Kepak Sayap Yang Patah

Kepak Sayap Yang Patah
Pengertianmu


__ADS_3

Siang hari sebelum sholat jumat Ardi dan Dina sudah berada kembali di Kantor

__ADS_1


PT. Faradina Catering & Resto yang berada di daerah tidak terlalu padat penduduk, terletak di tengah tengah kota dengan area yang bisa menjangkau berbagai sudut jalan ibu kota, sehingga memudahkan mobilitas pengantaran pesanan catering yang menjangkau ibu kota dan sekitarnya.

__ADS_1


" Sayang sore ini aku pulang ke rumah Anisa yah ?" Kata Ardi perlahan ketika mereka sudah berada di ruangan Dina. "Iya sayang kasihan mbak Anisa kalau mas sama aku terus, aku enggak boleh egois, tenang saja I am Fine" jawab Dina dengan senyumnya yang cantik. "Mas lega dengarnya, dengar kata katamu yang memahami kondisi mas" kata Ardi sambil menggemggam telapak tangan Dina. "Tentu mas kan aku yang masuk di kehidupan mas setelah mas mempunyai mbak Anisa" jawab Dina perlahan, senyum maaih tetap memghiasi. "Mas tenang saja aku pulang ke rumah yang di Cluster Mutiara, ada bi Inah dan pak Dirman sepasang suami istri yang menjadi asisten rumah sejak almarhum ayah dan ibuku masih ada mereka seperti orang tua bagiku mas" kata Dina menenangkan kekawatiran Ardi, "Apartemen tempat khusus kalau mas lagi bersamaku saja " lanjut Dina masih dengan senyumnya yang membuat hati Ardi semakin yakin akan cinta yang dihadirkan Dina untuknya. "kalau ada apa apa nanti chat aja yah sayang, nanti mas yang balik telp" kata Ardi, tanganya masih menggenggam lembut telapak tangan Dina ada cinta yang mengalir di antara kedua telapak tangan yang sedang perpegangan erat tersebut. Di pintu ruangan Dina tiba tiba terdengar suara ketukan. "Assalamualaikum, permisi pak Ardi ini ada kiriman paket dari Bogor untuk bapak" kata pak Nano sambil menyerahkan kota kecil yang terbungkus rapi. "Oh iya pak Nano terima kasih" jawab Ardi sambil menerima paket tersebut. "Permisi pak saya kembali ke pos depan, Assalamualaikum" lanjut pak Nano lalu melangkah meninggalkan ruangan. "Apa itu mas?" tanya Dina sambil meraih paket yang berada di tangan Ardi. "buka saja sayang, itu isinya cincin platinum yang sama dengan milikmu untuk Anisa, jadi kita bertiga memgenakan cincin yang sama, mas tidak harus membuka cincin ini bila berada di depan Anisa" kata Ardi sambil memperlihatkan cincin paltinum yang melingkar di jarinya. "Ow..ow.. suamiku pintar sekali, supaya enggak ketahuan yah.." kata Dina sambil tertawa kecil dan memonyongkan bibirnya. "Sedikit strategi sayang untuk menjaga hatinya dan juga hatimu" kata Ardi perlahan. "kok menjaga hatiku sih, kenapa aku dibawa bawa" saut Dina sambil menatap wajah suaminya.

__ADS_1


"Hemmm benar juga aku pasti akan marah melihat jarimu yang polos tanpa cincin ikatan itu, perasaanku bisa timbul marah dan curiga" tutur Dina sambil menyerahkan kembali paket tersebut kepada Ardi. "kok enggak jadi dibuka paketnya?"tanya Ardi sambil menatap Dina. "Aku percaya isinya pasti cincin yang sama, kita saling terbuka saja yah mas, nanti kalau kau sudaj siap berterus terang aku harap kita bertiga bisa saling terbuka agar tidak ada saling curiga antara kita" ujar Dina sambil mengelus lembut bahu Ardi yang kokoh. "Tentu sayang tunggu tidak akan lama mas akan berterus terang dengan Anisa" kata Ardi sambil menatap wanita yang tak pernah sekalipun dalam pikirannya bakal menikah dan berjodoh, namun memang hatinya menginginkan Dina, ada rasa ingin melindunginya, Ardi merasa langkahnya tepat karena niatnya untuk melindungi Dina dan juga menyambut cinta yang ditawarkan Dina kepada dirinya, Ia harus bisa meyakinkam Anisa dan menerima keputusan dan keadaan yang telah dipilihnya.

__ADS_1


"Sayang mas mau jumatan dulu, mau makan siang di mana, di kantor saja atau di luar? atau ada yang mau aku belikan" kata Ardi sambil melihat jam dinding di ruangan kantor tersebut. "makan di kantor saja mas, nanti aku minta pihak pantry mengantar makan siang kita, aku minta dibelikan sop buah saja yah mas, kayaknya segar kalau makan sop buah" Kata Dina sambil berjaln dan duduk menyandar di kursi kerjanya yang nyaman. "Kalau lelah istirahat saja sayang, aku tahu kamu masih lelah kan karena semalam dan pagi tadi" goda Ardi sambil mengedipkan matanya. "Ikh mas apaan sih, emang mas enggak lelah juga" kata Dina balik bertanya sambil tertawa kecil dengan mukanya yang memerah. "capek sih, tapi mas suka loh sama kegiatan yang satu itu biar capek mau terus aja" jawab Ardi sambil mencubit pipi Dina, dan menyeringai. "Sudah sana berangkat, nanti ketinggalan sholat jumatnya, aku mau tidur sejenak" kata Dina sambil memgangkat kedua tangannya. "ok mas berangkat yah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" pamit Ardi sambil mengulurkan punggung tangannya, Dina meraih punggung tangan suaminya itu lalu menciumnya sebagai bentuk baktinya pada suami. "Waalaikunslaam waeahmatullahinwabarakatuh, hati hati mas" kata Dina sambil tersenyum yang melihat tubuh Ardi yang telah mengenakan kopiah hitam dan menaruh sajadahnya di pundak dengan sandal jepit yang dikenakannya, Ardi beranjak menuju masjid yang tidak terlalu jauh dari kantor. Dina sangat suka penampilan suaminya tersebut diam diam dia abadikan gambar punggung suaminya yang akan berangkat ke masjid itu. Lalu dijadikannya foto profil di Status Whatsapp dengan kata kata "terima kasih sayang" setelah terpasang di statusnya tersebut beberapa temannya langsung komentar di komentar balasan menanyakan status pria yang ada di profil picturenya. Dina hanya menjawab dengan emoticon senyum.

__ADS_1


__ADS_2