
assalamu'alaikum gaesss... kita lanjut lagi ya... happy Reading
rian dan asma kini tengah menemani nenek maemunah untuk kontrol di sebuah rumah sakit di kota A.... mereka menunggu beberapa saat hingga tiba giliran nenek maemunah untuk di periksa... dokter yang memeriksa beliau adalah dokter fahri...
nenek maemunah memiliki riwayat penyakit jantung... beberapa tahun yang lalu dia tinggal di kota A bersama anaknya hingga sang suami meninggal dan dia memilih kembali ke kampung halamannya.... tinggal di rumah lamanya bersama kenangan suaminya... melihat kondisi neneknya yang semakin tua rian memutuskan untuk menemani sang nenek di kampung karena hubungan nya dengan ayah sambung nya kurang harmonis...ayah kandung rian meninggal ketika dia masih kecil kemudian ibunya menikah lagi dan dia memiliki seorang adik perempuan.... rian remaja tumbuh menjadi anak yang periang namun sedikit pemberontak di karenakan orang tua nya selalu sibuk bekerja serta ayah sambung nya sedikit keras itulah yang membuat hubungan mereka tidak harmonis namun rian sangat menyayangi adik nya... hingga rian memutuskan menemani neneknya di kampung sang adik pun mengikutinya walaupun dia harus tetap kembali ke kota A.
setelah pemeriksaan mereka menuju warung makan di sekitar rumah sakit hingga akhirnya nenek maemunah mendapat kabar bahwa mira keguguran... asma pun merasa sangat sedih karena dia tidak bisa menemani mira saat ini...
asma menghubungi bi wati dan menanyakan tentang mira dan dia berjanji akan langsung menemui mira setelah pulang dari kota A... setelah selesai makan mobil rian melaju membela jalanan kota A... asma nampak takjub dengan kota ini gedung-gedung pencakar langit serta deretan rumah mewah nampak jelas dimatanya.... " biasa aja dong liatnya...kayak baru pertama kali aja ke kota besar... "ejek rian dan di angguki oleh asma...
" ini memang kali pertama aku ke kota.. "cicit asma
melihat raut wajah istrinya berubah membuat rian merasa bersalah... " maaf aku ngak tau.... hehhhe kalau kamu suka di sini kita bisa tinggal di sini kok."bujuk rian.... namun asma menggelengkan kepala nya.. "di sini macet.. heheehh"
mereka pun ngobrol santai sambil menikmati perjalanan... nenek maemunah sudah tertidur dari tadi... rian tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari asma dia seolah memberi kekuatan untuk istri nya bahwa semua akan baik-baik saja...
"gimana kalau mama kamu ngak mau menerima aku... aku takut.... " ucap asma dia merasa sangat tidak percaya diri...
"ada aku... aku akan selalu ada di samping kamu.." rian mengecup tangan istrinya...
merekapun sampai di kediaman orang tua rian... rumah yang cukup mewah seorang satpam membuka pagar besi itu....
"assalamu'alaikum pak tejo.... " ucap rian sambil membuka kaca mobilnya....
"eh.... den rian.... waalaikumsalam.." ucap satpam tersebut...
nenek maemunah bangun dan mereka bertiga turun dari mobil di depan pintu utama rumah itu sudah ada tiga orang juga yang menyambut kedatangan mereka... orang tua rian serta adik perempuan nya.. mereka sengaja tidak ke kantor karena ingin menyambut rian dan asma biar bagaimana pun asma adalah menantu pertama di keluarga mereka.. sedangkan sang adik baru saja pulang dari sekolah...
asma menghampiri orang tua rian dan menyalami mereka...
"bang rini kangen banget.... " sang adik berlari memeluk rian dengan erat... "rini kesepian tau.... ngak ada teman main... " lanjutnya....
"iya.. ini abang dah pulang bawa teman buat rini... " ucapan rian membuat rini melerai pelukan nya dan melihat wanita di samping abangnya.. "kakak cantik di kampung nenek... Hai... selamat datang di rumah kami.... " ucap rini ramah... kemudian dia takhzim ke neneknya
__ADS_1
asma hanya tersenyum manis melihat rini... "ayo masuk.... istirahat pasti kalian capek... " ucap bu fani sambil menggandeng tangan nenek maemunah ... tak lupa suaminya pun takhzim ke nenek maemunah.... "apa kabar bu...? " tanya nya
"alhamdulillah baik... kalian tidak jadi cerai.... " tanya nenek maemunah to the point...
