Ketulusan Cinta Pemuda Kampung

Ketulusan Cinta Pemuda Kampung
kerinduan


__ADS_3

Dian melihat Nico semakin lemah dan wajahnya semakin pucat dengan sigap langsung menyuruh penjaga villa Nico untuk mengambil obat dan air hangat untuk mengompres... neta yang melihat kekhawatiran dian semakin yakin kalau dian memang wanita yang tepat untuk abangnya.


setelah meminum obat dan dikompres oleh dian.. Nico pun tertidur dengan lelap..


"dian.. nanti kamu pulang ke rumah mbak ayu di antar supir bang Nico aja yah.. soalnya aku nginap di sini" ucap neta.. dian pun terdiam memandang jengkel ke neta.. "aku mau jagain bang Nico.. kamu fikir aku tega ninggalin dia dalam keadaan seperti ini.. " balas dian dengan wajah yang sedih


"terserah kamu ajah deh... " ucap neta.


neta pun menghubungi orang tuanya dan memberi tahu kondisi Nico. namun neta melarang mereka untuk menyusul ke kota C karena Nico memang selalu seperti itu kalo kecapean... sementara di dalam kamar Nico dian yang baru selesai shalat memandang wajah pucat Nico yang selalu mengigau memanggil nama riani..


"semoga bang Nico cepat sembuh yaa.. sebenarnya sekarang dian senang banget karena ada di samping bang Nico.. tapi dian gak boleh egois.. hiks... hiks... dian gak bisa maksa perasaan bang Nico.. biarlah perasaan ini dian simpan sendiri dan biarlah hari ini menjadi kenangan manis buat dian.... setelah pulang ke kota A dian akan berusaha melupakan bang Nico dan mengikhlaskan bang Nico untuk mbak riani.." ucap dian dengan air mata yang membajiri wajahnya..


neta yang mendengar hal itu langsung memeluk dian.. "kamu gak boleh nyerah dian" ucap neta..


"gak net.. aku sadar kalo perasaan itu gak bisa di paksain.. " ucap dian pasrah


dian mengurus Nico dengan sangat telaten.. mulai dari mengganti baju.. menyuapi.. hingga mengingatkan Nico untuk minum obatnya.. namun setelah sembuh Nico malah menyuruh neta dan dian kembali ke kota A karena liburan semester mereka hampir usai. Nico merasa ada yang aneh dengan dian.. dian menjadi lebih pendiam dan berusaha menjaga jarak dengannya padahal sebelumnya dian selalu berusaha menarik perhatian Nico.


akhirnya neta dan dian pulang ke rumah mbak ayu namun mereka tidak menemukan mira dan dina... mereka memutuskan untuk istirahat sejenak karena selama beberapa hari ini mengurus bang Nico cukup menguras tenaga mereka..


"bi... kok rasa sup nya beda sih dari yang kemarin.. tanya Nico kepada bibi di villa nya


" eh... anu den Nico yang kemarin masak itu mbak dian... segala keperluan den Nico di urus oleh mbak dian... jawab bibi


"emangnya tu anak manja bisa masak" guman Nico.. namun masih tersengar oleh bibi...


"awalnya sih gak bisa den.... Sampe-sampe tanganya kena pisau waktu ngiris bawang.. tapi mbak dian semangat dan selalu nonton di ponselnya cara buat makanan kesukaannya den Nico" ucap bibi panjang lebar.. sebenarnya si bibi gak suka kalo Nico dengan riani karena menurut nya riani itu bukan gadis yang tepat untuk Nico.. berbeda dengan dian.. walaupun masih muda namun bibi dapat melihat ketulusan pada diri dian. Nico hanya diam mendengar penjelasan bibi..


"halo.. neta tolong buatin kakakk sup ayam dong.. si bibi lagi gak enak badan dan kakak belum makan.. "

__ADS_1


"oow.. iya entar aku kesana"


"jangan datang sendiri ya...


emangnya kenapa?? dian masih tidur .. dia capek ngurusin kakakk waktu sakit .. udah dulu ya.. aku OTW ke villa kakakk..


dian yang mendengar percakapan Nico dan neta langsung bangun dari tidurnya dan menyuruh neta untuk menunggu.. dian yang akan membuatkan sup ayam buat bang Nico.. neta pun setuju dan menunggu dian memasak.. setelah selesai memasak dian melanjutkan tidurnya dan neta mengantar makanan ke villa bang Nico..


Di kediaman Fadli...


Mira sudah beberapa hari ini menginap di rumah fadli karena dina yang pingsan ketika berhadapan dengan anjing.. dina menolak di bawa ke Rumah sakit akhirnya dia dirawat di rumah fadli setelah mendapat izin dari fadli dan mbak ayu.. kesibukan Fadli membuat mira jarang melihat nya di rumah.. namun mira tidak putus asa di masih bertekad mendapatkan hati Fadli kembali.. dina sudah sehat.. dia bangun pagi kemudian jogging keliling kompleks perumahan... sementara mira yang baru bangun hanya melihat secarik kertas di atas meja bertuliskan (lagi jogging). mira pun berjalan ke dapur tanpa sengaja melihat ruang kerja Fadli terbuka...Fadli duduk sendiri sambil memandang ke arah jendela...mira tidak mau melewatkan kesempatan ini.. diapun menghampiri fadli... membuang semua ego dan gengsinya..


