
setelah drama kepergok berpelukan di taman kampus.. kini mereka berempat tiba di kediaman bu nana... rian sengaja ikut untuk bertemu dengan bi wati... tante asma yang juga tinggal di rumah bu nana...
bu nana pun menjelaskan kepada bi wati tentang hubungan asma dan rian.... awalnya bi wati tidak setuju karena asma masih kuliah dia tidak ponakannya hanya mengikuti hawa nafsunya saja... namun mira dan bu nana berjanji akan mengawasi asma..
"bi.... percaya sama saya... mereka tidak akan berani macam-macam... karena akan selalu ada pengawal yang mengikuti mereka" ucap bu nana
"tapi bu.... pengawal itu untuk non mira bukan untuk asma... saya cuma khawatir kalau asma bertindak terlalu jauh... dan saya liat rian itu anak orang kaya bu... " ucap bi wati
"saya mengerti apa yang kamu fikir kan... yang penting rian tahu dan asma tidak menyembunyikan siapa dirinya.... semua orang itu sama dimata Tuhan.. "
"tapi bagaimana jika keluarga rian tidak menyukai asma.... pasti asma sangat terluka... "
"itu adalah tugas asma merebut hati keluarga rian.. seperti yang rian lakukan sekarang..... kamu tenang saja... asma sudah dewasa... "
setelah berbincang dengan bu nana... bi wati sedikit lega.. walaupun masih ada hal yang mengganjal di hatinya... bagaimana jika keluarga rian tidak menyukai asma...
rian dengan sabar menunggu asma menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.. . selama menunggu asma.. rian dan mira tengah berbincang santai dan mengundang rian ke acara syukuran empat bulanan nya yang akan di adakan beberapa hari lagi.... tentunya rian sangat senang itu artinya dia akan bertemu dengan asma lagi dan dengan waktu yang cukup lama karena bi wati hanya mengizinkan mereka bertemu malam minggu saja.. jika di luar jam kampus..
fadli yang baru saja sampai di rumah melihat istrinya tertawa lepas dengan seorang laki-laki di rumahnya sendiri cukup emosi... bagaimana bisa orang di rumah nya tidak menegur mir membawa laki-laki lain ke rumahnya..
"hmmm.... hmm.... "
mira dan rian menoleh ke sumber suara.... melihat suaminya baru datang mira kemudian beranjak menghampiri suaminya dan langsung memperkenalkan rian dengan suaminya... melihat raut wajah suaminya mira sangat yakin bahwa suaminya saat ini sedang cemburu... setelah merek berkenalan asma pun datang membawa minuman untuk rian...
fadli langsung masuk kedalam kamar tanpa permisi membuat mira merasa tidak enak kepada rian....
"kalian lanjut aja... aku mau ke kamar dulu... "
"ok.. "
πππ
__ADS_1
mira masuk ke kamar namun Tidak menemukan suaminya hingga dia mendengar suara gemercik air membuat nya yakin suaminya sedang membersihkan diri... mira pun dengan sigap menyiapkan pakaian untuk suaminya.. hingga suaminya keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang di siapkan mira...
mira yang sudah bersandar di tempat tidur menepuk tempat di sebelah nya seolah menyuruh suaminya untuk ikut bersandar....
"tadi itu pacarnya asma... namanya rian.... mama da bi wati ngizinin asma buat pacaran dengan syarat kalau ketemuan harus di rumah ini.. " ucap mira menjelaskan sambil memeluk tubuh kekar suaminya...
"oow..... kirain tadi siapa... "
"cemburu...? " selidik mira..
