
Suasana kampus terasa sunyi bagi dina bagaimana tidak ketiga sahabatnya sudah tidak kuliah di sana lagi dan sepertinya Hai itu membuat dia berniat untuk menyusul dian dan neta berkuliah di negara H.
Dilihatnya panggilan di ponselnya tertera nama mira dengan semangat dina menjawab panggilan itu
"assalamu'alaikum mir"
"waalaikumsalam din.... aku udah mau berangkat ke kampung nih.. maaf ya kita gak sempat ketemu"
"ya.... mira kok gitu sih.... hikss... hiks.. kamu baik-baik ya di kampung orang"
"iya.. iya.. itu kampung aku juga kalii.. hehehhe kalo kamu libur ke sana yaa.. aku tunggu loh"
"iya... byee"
πππ
Dina memutuskan untuk pulang ke rumahnya lebih awal karena dia bosan di kampus namun ban mobilnya bocor membuat dina harus menghentikan perjalanannya... suasana sunyi di daerah itu membuat dina kesulitan mencari orang untuk membantunya ponselnya pun tak mendapat signal sama sekali.... hujan mulai turun disertai petir membuat dina ketakutan... dina memang sangat takut dengan petir.. akhirnya dia memutuskan untuk berteduh di sebuah rumah yang cukup sederhana tidak jauh dari tempat mobilnya terparkir.
Dina mulai merasa ketakutan hari semakin gelap.. hujan semakin deras dan petir yang semakin sering muncul menambah ketakutan dina... akhirnya dia mengetuk pintu rumah itu namun tidak ada jawaban.... dina memilih untuk duduk dan menutup wajahnya sambil menangis. tiba-tiba sorot cahaya tertuju padanya membuat dina melihat ke arah cahaya itu ternyata itu adalah sorot lampu motor milik penghuni rumah... dina kemudian menghampiri laki-laki itu dan meminta izin untuk berteduh dan dia di izinkan untuk masuk ke dalam rumah untuk membersihkan dirinya karena pakainya sudah basa kuyup..
"gimana kalo dia orang jahat yaa" pikir dina
"saya gak akan ngapa-ngapain mbak kokk" ucapnya
"eh... iya.... maaf... "
akhirnya dina masuk di susul oleh laki-laki itu... setelah membuka jas hujan dan helm nya laki-laki itu berjalan melewati dina kemudian memberi dina pakaian ganti...
deg... deg... deg..... jantung dina berdegup kencang melihat satpam pujaan hatinya berada tepat di depan matanya... mata mereka saling bertemu namun sebisa mungkin mereka meredam gejolak di dalam diri mereka.
"hmmm... cepat ganti baju mbak.. ntar masuk angin "
"i.. i.. yaaa" ucap dina sangat gugup "hmmmm... boleh aku ganti baju di kamar kamu" tanya dina takut
"boleh"
Dina berjalan cepat menuju kamar satu-satunya di rumah itu dia tidak ingin terlihat gugup di depan darwin... setelah pintu kamar tertutup darwin menghela nafas panjang memijit keningnya..
"kenapa aku harus bertemu dia lagi... "
Darwin bangkit dari duduknya menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk dina... setelah makanan yang dibuatnya sudah siap dia pergi memanggil dina... darwin selalu menundukkan pandangannya dari dina dia tidak ingin perasaannya kepada dina akan membuat nya melakukan hal di luar batas.. dia sadar ada jurang perbedaan antara dia dan dina... mereka berdua makan hanya di temani suara sendok yang saling bersautan... setelah makan dina berniat membantu darwin mencuci piring... namun sialnya bukannya membantu dina malah memecahkan piring-piring darwin...
Tidak seperti dalam drama-drama di TV ketika pemainannya memecahkan piring makan tanganya akan ikut tergores... hal itu tidak terjadi pada dina dia cukup lihai menjaga tangannya dari goresan piring. Darwin pun langsung menyuruh dina duduk dan dia melanjutkan pekerjaan dina
__ADS_1
"maaf ya... aku gak sengaja nanti aku ganti deh"
"gak usah mbak... saya tau kalo mbak ngak pernah kerja beginian di rumah mbak"
"panggil aku dina ajaa"
Dan akhirnya obrolan itu berlanjut hingga larut malam.. melihat hujan yang turun semakin deras dan ponsel mereka yang sama sekali tidak mendapat signal membuat dina sepertinya harus menginap di rumah darwin.
