Kepak Sayap Yang Patah

Kepak Sayap Yang Patah
Bingung


__ADS_3

Dina sudah diijinkan untuk pulang perlahan mobil yang dikendarai oleh Ardi meninggalkan halaman rumah sakit " mas kita pulang ke apartemenku saja yah " kata Dina sambil mengetik alamat tujuan di GPS mas ikutin aja ya GPSnya" " Iya sayang tenang saja nikmati perjalannya sambil rebahan ya sayang, diturunkannya sandaran kursi sehingga Dina bisa nyaman terbaring, pake jaketku sayang biar hangat " ujar Ardi sambil memakaikan jaket pada tubuh Dina yang masih terlihat lemah ."mas " kata Dina tangannya melingkar dileher Ardi. "iya sayang" lalu dipeluk erat . " kapan berangkat nya ini kalau meluk terus. entar kalu sudah sampai apartemenmu mau meluk yang lama mas enggak bakalan nolak bahkan nanti bakal minta lebih" goda Ardi pada Dina. " dina tersenyum malu, lalu melepas pelukannya pada Ardi dengan segera Ardi melajukan kendaraannya menembus kemacetan kota Bogor tujuannya adalah apartemen Dina yang berada di kawasan asri Kota Tangerang. dalam perjalanan pulang tersebut Dina tertidur, tiba tiba dering ponsel Ardi berbunyi

__ADS_1


" Ayah kapan pulang Aish kangen " seru Aisyah dari ujung telepon. " Iya maaf yah sayang bentar lagi ayah pulang. Bunda mana sayang?" kata Ardi pada Aisyah yang berada di ujung telepon "Bundaaaa... ayah nih" teriak Aisyah memanggil Anisa. "Iya mas ..." kata Anisa setelah tangannya menempelkan telepon selular di telinganya

__ADS_1


" Nis mas nanti pulang tapi cuman sebentar hanya ambil pakaian lalu balik lagi, maaf yah mas sibuk sekali sampai belum bisa pulang" kata Ardi memberikan alasan, hatinya meronta karena kebohongan yang diutarakannya tersebut. maafkan mas sayang nanti kalau sudah siap mas akan berterus terang kepadamu. batin Ardi dalam hatinya "iya mas enggak pa pa yang penting mas sehat" kata Anisa hatinya bergetar perasaannya tidak enak akhir akhir ini, namun semua ditekannya suaminya bekerja untuk sekolah anak anaknya dan juga untuk keperluannya.

__ADS_1


" sayang sudah sampe" kata Ardi sambil mencium pipi Dina dan mengelus halus pipinya. dengan. perlahan sambil menguap, Dina bangun perlaha. " Iya mas Alhamdulillah sudah sampai, ayo mas " ajak Dina sambil memegang tangan Ardi, " kopernya bagaimana mas" kata Dina. "nanti mas ambil sekarang mas anter direktur cantik dulu" kata Ardi menggoda Dina, yang tersenyum cantik walau agak lemas, diantarnya dina menuju lift lalu Dina menekan tombol lantai lima sambil menempelkan kartu penghuni sebagai sensor pengaman. setelah sampai lantai lima Dina menempelkan kartu sebagai kunci dan sensor di pintu apartemen, Ardi terkagum kagum dengan dekorasi dan penataan apartemen ada dua kamar dalam apartemen tersebut, Dina segera menuju kamarnya, Ardi memeriksa isi kulkas ada beberapa butir telur dalam kulkas, diambilnya air dingin dalam kulkas diteguknya perlahan aliran air yang dingin membasahi tengorokannya yang tetasa kering. selesai minum Ardi melangkah ke kamar dilihatnya Dina telah memgganti bajunya dengan daster warna pastel rambutnya yang panjang ttergerai diikat dengan ikatan rambut. " Ardi menatap cantik wajah Dina tanpa berkedip. " Kamu cantik sayang" puji Ardi sambil memeluk Dina dan mencium bibirnya yang ranum, ciuman pertama setelah pernikahannya dengan Dina. perlahan Dina membalas ciuman Ardi dengan penuh gairah. " Sayang kamu masih sakit nanti kalau sudah sehat kita lanjut yah " bisik Ardi menghentikan aksinya yang penuh gairah tersebut. "Aku pesan makanan yah " kata Ardi lalu mencari menu di aplikasi on line dicarinya bubur ayam dan sop daging pada menu pencarian. Tak lama pesananya sampai diantar security apartemen. " ayo makan buburnya sayang. Dina cemberut melihat bubur, ia sudah bosan dengan bubur, Ardi mencampur bubur denga sop daging sehingga bubur yang disajkan terlihat lebih berselera. demgam lahap Dina memakan buburnya. " mas jangan ke mana mana yah temenin aku" kata Dina. " Iya mas akan temenin kamu sayang tapi mas harus pulang dulu ganti baju ambil baju biar malam ini mas tidur sama kamu bajunya enggak bau" kata Ardi. " Tapi mas balik lagi kan enggak tidur di rumah, tidur sama aku" kata Dina merajuk. "Iya sayang kamu masih sakit masa mas tega ninggalin kamu, kamu harua paham yah posisi mas yang harus berbagi. " iya mas aku paham " kata Dina. " selesai makan tidur yah istirahat, mas pulang dulu nanti sore mas sudah di sini lagi" kata Ardi. " setelah menenangkan Dina dan menyuruhnya istirahat di kamarnya. Ardi bergegas keluar apartemen, menuju CRV milik Dina dan melajukan kendaraannya. hatinya bingung dan was was meninggalkan Dina sendirian namun ia pun harus juga membuat Anisa tenang menjaga perasaan kedua istrinya, yah keputusan berat itu diambilnya untuk kebaikan keduanya kebaikan dirinya juga agar terhindar dari ikhtilat dan berduaan dengan Dina yang tidak bisa dihindari karena hatimya begitu tersentuh dengan pendar cinta yang ditawarkan oleh Dina.

__ADS_1


__ADS_2