Ketulusan Cinta Pemuda Kampung

Ketulusan Cinta Pemuda Kampung
menemani


__ADS_3

kepulangan mira dari rumah sakit di sambut hangat oleh keluarganya... mereka semua berkumpul agar mira merasa tidak kesepian dan bisa melupakan kesedihan nya walaupun hanya sejenak.... orang tua mira telah memberi tahu fadli bahwa mereka ingin mengajak mira ke kota A untuk sementara waktu karena bu nana juga harus menemani istri bang akbar.... mereka sadar bahwa bu nana pasti bingung karena ke dua menantunya sama-sama membutuhkannya sekarang.. namun mira masih memiliki orang tua berbeda dengan mbak wardah yang sudah tidak memiliki orang tua di tambah lagi dengan si kembar... oleh karena itu mereka ingin mengajak mira ke kota A...


bukannya fadli tidak mengizinkan mira ke kota A tapi jujur dia tidak bisa jauh dari istrinya dia juga merasa bisa menjaga mira... walaupun mereka harus kehilangan calon baby nya saat mira dalam pengawasan nya... sungguh dia tidak ingin mira jauh darinya.. namun dia juga tidak bisa menolak permintaan mertuanya biar bagaimanapun mereka adalah orang tua mira...


"yu.... aku ngak bisa jauh dari mira... " ucap fadli sedih... "kamu kan bisa nyusul kalo kerjaan mu dah kelar lagian kota A dekat kok.. dua jam juga dah nyampe... " ucap ayu berusaha menenangkan fadli...


ayu merasa bahwa mira memang butuh suasana yang baru dan harus selalu ada yang menemaninya... jika dia berada di kampung itu dia akan kesepian karena bu nana juga harus mendampingi mbak wardah... sedangkan asma sudah pindah ke rumah rian suaminya. jika mira ikut ke kota A setidaknya dia tidak akan merasa kesepian karena ada orang tua dan kedua adiknya yang menemani... namun fadli tetaplah fadli yang sangat keras kepala dan posesif apalagi berhubungan dengan sang istri.. dia hanya ingin mira selalu berada di dekatnya..


setalah berbincang dengan ayu tentang rencana mertuanya fadli masuk ke kamar dan pemandangan pertama yang dia lihat adalah istrinya melamun sambil mengusap perut nya yang mulai rata dan menangis tanpa suara hanya air mata yang membasahi pipi wanita cantik itu... hati fadli sakit melihat nya... seketika rasa bersalah itu kembali muncul di hatinya.... apakah dia memang tidak bisa menjaga istrinya?? ....


"mir...... "


mira memalingkan wajahnya dan menghapus air matanya berusaha menetralkan perasaannya sambil menarik nafas dalam-dalam... kemudian tersebut ke arah suaminya... "ya kak.... kakak udah makan".... fadli menatap sendu istrinya dan langsung memeluknya dengan erat..... " maafin aku mir... aku ngak bisa jaga kalian... " air mata itu kembali lolos fadli sudah tidak bisa berpura-pura kuat lagi... dia juga manusia biasa yang memiliki hati dan perasaan...


"hei kak.... ini bukan salahnya siapapun ini sudah kehendak yang diatas..... insya Allah aku akan berusaha untuk mengikhlaskan nya... " ucap mira menghapus air mata suaminya.... "kenapa kamu bisa lemah gini sih kak.... " lanjut nya


"aku merasa bersalah banget mir...mungkin di depan semua orang aku bisa tegar tapi air mata ini tidak bisa tertahan di hadapanmu... ini lah suamimu yang lemah mir.... "


"kak... aku juga merasa bersalah tapi melihatmu kuat dan tegar membuat ku memiliki semangat lagi.... kamu adalah sumber kekuatanku... jadi kalo kamu seperti ini... bagaimana dengan ku kak....


masih ada aku yang akan selalu di sini denganmu.... mungkin Allah belum mempercayakan keturunan kepada kita... kita harus sabar sampai DIA percaya bahwa kita bisa menjadi orang tua... "ucap mira bijak kemudian mengelus pipi basah suaminya..


" terimakasih sayang... terimakasih sudah menjadi kuat dan menjadi penyemangat ku... " fadlipun mencium pipi istrinya... kemudian kening.. dan berakhir di bibir basah mira.. ciuman yang seakan saling memberi kekuatan satu sama lain.... lembut dan memabukkan....