"sedikit... "
"udah mau jadi bapak juga... masak masih cemburu... " goda mira.... "tadi aku jadi loh ke rumah sakit untuk kontrol... " lanjut mira
"sama siapa?? "
" sama mama... "
"maafin kakak ya... tadi ngak sempat ngantar kamu.... " ucap fadli mencium kening istrinya...
mira pun memberi hasil pemeriksaannya kepada sang suami.... fadli pun dengan seksama memperhatikan kertas kecil itu... hatinya menjadi hangat mendengar mira menjelaskan tentang gambar hitam putih itu... mirapun memberi tahu tentang jenis kelamin anaknya nanti.... alangkah bahagia nya fadli mendengarnya... hingga dia tak henti-henti nya mencium perut istrinya yang mulai buncit... "nak... papa kangen deh... " ucap fadli
"aku juga kangen pah... " jawab mira menirukan suara anak kecil...
fadli pun mulai membuka baju mira satu persatu begitu pula dengan pakaiannya.... hingga fadli betul-betul menjenguk anaknya di dalam perut istrinya... cukup lama adegan jenguk menjenguk itu berlangsung... membuat mereka melewatkan makan malam.... wajar saja karena fadli harus berpuasa selama beberapa bulan ini karena bu nana melarang mereka berhubungan dengan alasan berbahaya bagi janinnya.. walaupun dokter sudah mengatakan bahwa mereka boleh melakukannya asalkan Hati-hati namun bu nana tetap melarang nya... hingga usia kehamilan mira lewat tiga bulan bu nana pun akhirnya tidak mengganggu lagi.... padahal bu nana biasanya tidur di kamar mereka atau mengajak mira tidur di kamarnya..
mira dan fadli akhirnya keluar kamar setelah tengah malam..... mereka berdua merasa kelaparan karena pergulatan panas mereka... kini mira tengah memakai jaket besar untuk menutupi lehernya yang penuh dengan tanda merah buatan suaminya... asma yang juga sedang di dapur mengambil air pun menegur mira..karena udara malam ini cukup panas... namun melihat fadli berjalan di belakang mira membuat asma langsung pamit dan mira pun selamat karena tidak tahu bagaimana cara menjelaskan kepada asma mengapa dia harus memakai jaket besar ini....
ππππ
setibanya di kamar.. asma melihat bi wati menangis terseduh-seduh....bi wati pun menyuruh asma untuk berkemas karena malam ini mereka harus pulang ke kampungnya.... ayah asma tiba-tiba di bawa ke puskesmas dan keluarga di kampung meminta asma dan bi wati untuk segera pulang...
__ADS_1
setelah selesai berkemas bi wati dan asma pun ingin pamit ke bu nana namun karena waktu yang sudah tengah malam.... mereka pun mengurungkan niatnya..
"pamit sama den fadli aja bi... tadi asma liat ada di dapur.. " ucap asma
mereka pun bergegas ke dapur menemui fadli.. mereka pun menceritakan kejadian yang menimpa ayahnya asma kemudian pamit.. namun fadli berniat mengantarkan meraka karena jarak kampung bi wati hanya satu setengah jam.. lagian malam begini tidak ada kendaraan umum lagi.
"as.... kamu sudah mengabari rian... " tanya mira yang juga ikut mengantar
"sudah.... katanya dia juga mau ikut... dia menunggu dekat kampus... " ucap asma
setelah bertemu dengan rian di dekat kampus... fadli mengusulkan untuk menggunakan satu mobil saja.. namun rian menolak karena dia ingin menemani asma di kampung nya... akan susah baginya jika dia tidak membawa kendaraan.... akhirnya asma pindah ke mobil rian....
setibanya di puskesmas setempat mereka bergegas mencari keberadaan ayah asma... hingga asma melihat ibunya duduk sendiri sambil menatap langit-langit puskesmas...
"bu... gimana keadaan ayah.... " ucap asma cemas...
air mata ibunya pun jatuh melihat anaknya datang.. di peluknya dengan erat tubuh anaknya itu...
"ayahmu mau di rujuk ke kota nak... hiks.. hiks.... hiks.. tapi ibu nda ada biaya nak.. "
"dimana mas ku mbak.... " ucap bi wati
"di dalam ti., masuklah.... "
mereka semua pun masuk dan betapa kagetnya mira melihat salah satu sahabatnya juga ada di ruangan itu....
"dina.... ngapain loe di sini... " ucapnya heran namun tetap memeluk sahabat nya itu..
setelah melihat keadaan ayah asma ......mira dan dina keluar dari ruang itu karena tidak baik bagi ibu hamil berada di tempat itu...
jangan lupa like... komen... voteπ₯°π₯°π₯°π₯°
__ADS_1