Darwin merasa sangat canggung karena wanita cantik yang dia kagumi... yang biasanya dia lihat dari kejauhan kini berada di rumahnya yang sangat sederhana. Ternyata mereka sangat cocok dan memiliki banyak kesamaan.. hingga akhirnya dina menanyakan alasan darwin berhenti menjadi satpam di kompleks perumahannya....
Darwin melihat dina seorang gadis yang sangat cantik... baik.. dan sangat sederhana... berbeda dengan anak orang kaya pada umumnya yang tidak akan mau berteman dengan seorang satpam sepertinya....
"aku berhenti kerja karena aku menghindari seorang wanita" ucap darwin sambil menatap langit-langit rumahnya
"kok bisa?? " tanya dina penasaran
"Karena aku mulai jatuh hati pada wanita itu dan aku sadar kamu memiliki perbedaan yang tidak mungkin di satukan"
" kamu kan belum mencoba... langsung nyerah gitu ajaa.. ngak gentle ah... "cibit mira
" kalo kamu jadi aku... apa yang kamu lakuin??
"aku akan berjuang untuk menyatukan perbedaan itu... hehhhee.. apalagi kalo aku tau dia juga mau berjuang" ucap dina semangat
sesekali suara petir menghiasi indera pendengar mereka membuat mira ketakutan dan langsung memeluk darwin... Darwin tak bergeming mendapat pelukan dadakan dari dina hingga dia mendengar suara tangis dari bibir mira.. akhirnya dia membalas pelukan mira dan mengelus rambut panjang dina dan membawanya masuk ke dalam kamar.
"maaf cuma ada kasur ini.. gak empuk"
"ngak apa-apa kok.... ini juga udah lebih dari cukup"
Darwin melangkahkan kakinya keluar kamar namun tiba-tiba suara petir kembai terdengar membuat mira kembali memeluknya dengan erat
"aku takut.. hiks.. hikss... "
"aku ngak akan pergi kok.. tidurlah"
Tertidur sambil memeluk darwin membuat dina merasa sangat nyaman walaupun kasur yang ditidurinya jauh dari kata empuk.. namun dengan adanya darwin di sampingnya membuat tidur nya sangat nyenyak..
Darwin mulai melepas pelukan dina dengan perlahan dan turun dari tempat tidur.. tiba-tiba dia mendengar dina mengigau
"beruntungnya wanita yang ada di hati darwin... kenapa bukan aku... padahal aku sebenarnya suka sama dia.... " ucap dina tidak jelas namun masih terdengar jelas oleh darwin..
Suara nyanyian burung dan aroma khas nasi goreng membuat dina terbangun dari tidur nyenyaknya... melihat darwin di dapur membuat dina berniat membantunya namun Seolah kejadian semalam tak ingin berulang ketika dina memecahkan beberapa piringnya darwin hanya menyuruh dina duduk tenang tanpa melakukan apapun.
__ADS_1
πππππ
Mobil dina kini telah selesai di servis.. dina pun pamit pulang namun Darwin menahan dina dan menawarkan diri untuk mengantarnya pulang... namun di tolak oleh dina.
Darwin kini tengah bersiap untuk berangkat kerja namun dia melihat sebuah benda asing di kamarnya ternyata itu adalah kunci milik dina.. benda itu terlihat seperti kunci rumah.. khawatir dina tidak bisa masuk ke rumahnya darwin langsung bergegas menuju rumah dina untuk membawakan kunci itu... benar dugaan darwin kini dina terlihat bingung mencari kunci rumahnya namun kedatangan darwin yang tiba-tiba membawa kunci rumah sepertinya rencana Tuhan yang begitu indah...
