
Rintik hujan membasahi bumi tidak menghalangi Mira untuk tetap ke menuju alamat yang di kirimkan keenand.Dia melajukan sepeda motonya sekencang-kencang nya ketika menerima kabar bahwa keenand mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang ke kota A.
Mira merasa sangat bersalah karena keenand datang ke kampung ini untuk menemui nya.
setibanya di alamat yang ia tuju dia lalu di sambut oleh pemilik rumah dan mengantarnya bertemu dengan keenand. "kak keenand gak apa-apa kan?? " tanyanyaa dengan nafas yang masih saling memburu dan mata yang sedikit sembab.
"seperti yang kamu liat aku masih hidup heheheh" ucap keenand yang langsung mendapat pelukan dari Mira.. "kakakkk tau gak... aku tuh khawatir banget." balas Mira sambil menge ratkan pelukannya disertai air mata yang makin mengalir deras.
Keenand telah menelpon keluarganya untuk menjemput nya karena tangannya terkilir sehingga dia tidak bisa mengendarai mobil. Keenand mendekatkan dirinya dengan mira hingga tatapan mereka saling bertemu.. tatapan penuh damba dan penuh cinta dari keenand membuat jantung mira berdegup kencang.. keenand lalu menggenggam tangan mira dan menyatakan cintanya untuk kedua kalinya dan kali ini anggukan kepala dari mira memperjelas hubungan mereka. Bibir keenand telah mendarat cantik di bibir mira dan mira hanya diam menegang tidak menolak ataupun membalas ciuman keenand hingga beberapa saat keenand pun melepaskan ciuman itu.
"Terima kasih telah membalas cintaku mari kita sama-sama menjaga hubungan ini" ucap keenand dan mira hanya tersenyum menanggapi nya. Hingga kedatangan keluarga keenand pun tak mereka sadari... tangan mereka saling menggenggam dan seolah tidak ingin saling melepaskan. "hmmmmmm... .. hmmmmm" ucap keluarga keenand menyadarkan dia insan yang baru saja jadian itu. "ehh.. kapan kamu datang?? " tanya keenand... "dari tadi.. ayo pulang ntar kemalaman sampe di kota A.
keenand dan mira duduk berdua dan membahas hubungan mereka yang baru jadian tapi harus saling berjauhan.. " minggu depan aku pulang kok.. " ucap mira
"tapi aku gak bisa lama-lama pisah dari kamu" kata keenand.... "gayamu kakk.... kemarin-kemarin juga kita pisah kamu baik-baik ajaa" ledek mira. keenand hanya bisa cengengesan dan makin gemas melihat mira yang meledeknya.
setelah kepergian keenand mira pun langsung pulang ke rumah om nya.Hingga malam tiba dia menatap langit-langit kamar dan tersenyum mengingat kejadian tadi bersama keenand.. Dia tidak menyangka sosok keenand yang selama ini dia kagumi ternyata telah menjadi pacarnya hingga dia tidak sabar untuk kembali ke kota A. Namun senyum itu luntur ketika bayangan wajah teduh fadli melintas di fikirannya dia membuang nafas nya kasar dan menutup wajahnya dengan bantal seolah ingin menghilangkan fadli dari fikirannya. Namun itu semua sia-sia bayangan fadli makin merajalela di benaknya hingga dia tertidur.
bu Nana yang mendapat laporan dari anak buahnya tentang Mira yang menemui laki-laki lain di sebuah rumah pun sedikit kecewa. Namun dia belum tau apa hubungan mira dengan laki-laki itu. Dia hanya akan mendukung anaknya untuk menggapai cintanya. Sore itu bu Nana meminta fadli mengantarnya ke pasar karena besok akan di adakan pengajian di rumah mereka setibanya di pasar fadli yang menemani mamanya pun menjadi pusat perhatian orang-orang di sana.
"waduhh.. mas Fadli makin ganteng ajaa... " ucap penjual sayur langganan bu nana..
"udah ganteng, berduit, masih tetap aja mau ke pasar... wah.. calon menantu idaman banget anaknya bu nana ini" ucap salah satu pengunjung pasar.. Bu nana dan fadli hanya membalas nya dengan senyuman..
"aku masih punya anak gadis bu nana... besok aku bawah deh ke pengajian di rumah bu nana" kata pengunjung pasar lainnya... dan masih banyak lagi komentar dari mereka yang menginginkan fadli menjadi menantunya.
__ADS_1
"maaf bu.. ibu.. fadli sudah punya calon istri" balas bu nana dengan ramah... "pantas aja bu nana udah gak pernah cetak foto gadis lagi di tempat saya.. ternyata sudah dapat toh.. " kata seorang wanita yang membuat mereka semua tertawa.. fadli hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar perbincangan ibu-ibu di pasar. Ternyata mira juga ada di pasar mengantar bi wati belanja dan mendengarkan semua percakapan itu. Ada perasaan tidak suka ketika ibu-ibu itu menginginkan fadli jadi menantunya namun ada juga perasaan hangat ketika mendengar bu nana mengatakan fadli sudah punya calon istri.Mira yakin bahwa yang di maksud adalah dirinya.. Jalan yang becek dan bedesak-desakan membuat mira jatuh hingga pakaian nya kotor fadli yang melihat kejadian itu langsung pergi membeli pakaian untuk mira dan memberikan kepada bu wati. supaya membantu mira berganti pakaian.
Mira yang baru saja selesai melakukan video call dengan keenand keluar kamar hendak mengembalikan pakaian yang di beri bi wati kepadanya sewaktu di pasar. dia fikir itu baju yang bi wati beli untuk anak gadisnya jadi dia harus mengembalikannya. bi wati pun menceritakan semua yang terjadi ke mira bahwa pakaian itu dari fadli.
