
umur kehamilan mira telah memasuki usia enam belas minggu atau sekitar empat bulanan.... selama itu pula bu nana sangat protektif terhadap menantunya bahkan mengalahkan fadli yang notabene adalah suami mira sendiri... segala sesuatu yang berhubungan dengan mira dan kehamilannya akan menjadi urusan bu nana..
hari ini adalah jadwal pemeriksaan mira namun karena fadli harus ikut rapat di kantor bersama kakaknya jadi mira berniat menundanya...
"kamu jadi kan hari ini pergi kontrol nak? " tanya bu nana
"ngak jadi... soalnya kak fadli ngak sempat nganterin... mungkin bisanya besok... " jawab mira santai
"biar mama aja yang anter ya nak... mama ngak sibuk kokk... " ujar bu nana semangat
padahal tadinya bu nana juga akan menghadiri rapat bersama fadli namun dia memilih membatalkannya hanya karena ingin menemani mira ke rumah sakit...
saat pemeriksaan pun bu nana sangat bersemangat ketika dokter mengatakan bahwa jenis kelamin anak mira adalah laki-laki.... itu artinya anak mira akan menjadi cucu pertama laki-laki bu nana.. karena ketiga cucu nya adalah perempuan...
bu nana ingin mengadakan syukuran empat bulanan mira besok di rumah nya karena bulan ini pengajian di kompleks rumah nya akan di adakan di rumah nya jadi sekalian saja.... bu nana pun mengatakan kepada mira dan mira sangat setuju dan menyerah kan semua nya kepada bu nana...
" bang tumben mama ngak ikut rapat.. biasanyakan dia yang paling heboh... " ucap fadli
"abang juga ngak tau... mama sama sekali ngak kasi info ke abang... mama Baik-baik aja kan? " tanya bang akbar
"baik kok.... malahan tadi udah siap-siap kata bi wati... " jawab fadli karena tadi dia sempat menelpon ke rumah nya sebelum berangkat ke kantor
"semoga mama Baik-baik aja... "
🍀🍀🍀🍀🍀
hari ini di kampus asma terlihat tidak semangat karena mira tidak masuk.... karena harus ke rumah sakit untuk kontrol... akhirnya dia duduk sendiri di taman sambil membaca buku dan tiba-tiba rian datang dan menutup buku yang di baca sama... dan tersenyum tanpa rasa bersalah sama sekali..
memang semenjak pertemuan mereka waktu itu mereka menjadi semakin akrab apalagi setelah rian meminta nomor telepon asma kepada om Ardi.... rian merasa nyaman di samping asma begitu pun sebaliknya namun asma selalu merasa minder karena dia tahu bahwa rian berasal dari keluarga berada sedangkan dirinya hanyalah orang tak punya..
asma selalu berusaha untuk menghilangkan rasa sukanya untuk rian dia selalu meyakinkan dirinya bahwa dia hanya kagum pada ketampanan rian sama seperti dia kagum melihat fadli... namun hati kecilnya tidak bisa berbohong.. dia menyukai rian lebih dari itu... ada rasa untuk rian... rian mempunyai tempat spesial di hatinya.
bi wati selalu mengingatkan kepada asma untuk menjaga jarak dengan rian agar nantinya asma tidak terlalu sakit hati.
"as... kok aku merasa Akhir-akhir ini kamu menghindar dari aku" ucap rian
__ADS_1
"itu perasaan kamu aja kali.... " ucap asma sambil tersenyum menutupi rasa gugupnya
"ngak... kamu memang menghindari aku.. " kekeh rian
" kenapa aku harus menghindari kamu?? ngak usah mikir yang aneh-aneh deh... "
"siapa tau kamu udah bosan berteman sama aku atau kamu udah punya pacar terus pacar kamu melarang kamu tuk dekat sama aku.. "
"ngak ada....mana ada aku bosan berteman sama kamu...aku tuh seneng berteman dengan kamu.... best friend forever" ucap asma sambil menyerahkan jari kelingking nya... namun rian hanya diam
"tapi aku yang bosan asma.... bosan berteman sama kamu.. " ucap rian tanpa melihat asma
deg... deg....
asma seakan jatuh dari lantai sepuluh mendengar ucapan rian... dia sangat sedih.. bagaimana bisa laki-laki ini bisa mengatakan itu dengan sangat gampang.. hatinya mulai kacau matanya pun berkaca-kaca.. namun dia tidak ingin terlihat lemah di depan rian...