☘️☘️☘️☘️☘️


mira tidak bisa berkata apa-apa ketika orang tua nya mengajaknya ke kota A untuk sementara waktu... dia bisa melihat raut wajah sedih suaminya.... harusnya di saat seperti ini mereka selalu bersama saling menguatkan dan saling menemani... bukan hanya mira yang kehilangan calon buah hatinya.. tapi juga fadli....

__ADS_1


"gimana mir... besok mama sama ayahmu pulang ke kota A? " ucap sang mama


"mira fikir-fikir dulu ma.... mira mau istirahat dulu ya mah.. capek... " mira pun ke kamar di bantu bi wati


"biar fadli aja bi... " fadli beranjak ingin membantu istrinya


"biar bibi aja den... den fadli kan masih capek " ucap bi wati


"fadli ngak apa-apa kan kalo mama ngajak mira"


"fadli terserah mira ajah mah.... " fadli pasrah akan keputusan mira... sebenarnya mereka belum mendiskusikan tentang ini karena fadli takut jika mira memilih ikut orang tua nya....


setibanya di kamar bi wati membantu mira naik ke tempat tidur... "bi... kok asma ngak pernah nongol ya..mentang- mentang udah jadi istrinya rian lupa sama kita.... " canda mira


"anu non... rian ngajak asma ketemu sama mamanya.... kebetulan nenek maemunah harus kontrol ke RS setiap tiga bulan sekali jadi sekalian ketemu mertuanya.... tapi dia lupa bawa HP jadi ngak sempat ngabarin.... " jelas bi wati


"dari mbak ayu non... di telepon sama nek maemunah.... asma juga udah tau kejadian yang non alami... dia turut berdukacita... nanti kalau pulang dari sana katanya mau langsung ke sini ketemu non mira.... "


senja mulai menyapa... mira baru saja terbangun dari tidur siang nya yang nyeyak mungkin karena pengaruh obat jadi dia selalu saja mengantuk...


"kak.... aku ngak mau ikut mama ke kota A... " sontak saja ucapan mira itu membuat fadli kaget sekaligus senang.... namun dia tidak boleh egois dia juga harus memikirkan kesehatan istrinya... tadi siang bu nana sudah kembali ke rumah bang akbar...


"kenapa... di sana kamu ngak akan kesepian... "


"di sini juga aku ngak ngerasa kesepian kok... " mira menampilkan senyum manisnya.... dia tidak ingin menambah beban suaminya...


"tapi kalau kakak ke warkop... kamu gimana... "

__ADS_1


"kak... kalau mira pergi yang kesepian itu kamu.. kita sama-sama kehilangan Kak.. bukan cuma aku aja.. "


orang tua mira sebenarnya kecewa akan keputusan mira yang memilih tetap tinggal bersama suaminya....


"maafin mira ma.. insya Allah kalau kerjaan kak fadli sudah beres kami akan ke kota A.. " ucap mira


"janji ya mir.... jaga kesehatan kamu nak... " pinta mama mira


"kami tunggu kalian di kota A" ucap ayah mira...


akhirnya mobil ayah mira melaju meninggalkan kediaman fadli... "ma... percaya lah pada mira... dia akan baik-baik saja.. kan di kampung ini ada mas Ardi dan keluarga yang lain bisa menemani mira.... " ayah mira berusaha menenangkan istrinya..


"hmm.. iya yah... "


☘️☘️☘️☘️


fadli sangat bersyukur memiliki istri seperti mira.. walaupun umur nya masih sangat muda tapi mira sangat dewasa... dia tidak tahu lagi jika mira ikut bersama orang tua nya pasti dia akan merasa sangat sedih dan kesepian.. namun sang istri memilih menemaninya...


"sayang... sepertinya minggu depan kita bisa ke kota A deh.... " ucap fadli sambil memeluk mira dari belakang...


"serius kak.... " mira berbalik ke arah suami nya..


"iya.. sayang... kakak udah menyelesaikan pekerjaan kakak di kantor dan warkop biar di urus sama anak-anak yang lain.... "


penuturan fadli itu sontak saja membuat mira sangat bahagia... dia memeluk erat suami nya..... akhirnya dia bisa pulang ke kota A dan bisa bersama suaminya....


beberapa hari yang lalu fadli sengaja lembur untuk menyelesaikan pekerjaannnya... walau bagaimana pun dia harus tetap ikut membantu kakaknya mengurus perusahaan.... dan lembur nya pun tidak sia-sia dia bisa menyelesaikan urusan kantor lebih cepat dari target yang di perkirakan.... dia pun bisa mengajak istrinya ke kota A....

__ADS_1


jangan lupa like.. komen.. vote... 🥰🥰🥰


__ADS_2