"makasih banyak ya kakk atas bantuannya di pasar kemarin... nanti aku kembaliin pakaiannya" isi pesan mira untuk fadli
fadli baru mengecek ponsel nya beberapa jam kemudian dan senyum langsung tersungging di bibirnya melihat pesan dari mira. Ini adalah komunikasi pertama mereka setelah mira menolak lamaran fadli dengan alasan ingin saling mengenal lebih dulu. Tapi karena kesibukan fadli di warkop dia jadi lupa menghubungi mira.
"halo mira kamu lagi dimana" ucap fadli di seberang telepon
"Di rumah kak... " ucap mira
"aku on the way ke sana yaa mirakuuu" kata fadli..
dan langsung memutus telponnya.
seketika mira tersadar bahwa dia sudah berada diantara dua laki-laki.. dia menginginkan keduanya.. dia merasa egois tapi begitu lah kenyataannya.. fadli sosok yang pantas buat jadi suami.. tapi dia belum siap menikah sedangkan keenand sosok laki-laki yang dia kagumi mulai awal kuliah laki-laki paling keren di kampus. Pasti ada kebanggaan tersendiri menjadi kekasih pangeran kampus.."aduhh mira gimana niihh " ucap mira dalam hati.
fadli pun tiba di kediaman om ardi dan di sambut oleh mira.. senyum manis mira masih menjadi daya tarik bagi fadli..
"mira.. jangan senyum semanis itu untuk orang lain ya.. buat kakakk ajaa" ucap fadli
"ya Allah.. kak baru sampe itu ucap salam kek... sapa kekk.. apa kek.. lah ini langsung larang senyum" protes mira Fadli hanya tersenyum melihat mira begitu cerewet. mira pun menyerahkan pakaian itu kepada fadli.. namun fadli menolak dan meminta mira menyimpannya karena dia memang membelinya untuk mira. fadli pun kembali menanyakan kesiapan mira untuk menjadi istrinya.. dan mira hanya menunduk tanda ia belum siap dan fadli tidak akan memaksa dan bersedia menunggu hingga mira siap.
"besok mira akan pulang ke kota A.. mira minta maaf kalo mira ada salah sama kakak" ucap mira
__ADS_1
"kamu gak ada salah kok sama aku mungkin aku yang terlalu memaksakan kehendak kepadamu harusnya aku yang minta maaf mira... " kata fadli
"makasih sudah mau sabar menunggu mira tuk siap jadi istrinya kakakkk. mira hanya merasa belum pantas bersanding dengan kakakk"
" ketika aku memantapkan hatiku memilihmu berarti aku harus siap menerima segala kekurangan dan kelebihan mu... aku tidak mencari pasangan yang sempurna tapi aku mau mencari pasangan yang sama-sama ingin belajar menjadi manusia yang lebih baik dan bisa saling melengkapi "ucap fadli serius
Mira tertegun mendengar ucapan fadli.. fadli menawarkan diri untuk mengantar Mira pulang ke kota A dan di izinkan oleh om Ardi.
Fadli, mira dan ayu pun berangkat ke kota A. Ayu juga akan menetap di kota A karena suami kerja di sana suasana di dalam mobil hening suara dengkuran kecil dari mira terdengar oleh fadli dan ayu mereka tertawa tapi menahan suaranya agar tidak membangunkan mira. Fadli dan ayu pun berbincang sepanjang perjalanan dan ayu dapat menyimpulkan bahwa fadli serius terhadapi mira.
Tanpa terasa akhirnya mereka sampai di kediaman mira di kota A rumah bergaya minimalis modern yang cukup mewah. mereka di sambut orangtua mira dan kedua adiknya Adel dan kia. kedua bocah itu langsung berlari memeluk sangat kakak.. mereka bertiga memang sangat dekat. fadli langsung pamit karena dia harus pergi membeli stok barang untuk warkopnya. namun di larang oleh ayah mira.
"kenapa harus buru-buru nak? inikan akan jadi rumahmu juga?? ucap ayah mira
Deg... mira yang mendengar ucapan ayahnya kaget sekaligus bingung. ayahnya orang yang agak keras kok bisa se lunak itu dengan fadli.. tapi mira menepis fikirannya.. mungkin karena mereka satu kampung aja..
setelah makan malam akhirnya fadli pamit karena harus pulang lagi ke kampung nya.. jarak antara kampungnya dengan kota A memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan.
"mira.. aku pulang dulu yaa... ku titip hatiku di hatimu mirakuu" kata fadli
"iya kak.. Hati-hati di jalan dan doakan mira supaya bisa menjaga hati kakakk... balas mira
" jangan buang bunga mawar merah itu ya..."harap fadli. dan mira hanya tersenyum.
setelah fadli pergi kedua orang tua mira pun menceritakan semua nya ke mira.. tenang kedatangan bu Nana untuk melamarnya. mira pun masuk ke kamar dan langsung membuang diri ke kasur.. "seserius itu kah kamu sama aku kak fadli sampai-sampai sebelum kau memintaku menjadi istrimu kau terlebih dulu meminta kepadaku kepada kedua orangtuaku orang yang paling berhak atas diriku"lirih mira... hingga air matanya jatuh mengingat dia tidak bisa menjaga hati yang di titipkan fadli untuk nya. mira pun cerita ke ayu tentang hubungan dengan keenand dan perasaannya terhadap fadli. dia mengira bahwa fadli belum sejauh ini kepadanya ternyata bu Nana sudah melamar dirinya untuk fadli.. tapi di sisi lain dia telah menerima cinta keenand...
__ADS_1
bagaimana kisah cinta mira selanjutnya??
tunggu episode berikutnya ya.. jangan lupa like.. komen.. dan vote 🥰🥰🥰