"ibu istirahat aja dulu pasti masih capek kan..." ucap Ibu fani... dan menyuruh rini mengantar nenek maemunah ke kamar nya....
"rian dan kamu ikut mama ... " ucap bu fani tegas...
rian melihat istrinya dan tersenyum..... "jangan takut di sini rumah kamu juga... " bisik rian dan menarik tangan asma mengikuti mamanya..
rian dan asma duduk berhadapan dengan orang tua rian.. mereka duduk di pinggir kolam renang di halaman belakang rumah mewah itu... asma berusaha untuk terlihat santai namun dia tidak bisa... berhadapan dengan mertua nya membuat nyalinya ciut... apalagi dia tahu bahwa orang tua rian tidak menyetujui pernikahan mereka...
"hmmm... asma kenalin ini mama dan papa aku.... "
asma pun berkenalan dengan mereka...
"asma.... tante.. om... "
"no.. no... jangan panggil kami seperti itu tapi panggil kami sama seperti rian.. mama dan papa... " ucap sang papa... "saya mungkin bukan ayah kandung rian tapi saya sudah menganggap dia seperti anak kandung saya sendiri... " lanjut nya
"kok bisa anak saya menikah dengan kamu... " tanya bu fina...
"ma.... udah deh... "
"itu tan... eh ma... kami menikah sangat mendadak.... " asma pun menceritakan secara detail alasan mereka menikah.... dan setelah mendengar penjelasan asma bu fina merasa lega sekaligus menatap tajam ke anaknya karena penjelasan rian dan asma sangat berbeda...
"rian.... " geram bu fina....
"mama percaya sama siapa... aku atau asma... " ucap rian santai sambil memakan cemilan di depannya
"ma.. udah lah.... toh mereka juga sudah menikah..."
"bukan begitu pa... anak ini udah berani bohong sama mama... gara-gara kamu kolesterol mama naik tau.... "
__ADS_1
"ini ada apa sih....kirain gua bakal di sidang tapi kok malah mereka berdebat sendiri.. " batin asma..
"mama lebih percaya sama asma... dia kan menantu mama.... "
"iya.. iya.. rian ngaku salah sudah bohong sama kalian... "
"bohong" beo asma
bu fina sudah berdiri untuk menjewer anaknya namun rian bersembunyi di belakang asma... "sini kamu anak nakal... sini kamu... mama kasi pelajaran... " geram bu fina..
"jadi kamu beneran ngak hamil kan as.... " tanya bu fina memastikan...
"hamil.... " asma masih bingung dan menggeleng kan kepala nya..
kedua wanita itu masih asik ngobrol dan pak hidayat mengajak rian ke ruangan nya...
"maksud mama kami menikah karena asma hamil gitu.... "
"iya...... kata rian keluarga kamu datang ke rumah nenek sambil marah-marah dan bawa golok... " ngeri mamanya rian...
"astaghfirullah rian... kenapa harus bohong si" desis asma
"gimana mam ngak shock coba... rian tu pindah ke sana belum sebulan masa udah buntingin anak orang.... mana harus menikah malam itu juga sedangkan mama masih di luar kota... di suruh nungguin mama juga katanya ngak bisa...keluarga kamu udah mengepung rumah nenek....mama kan jadi bingung.. "
asma benar-benar tak habis fikir kenapa rian harus berbot seperti itu...
setelah meluruskan kesalahpahaman di antara mereka.. ibu fina memberi asma sebuah kotak perhiasan... "maaf mama ngak sempat hadir saat pernikahan kalian... bukalah nak.... "
asma pun membuka kotak itu dia melihat satu steel perhiasan yang sangat cantik dan harganya pasti sangat mahal... "ini terlalu mewah buat asma ma... asma ngak biasa pakai ini..... "
"suatu saat kamu papsti memakainya.... simpan lah nak.... "
entah apa yang di bicarakan rian dan ayah sambung nya... mereka berbicara cukup lama hingga tiba waktu makan malam.... mereka belum keluar juga dari ruang kerja pak hidayat.
__ADS_1
jangan lupa like ... komen... vote🥰🥰