Darwin mulai melangkahkan kakinya masuk ke rumah dina... baru beberapa langkah saja dia memasuki rumah mewah dina dia sudah merasakan perbedaan yang sangat jauh antara dia dan dina... harusnya perasaannya untuk dina dia kubur dalam-dalam.. namun dia hanya manusia biasa yang tidak bisa melawan takdir... niatnya melupakan dina kini hilang entah kemana setelah mendengar dina mengigau mengungkapkan perasaanya.
"emangnya siapa sih wanita yang kamu suka di kompleks sini.. siapa tau aku bisa bantu? " ucap dina sambil memakan cemilan yang dia ambil dari dapur
"kamu ngak usah tau deh..."
rasa penasaran dina yang cukup besar membuatnya tak henti mendesak darwin untuk jujur.... namun sebisa mungkin darwin selalu mengalihkan pembicaraan..dengan menanyakan orang tua dina hingga hal-hal yang tidak penting.. namun bukan dina kalau tidak bisa mendapatkan yang dia inginkan...
setelah melihat perjuangan cinta mira dan fadli.... perjuangan dian mengejar cinta Nico.. dan kesabaran neta mendampingi keenand selama ini...membuat dina sadar bahwa selama ini di kurang berjuang.. dina sadar dia tidak setangguh para sahabatnya. selama janur kuning belum melengkung kita masih punya kesempatan.. itulah ucapan neta yang selalu terngiang di telinganya.
Tak Ingin membuang waktu lagi akhirnya dina memberanikan diri mengungkapkan perasaanya kepada darwin... dia sudah tidak malu lagi.. masa bodoh bagaimana tanggapan orang lain padanya yang terpenting dina tidak ingin kesempatan emas ini terlewatkan dan darwin sudah tau isi hatinya.. dia sudah mempersiapkan mentalnya untuk di tolak karena dia tau di hati darwin sudah ada nama seorang wanita.. namun bukankah cinta itu butuh di perjuangkan...terkadang cinta itu butuh di ungkapkan dan cinta itu harus saling mendukung.
"aku cinta sama kamu " teriak dina pada darwin yang berjalan menuju motornya
Darwin hanya melambaikan tanganya pada dina dan mulai mengendarai motornya menuju tempat kerjanya.. perjuangan dina tak cukup sampai di situ saja... dia mengikuti darwin dari belakang.. hingga darwin berhenti di sebuah kios pinggir jalan untuk membeli roti dan minuman botol sebagai bekal untuknya bekerja nanti.
Dina menghampiri darwin dan kembali mengucapkan kata cinta yang di saksikan oleh orang yang berada di sana... layaknya sebuah sinetron pengakuan cinta dina di saksikan oleh orang banyak namun darwin Buru-buru menarik dina masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu setelah sebelumnya menitipkan motornya kepada pemilik kios.
"apa kamu tidak punya rasa malu hahh..... " bentak darwin
"tidak...."
"Tolong fikirkan keluarga kamu din" ucap darwin melunak "jangan cuman hal seperti ini membuat mereka malu"...
" kenapa harus malu win... aku cuma bilang aku cinta sama kamu.. apa itu salah??? "
"salah.. itu suatu kesalahan besar din... kamu harusnya sadar siapa aku dan siapa kamu.. perbedaan di antara kita terlalu jauh... kamu belum tau bagaimana keluargaku yang sebenarnya.. aku ini anak yatim piatu yang dapat bertahan hidup karena belas kasihan pamanku.. sedangkan kamu seorang Puteri yang memiliki segalanya.. " ucap darwin dengan wajah sendu
"itu bukan masalah buat aku win...kita bisa sama-sama berjuang.... eh.. tunggu dulu jangan-jangan wanita yang kamu hindari di kompleks perumahan itu aku sendiri... " selidik dina
"heeemmmm... iya itu kamu din... maaf karena aku lancang menyimpan rasa terhadap mu"
Dina langsung memeluk darwin setelah tau isi hati darwin.. namun darwin seketika melepas pelukan itu...dan keluar dari mobil dina.
berbunga-bunga .... itulah yang dirasakan dina.. dia akan tetap memperjuangkan darwin...
...Jangan lupa like.. comment.. voteπ₯°π₯°π₯°π₯°...
__ADS_1