"kok kamu ngomong gitu sih.. apa aku ada salah? " tanya asma pelan dengan suara bergetar
"aku ingin kita lebih dari sekedar teman... " ucap rian menatap asma intens
jantung asma berdegup lebih kencang dari biasanya.... otak encernya belum bisa mencerna maksud ucapan rian... "lebih dari teman.... maksudnya?? " tanya asma bingung
rian pun berjalan meninggalkan asma yang masih terpaku.. rian memetik beberapa bunga kecil ditaman itu dan kembali menghampiri asma yang masih terpaku....
"aku mau kamu menjadi kekasihku... " ucap rian memberi bunga itu untuk asma
betapa bahagianya asma saat ini.. pangeran impian nya tengah menyatakan cintanya... namun dengan cepat dia tersadar bahwa ada jurang yang cukup besar di antara mereka... mungkin rian mengira bahwa asma adalah anak orang kaya karena asma selalu dua antar mobil dan memakai pakaian yang cukup bermerek.. namun itu semua adalah pemberian bu nana dan mira... mobil pun adalah milik bu nana..
"maaf.... sepertinya aku ngak bisa... " lirih asma
"kenapa?? aku yakin kamu juga punya perasaan yang sama kepadaku" yakin rian
"mungkin betul aku juga mempunyai perasaan sama kamu.. tapi perbedaan kita cukup jauh rian... kamu belum mengetahui siapa aku sebenarnya"
"selama kamu bukan istri orang aku ngak peduli.... "
__ADS_1
"rian... aku hanya seorang pembantu di rumah mertua mira.... " ucap asma tertunduk... " mertua mira jugalah yang membiayai kuliah ku selama ini"
mendengar alasan asma menolaknya rian pun menghela napas panjang dan mendekati asma "alasanmu sungguh konyol .... status mu sebagai pembantu tidak akan menggoyahkan perasaan ku kepadamu" sinis rian
tanpa terasa air mata sama menetes membasahi pipinya... hingga suara tangisnya dapat di dengar oleh rian...
"hei.... kenapa kamu menangis.... disini akun yang di tolak harusnya aku yang menangis.. " ucap rian berusaha menenangkan asma
"maaf.... aku sudah berusaha membunuh perasaan ini.. namun dia tetap tumbuh dengan tidak tahu malunya... hiks.. hiks..... "
rian pun menarik asma masuk kedalam pelukannya.... berusaha memberi rasa nyaman untuk asma dan itu semua berhasil... asma merasa sangat nyaman di pelukannya... namun tak berhenti menangis...
"memangnya kalau kamu pembantu apa salahnya... itu bukan suatu aib... ataupun dosa...jika kamu masih berniat membunuh perasaan itu aku akan membuat mu jatuh cinta lagi hingga sejatuh-jatuhnya..... " ucap rian menggoda asma..
asma pun memukul dada rian... dan kembali menenggelamkan tubuhnya dalam pelukan rian..
"jadi sekarang kamu sudah jadi kekasih aku... jangan dekat-dekat dengan cowok lain.. aku pencemburu loh... " ucap rian membuat asma bergedik ngeri...
"ciee... yang udah jadiannn..... " ucap mira yang tiba-tiba datang menghampiri mereka berdua bersama mertuanya...
asma dan rian pun melepaskan pelukannya dan berbalik melihat siapa yang datang.. betapa kaget nya asma melihat mira dan bu nana.. asma langsung berlari menuju bu nana dan tahkzim
"maaf Bu..... " ucap asma
"memangnya kamu salah apa? " ucap bu nana sambil duduk di kursi
asma yang tengah sibuk dengan bu nana membuat mira menggoda rian... "good job bro.. " bisik mira.. membuat rian tersenyum...
"thanks... ini juga karena loe mir.... " ucap rian tulus...
rian memang telah memberi tahu mira tentang perasaan nya kepada asma.. awalnya mira ragu namun setelah melihat ketulusan rian hingga dia berani menemui bu nana... membuat mira mendukung rian mendekati asma.. namun mira sama sekali tidak memberi tahu asma tentang ini....
"boleh saya berkenalan dengan pacar barumu asma?? " ucap bu nana datar... membuat asma takut seketika namun dengan gaya santainya rian mendekati bu nana dan bersalaman sambil memperkenalkan dirinya dengan lantang..
"santai aja kali.... cowok loe tu gentleman" bisik mira kepada asma.... namun asma sama sekali tidak bisa tenang...
__ADS_1
jangan lupa like... komen.... vote..... 🥰🥰🥰