
part ini khusus bang Nico sama dian yaaaa😅😅😅😅.... malam pertama fadli dan mira di pending dulu🥰🥰🥰🥰
Nico dan dian duduk di atas rerumputan di bawah sinar rembulan.. malam yang sangat indah bukan hanya milik mira dan fadli tapi juga untuk dian...ini adalah kali pertama dia bisa sedekat ini dengan Nico dan hanya berdua. detak jantung dian sudah tidak beraturan entah mengapa rasa itu masih saja sama walaupun dia sudah mendapatkan penolakan berulang kali dari Nico. sama halnya dengan Nico dia merasa ada yang lain di dadanya ketika dekat dengan dian... perasaan yang baru dia rasakan sekitar dua bulan yang lalu ketika dian merawatnya di kota C.
"hmmm.... gimana kabarnya Kak riani?? " tanya dian memulai pembicaraan... dian memilih pertanyaan yang paling menyakitkan menanyakan kekasih Nico supaya dia tidak terlarut dalam situasi ini. dian berusaha menampilkan senyumnya selepas mungkin
"gak tau" jawab Nico cuek
kecanggungan kembali terjadi di antara mereka...
"sebenarnya bang Nico ngajakin ketemuan untuk apa sii.... dari tadi gak ngomong.. tau gini aku mending di hotel aja deh sama neta dan dina... di sini banyak nyamuk lagi.. hahh" gerutu dian dalam hati... namun ternyata Nico memperhatikan ekspresi wajah dian yang terlihat tidak nyaman sambil memukul nyamuk di tangannya. hal itu membuat Nico makin gemas melihat dian.
"kamu gak suka di sini?? "
"sebenarnya si gak suka tapi karena ada bang Nico jadi suka" dian yang menyadari ucapannya barusan tiba-tiba menutup mulutnya dengan tangannya... dia reflex berkata seperti itu... "eh.. gak kok bang.. itu.. anu... dian suka kok" ucap dian gugup dan salah tingkah.
"kamu mau ke tempat lain?? "
"kalo bisa sih bang... di sini banyak nyamuk hehehe "
akhirnya mereka pergi ke sebuah cafe yang cukup romantis... Nico memesan tempat yang cukup private disana hanya ada dirinya dan dian....dian merasa sangat senang karena di ajak ke tempat seperti ini.. "kamu gak boleh baper dian santai...santai...."ucap dian dalam hati.
tiba-tiba riani yang juga tengah berada di cafe itu melihat Nico dan mengikutinya dari belakang.... namun riani tidak melihat dian karena terhalang oleh tembok. riani pun mendekati Nico dan langsung memeluknya dari belakang...
"aku kangen" bisik riani sambil memeluk Nico dari belakang.... Nico Buru-buru melepas pelukan riani dan langsung menggenggam tangan dian namun dian berusaha melepas genggaman Nico. riani yang melihat kejadian itu menatap tajam keduanya... mendapat tatapan tajam dari riani membuat dian geram... dan membalas tatapan tajam dari riani..
"dasar perempuan tidak tau malu...kamu tau kan kalo Nico ini pacar aku?? " ucap riani sengit
"maaf kak sepertinya kakak salah paham... saya dan bang Nico tidak punya hubungan apa-apa" ucap dian berusaha mengendalikan dirinya... "
"riani.. jaga ucapan kamu.. bukankah kamu yang telah memutuskan hubungan kita??? kamu yang memilih meninggalkan aku...jadi sekarang aku dan kamu sudah tidak ada ikatan lagi dan aku harap kamu tidak mengganggu kehidupan ku lagi" ucap Nico meniggalkan riani dan menggenggam tangan dian
ucapan Nico membuat riani sakit hati....
Nico dan dian terpaksa pindah ke tempat lain untuk makan karena suasana di kafe itu sudah tidak nyaman lagi.... Nico bisa melihat kemarahan di wajah cantik dian namun dia tidak menyadari betapa bahagianya dian mendengar hubungan Nico dan riani telah berakhir...
"bang lepasin tangan aku dong... " ketus dian
bukannya melepas genggaman aa tangannya Nico malah semakin mengeratkannya... entah mengapa Nico merasa sangat nyaman ketika berada di samping dian apalagi menggenggam tangannya.... "aku gak akan lepasin kamu dian" ucap Nico dalam hati...
Dian sebenarnya sangat bahagia namun dia tidak ingin Nico tau akhirnya dia memasang wajah galaknya.. lagi pula dia dan Nico tidak punya hubungan apa-apa jadi tidak ada pengaruh untuknya apabila hubungan Nico dan riani berakhir. Dia juga sudah bertekad untuk melupakan Nico walaupun itu sangat sulit atau bahkan tidak mungkin. Dian hanya tidak ingin terluka untuk kesekian kalinya karena mengharapkan cinta dari laki-laki yang sama selama bertahun-tahun.... namun ketika dia sudah berusaha menghindar dan menjauh justru laki-laki itu seolah memberi kesempatan kepada dirinya untuk kembali mengharapkan cintanya... oh serumit inikah cinta....
__ADS_1
Dian tidak ingin semakin larut dalam keadaan tidak menentu antara dirinya dengan Nico.... hampir satu jam mereka di dalam mobil kembali menuju hotel .....Nico selalu menggenggam tangan dian... akhirnya dian berani melepaskan tangannya...