"hmm.. kak fadli lagi ngapain? tanya mira


" lagi mikirin kamu mir...


"eh.. kok.. aku sih..


" apa kamu yakin nona namira aenami? "ucap fadli


" yakin... sangat yakin tuan fadli purnawinata"ucap dian sambil tersenyum


"bagaimana dengan keenand??


" mira bakalan putusin dia kak..mira harus jujur dengan perasaan mira sendiri...dan mira siap menanggung semua resikonya.."ucap mira menunduk... " dulu tuh.. mira gak suka sama kak fadli karena kak fadli itu gak keren.. gak wangi... gak modis terus tinggal di kampung lagi..... tapi hati mira... otak mira selalu di penuhi oleh kak fadli.. mira hampir gila tau kak... waktu kak fadli ninggalin mira ke kota C.


"mirakuu... keren.. modis... wangi.. itu cuma tampilan luar ajaah.. kita gak boleh menilai orang dari luarnya ajahh.. ucap fadli


" sekarang kak fadli beda... makin keren...sudah wangi.. dan makin hebat ngurus perkebunan "ucap mira

__ADS_1


" mir... gak mungkin kakakk selalu berpenampilan seperti ini di kampung kita.lagian kakakk emang sengaja berpenampilan sederhana supaya orang itu menyukai kakakk karena pribadi kakak bukan karena penampilan kakakk..."jawab fadli


"apa sekarang kamu sudah menerima laki-laki kampung ini apa adanya?? tanya nya lagi..


mira hanya mengaggukan kepalanya


" bukan karena penampilan kakak kann?? tanya fadli


mira pun menggeleng Kepala...."aku sayang kak fadli yang gak keren...gak modis.. gak wangi..dan tinggal di kampung..."ucap mira


"kalo sekarang kak fadli berubah itu bonus buat akuu"... ucapnya lagi sambil terkekeh..


kemudian fadli menarik mira kedalam pelukannya... mereka saling meluapkan rindu yang tertahan beberapa minggu ini... mira yang rela membuang ego dan gengsinya demi fadli... sementara fadli rela menahan sakitnya di duakan oleh mira bahkan ketika dia sudah melamar mira.. akhirnya mereka dapat mengungkapkan perasaan satu sama lain tanpa ada yang di tutup tutupi lagi... lega rasanya hati mira dan fadli.. suasana rumah yang sepi sangat mendukung mereka untuk saling melepas kerinduan satu sama lain.. Fadli menatap mira dengan tatapan penuh damba.. gadis yang dirindukannya akhirnya ada di hadapannya.. Fadli sudah tidak bisa menguasai dirinya dia mencium bibir ranum milik mira dan mira pun berusaha membalas ciuman fadli... keduanya hampir kehabisan nafas akhirnya mengakhiri ciuman itu...


"maaf mir... aku kelepasan.. " ucap fadli penuh penyesalan


"i... i.. iya kak.. tapi jangan bilang sama ayah ya kakk... " ucap mira


"emangnya kenapa?? "


"nanti mira di marahin... gak dapat uang jajan lagi...


" kakak yang akan beri kamu uang jajan.. asal kamu mau jadi istri kakakk.. "ucap fadli sambil memeluk mira dari belakang dan mencium tengkuk mira..


mira hanya bisa mendesah menerima serangan ciuman dari fadli... mereka melanjutkan melepas rindu itu di atas sofa... fadli semakin menggila membuat mira semakin menikmati kegilaan fadli.. namun teriakan dina membuat mereka berdua tersadar dan merapikan pakaian mereka kembali... fadli mencium kening mira sangat dalam dan lama.. seolah ingin menyalurkan rasa sayangnya... mira hanya diam sambil memeluk pinggang fadli... dina yang melihat adegan itu akhirnya mengambil gambar merekaa dan mengirimnya ke manis manja grup.. namun setelah 5 menit belum ada yang memberi tanggapan membuat dina kesal dan menghampiri pasangan yang sedang berduaan itu..


"hemm.... dah pagi woyyy" teriak dina


mira terlihat salah tingkah sedangkan fadli hanya santai mendengar teriakan dina... mira langsung menghampiri dina dan menarik tangan dina menuju kamar..

__ADS_1


"dasar bocah" ucap fadli... tapi bocah itu yang telah memberi warna di hatiku...


seketika fadli menjadi sangat bersemangat dan selalu tersenyum selama di perkebunan.. membuat orang di sana terheran.. karena walaupun fadli orang yang ramah tapi dia tidak pernah terlihat sebahagia ini sebelumnya.. fadli ingin segera menyelesaikan pekerjaan nya di kota C dan pulang langsung menikahi mira seperti janji mamanya... hal itu membuat para pekerja di perkebunan kewalahan karena pekerjaan mereka menjadi lebih banyak.... "mas Fadli itu aneh ya... wajahnya terlihat bahagia tapi kok dia tega sih.. nyuruh kita lembur.. mana ini malam minggu lagi" ucap salah satu pekerja..


__ADS_2