar" jawab Ardi pada putri bungsunya. Segera dihempaskan tubuhnya di atas sofa sambil menyeka peluhnya dengan handuk kecil. dipejamkan matanya perlahan,
Anisa semoga kamu tidak marah lagi batinnya, maafkan ketidakberdayaanku ini ... bulir bening menetes dari kedua matanya dengan segera dihapusnya, agar tidak terlihat oleh Anisa ataupun anaknya Aisyah,
lalu Ardi beranjak ke dalam kamarnya sambil merebahkan diri di atas kasur.
Tak lama Anisa yang sudah selesai mandi menghampirinya wajahnya terlihat segar dan cantik tanpa polesan make up
" Mas bangun mandi dulu sana " sahutnya lembut sambil mengusap lembut wajah Ardi. " Maafkan mas yah sayang, mas yang tidak berdaya dan tak berguna saat ini" keluh Ardi pada Anisa, matanya terlihat meredup penuh tekanan.
__ADS_1
" Mas seharusnya aku yg minta maaf, semua ini bukan salah mas tapi semua ini adalah keadaan, keadaan di mana kita sedang diuji, maafkan tadi subuh kata kataku kasar " lirih Anisa, bulir bening menetes di kedua pipinya yang halus dengan segera Ardi memeluk istrinya.
"Mas akan berusaha mengerjakan apa pun untuk menambah penghasilan keluarga kita, sabar ya sayang, mas sore ini akan ngumpul bareng team semoga ada info untuk solusi keuangan kita yah ".
" Iya mas, sekali lagi maafkan kata kata Nisa yang menyakitkan hati, mas, ayo cepat mandi badan mas bau keringat enggak enak nyiumnya " kata Anisa
"Biar bau tapi kamu tetap sayang kan sama mas" bisik Ardi sambil menggoda Anisa.
"Ish mas.. pastilah duapuluh tahun kita bersama masa Nisa ngk sayang sama mas".kata Anisa dengan pipinya yang merona merah.
" Aikh bunda sama ayah lagi pacaran" celetuk Aisah yang tiba tiba ada di hadapan mereka. "Hush.. hahahaha.." gelak Ardi menjawir hidung bangir Aisah.
" Ya sayang hati hati di jalan" jawab Ardi. dengan tersenyum pada Aisyah putri kecilnya itu.
Setelah kepergian Aisyah, Ardi mengerdipkan matanya ke arah Anisa sambil mulai melancarkan aksinya untuk menggoda istrinya itu.
"Rumah sepi nih, asyik buat itu.."
__ADS_1
"Ish mas mandi sana bau, ngk usah macam macam deh akh, aku mau buat Puding ada pesanan puding untuk sore ini jadi maaf yah" elak Anisa sambil tertawa,
"Yah gagal dong... nanti malam yah" lanjut Ardi sambil menjawil bibir mungilnya Anisa. "Wani piro... " tanya Anisa sambil mendorong tubuh Ardi. "Hemmm ribuan cinta untukmu sayamg" jawab Ardi. "tak kan ada yang bisa menukarnya dengan apa pun bila cintaku sangat membara untukmu" lanjut Ardi dengan kata kata gombalnya sambil menggelitik pinggang Anisa. "Mandi sana mas... geli tahu" kata Anisa sambil tertawa dan lari menjauh dari Ardi.
Begitulah kemesraan Ardi dan Anisa dari awal pernikahan sampai dua puluh tahun tetap mesra dan harmonis, walau ada riak riak pertengkaran namun selalu diakhiri dengan kemesraan yang selalu dijaga oleh mereka berdua.
"Kalau sudah mandi kita makan mas, ada pindang patin nih kesukaanmu, tadi pagi di tukang sayur ada ikan Patin Nisa beli aja ingat sudah lama ngk buat Pindang Patin" Kata Anisa sambil memperlihatkan semangkuk pindang patin.
"Iya sayang, terima kasih kamu memang terbaik, selalu tahu kesukaan suami" sahut Ardi yang melangkah memasuki kamar mandi.
Anisa tersenyum mendengar jawaban suaminya.
"Mas Ardi maafkan aku, maafkan keluhku padahal baru beberapa bulan aku menjadi tulang punggung keluarga kita sebelumnya kamu semua yang menghendel dan belum pernah ada keluhan sedikitpun dari mu mas..." lirih Anisa membatin dalam hatinya, pikirannya melayang bagaimana perhatian Ardi padanya dan seluruh putra putrinya.
"Sayang ayo makan, jangan ngelamun pasti lagi ngelamunin aku ...." seru Ardi yang sudah selesai mandi dan berdiri di hadapan Anisa. "Ikh mas bikin kaget Nisa aja kok cepet amat mandinya " jawab Anisa.
"Makanya jangan ngelamun, suami udah ganteng udah selesai mandi enggak kelihatan, ayo makan mas udah lapar nih, abis makan pindang patin enaknya sih makan kamu.." seloroh Ardi sambil menggoda Anisa. "Ikh mas udah akh jangan genit " jawab Anisa sambil tertawa.
__ADS_1
Mereka berdua tertawa bahagia sambil tetap saling menggoda. Kebersamaan yang indah terjalin diantara mereka, komunikasi yang baik yang dibangun dengan cinta yang tulus membuat kehidupan mereka selalu terlihat harmonis.