"kamu gak suka aku pegang tangan mu?? "
"apasih sebenarnya maunya bang Nico?? " tanya dian mulai emosi
"mau kamu" ucap Nico menggoda
"bang Nico pliss jangan buat hati aku sakit lagi bang.. aku udah berusaha melupakan abang..hiikss... hiks... bang Nico pasti tau gimana perasaan aku ke abang.. aku cinta sama abang dari dulu sampe sekarang... hikss... hikss"
mendengar pengakuan dari dian dan melihat dian yang menangis membuat Nico menepikan mobilnya dan berusaha memenangkan dian..
"kok kamu gak pernah bilang" tanya Nico dengan santai agar dian juga bisa santai dan berhenti menangis
bukannya makin tenang tangis dian makin pecah dan membuat dian mengeluarkan semua yang dia pendam selama ini...
"hiks... hiks... emangnya bang Nico gak bisa ngerasain besarnya cinta aku ke abang.. dari aku SMP sampai sekarang rasa cinta aku ke abang tetap ada bahkan makin besar..dari dulu aku selalu berusaha mencari perhatian abang... aku sampai bela-belain ke kota C nyusul abang untuk ngungkapin perasaan aku tapi abang malah mesra-mesraan dengan wanita lain... hati aku sakit bang...hikss.. hikss... waktu abang sakit aku berusaha belajar masak demi abang... karena kata neta abang gak sembarangan makan jadi aku belajar masak makanan kesukaan abang.. hikss.. hiks.. bahkan aku pindah kuliah keluar negeri untuk ngubur perasaan aku ke abang... hikss.. hikss.... "
Nico tertegun mendengar pengakuan dian dia lalu menarik dian dalam pelukannya dan di dalam pelukan Nico dian makin menangis... ada perasaan lega sekaligus malu kepada Nico..
"maafin abang ya..apa kamu berhasil ngubur perasaan kamu ke abang" tanya Nico sambil mengelus rambut dian dan hanya mendapat gelengan kepala dari dian...
"biarkan abang tetap ada di hati kamu... "
hehhh..... seketika dian melihat Nico penuh tanda tanya .. otaknya belum bisa mencerna ucapan Nico dengan baik.. melihat dian yang lucu dan menggemaskan itu membuat Nico tertawa.
Nico membantu dian merapikan anak rambutnya dan menghapus air matanya... "kamu cantik "
ucapan singkat itu mampu membuat dian merona dan salah tingkah... "dari dulu Kali....abang nya aja yang kobaru sadar" cibir dian.. dan mereka tertawa bersama
ketika mereka telah tiba di hotel... waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari Nico tidak tega membangunkan dian akhirnya Nico menggendong dian ke kamarnya dan meletakkan dian di atas tempat tidur dengan hati-hati... Nico masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya namun ponselnya berdering hingga membangunkan dian... dian yang setengah sadar langsung menjawab panggilan itu
"halloooo" ucap dian dengan suara serak khas bangun tidur...
"ini siapa ya..bukannya ini ponselnya Nico" tanya seorang wanita di seberang sana
"oow.. bang Nico .... "
Nico yang baru keluar dari kamar mandi mendekat dan menerima ponsel yang di beri dian dan dian pun melanjutkan tidurnya....
"halooo"
__ADS_1
"nicooooooooooooo" teriak mama nya
"ini gak seperti yang mama fikirkan.. "
"kamu fikir mama bodoh...hahhh...... besok kita ketemu jangan lupa bawa wanita itu... "
"ma.. ma.... " tut.... tut... tut..
Nico hanya menghela nafas panjang urusan mamanya itu urusan besok... yang penting hari ini dia sangat bahagia mendengar pengakuan dian.... dia tidak akan melakukan kesalahan seperti dulu lagi.... menghindari anak manja yang selalu mengejarnya...
Alarm ponsel dian berbunyi cukup nyaring menandakan waktunya shalat subuh... dian pun bangun dan melihat dia berada di sebuah kamar hotel dia langsung melihat pakaiannya ternyata masih utuh.... dan melihat Nico tertidur di sofa
dian pun membangunkan Nico untuk shalat subuh dan mereka pun shalat subuh berjamaah.... setelah shalat Nico menarik dian duduk di sofa
sebenarnya dian masih malu dengan Nico karena telah mengungkapkan perasaannya sehingga dia selalu menunduk dan tidak berani menatap Nico.
"apa kamu gak ingat kejadian semalam" tanya Nico
"kejadian yang mana ya bang..? eh... yang di mobil itu ya.... anggap aja bang Nico gak pernah dengar"
"bukan... bukan itu ...yang semalam itu loh.... " goda Nico
"emangnya ada kejadian apa bang... kita gak ngelakuin itu kan bangg"
"kok kamu yakin banget kita gak ngelakuin itu"
"karena waktu aku bangun pakaian ku masih utuh dan s*****kangan ku juga gak sakit"
mendengar penuturan dian Nico tertawa.... ternyata dian betul-betul lugu dan masih polos...
"kalo abang mau itu-itu sama kamu boleh gak"
"gak.... enak ajah.. walaupun dian cinta mati ma bang Nico dian gak bakalan mau nyerahin mahkota dian buat abang... kalo abang mau halalain dian dulu" ucap dian lantang dan membuat Nico memeluknya dengan erat... "abang gak akan ngerusak kamu abang akan minta itu ketika kamu sudah halal untuk abang..."
setelah membisikkan hal itu Nico mencium kening dian dengan sangat lama....
"I love you gadis manja"
"l love you more bang Nico"
***apa yang akan terjadi selanjutnya....
nantikan episode selanjutnya ya...
__ADS_1
jangan lupa comment.. like dan vote🥰🥰🥰🥰🥰***