Ketulusan Cinta Pemuda Kampung

Ketulusan Cinta Pemuda Kampung
Anak


__ADS_3

Hari demi hari telah berganti namun fadli belum juga mendengar kejujuran dari mira tentang penggunaan kontrasepsi.. fadli ingin bertanya pada asma namun asma sedang menemani neneknya di kampung sebelah.


Tidak ada yang berubah dari sikap mira kepada suaminya malahan mira semakin menikmati masa-masa menjadi seorang istri. Dia sangat bahagia mendapat suami seperti fadli dan mertua seperti bu nana... namun dia hanya belum siap saja untuk memiliki anak karena usianya masih sangat muda.


sore itu semua anak menantu dan cucu bu nana berkumpul di kediamannya... termasuk si kembar alena dan aleta.. kedua anak kecil itu sangat menyukai mira..


"tante mila.. sebental lagi teman aku punya adik loh" ucap aleta


"wah... bagus dong... " ucap mira antusias


"kita juga mau punya adik.... tapi kata mami minta sama tante mila ajaa" ucap aleta lagi


Mira dan fadli hanya bisa saling berpandangan mendengar penuturan bocah itu...


"kenapa ngak minta sama mami kalian aja sih" timpal fadli


"udah.. kata mami lagi usaha"


jawaban si kembar membuat suasana cukup heboh..


"om dan tante mira juga lagi usaha.. do'ain ya " ucap fadli melirik sang istri yg masih tertunduk tidak nyaman.

__ADS_1


"iya.. semoga kalian cepat di beri momongan ya nak... mama sudah gak sabar nimang cucu dari fadli" ucap bu nana semangat


obrolan tentang anak itu pun berakhir dengan makan malam bersama.. mira dengan telaten menyuapi si kembar... mereka bercanda dan terlihat sangat bahagia.. " kelihatannya mira suka sama anak kecil... tapi kenapa dia belum mau punya anak yaa" fikir fadli..


kini fadli dan mira berada di kamar mereka.... seperti biasa sebelum tidur mereka akan bercerita tentang aktivitas mereka sepanjang hari... fadli masih berharap mira jujur kepadanya namun sepertinya penantiannya sia-sia saja. mira hanya bercerita tentang aktivitasnya di kampus dan kebersamaan nya bersama si kembar alena dan aleta...


"mir.... apa kamu sudah siap punya anak??? "


deg... deg.. deg... jantung mira berdegup kencang mendengar pertanyaan fadli... selama beberapa bulan menikah mereka memang belum pernah membahas soal anak.... mungkin karena mereka terlalu bahagia bisa bersatu sehingga melupakan soal anak...


"kenapa tanya itu kak... emangnya kak fadli sudah siap?? " tanya mira balik


"eh... itu... anu.. kak... " mira tampak gugup.. dia takut fadli akan kecewa padanya....


Melihat istrinya yang gugup fadli lalu menarik mira kedalam pelukannya... air mata mira tak terbendung lagi... rasa bersalah di dalam dirinya semakin besar... fadli hanya membiarkan istrinya menangis... dia ingin mira mengatakan semuanya tanpa adanya beban dan paksaan...


"sudah nangisnya??.... "


"hemm.... hiks.. hiks... kak.. mira mau ngomong sesuatu sama kak fadli.. hiks.. hiks.. "


"ngomong apa mira sayang" ucap fadli lembut.. berusaha membuat mira senyaman mungkin..

__ADS_1


"mira... mira.. belum siap punya anak kak... "


mendengar mira mengucapkan hal itu hati fadli sakit... kecewa.. marah.. . namun sebisa mungkin fadli mengendalikan dirinya.. dia tidak ingin membuat istrinya takut atau merasa bersalah..


"kalau kamu belum siap sekarang lalu kapan kamu siap mir??... " suara fadli mulai melemah dan bergetar menahan kekecewaannya.


"mungkin dua atau tiga tahun lagi kak..."


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Beberapa bulan ini dian telah bersembunyi dari Nico.. itu semua karena perintah dari papinya.. dian dan neta tetap tinggal bersama di negara C namun dengan syarat dian tidak boleh berhubungan dengan Nico lagi... pak doni ingin melihat keseriusan Nico terhadap putrinya..


sejujurnya dian sangat tersiksa namun dengan bantuan neta dian masih bisa mendengar suara Nico.... namun bukannya melepas kerinduan tapi hal itu hanya menambah rasa rindu dian yang kian hari kian besar terhadap Nico.


Pak doni berjanji akan merestui hubungan mereka asalkan dian bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu... dan dia ingin melihat usaha Nico untuk mendapatkan dian. kini Nico menjadi manusia yang gila kerja dia jarang pulang dan sering ke club malam bersama teman-temannya... namun di club itu Nico tidak pernah bermain dengan wanita malam.. dia kesana hanya untuk menghilangkan dian sejenak dari fikirannya.


Malam itu dina juga tengah berada di club malam namun dia datang bersama darwin... sikap posesif darwin mulai dia tunjukkan untuk dina.. wanita cantik yang telah lama mengisi hatinya....


sebisa mungkin darwin selalu berada di sisi dina.


jangn lupa like.. comment.. voteπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2