Ketulusan Cinta Pemuda Kampung

Ketulusan Cinta Pemuda Kampung
Nico dan Dian


__ADS_3

Mami dian membuka tirai jendela hingga membuat kedua insan yang sedang tertidur itu terkena pantulan cahaya matahari.... namun anehnya mereka berdua hanya menggeliat dan melanjutkan tidurnya... dian mulai membaringkan kepalanya di atas paha nico... sedangkan Nico masih dengan setia menggenggam tangan dian dan tangan sebelahnya lagi mengelus rambut panjang dian dalam keadaan mata yang masih tertutup....


"tidur aja..... kamu pasti capek karena kejadian semalam... ngikutin maunya aku " ucap Nico


"hmmm.... bang Nico jangan di ungkit -ungkit lagi deh... aku kan jadi malu"


mendengar percakapan kedua insan itu membuat para orang tua mereka semakin frustasi... menebak-nebak apa yang sebenarnya telah terjadi... hal apa yang membuat dian jadi malu... namun berbeda dengan keempat orang tua itu


neta dan dina saling berpandangan.. sepertinya mereka memikirkan hal yang sama tentang dian dan Nico... lebih tepatnya hal yang telah terjadi semalam....


Tak ingin larut dengan rasa penasaran di fikirannya papi dian berdehem dengan keras hingga membuat dian langsung bangun seketika... suara sang papi yang sangat dia kenali terasa begitu nyata di telinganya.... namun tidak dengan Nico dia masih tertidur sambil menyandarkan Kepalanya ke dinding sofa...


Membuka matanya perlahan... tampak wajah emosi sang papi dan wajah kecewa sang mami yang dia liat... hingga wajah kedua orang tua Nico dan kedua sahabatnya... dian Buru-buru Melepas genggaman tangan Nico namun di tahan oleh Nico.... "jangan di lepas... bentar doang kok.. kalo kita keluar aku gak akan bisa genggam tangan kamu lagi" ucap Nico tanpa membuka matanya..


neta yang gemass melihat tingkah abang nya pun berusaha memberi kode..


"huss... bang Nico ...bang nico" ucap neta sambil berbisik namun masih tetap terdengar oleh semua orang yang ada di sana...


"nicoooooooo" teriak sang mama


mendengar teriakan itu Nico perlahan membuka matanya dan berdiri di samping dian... dia berusaha menelan ludahnya melihat ekspresi marah dari keempat orang tua itu


plakkkkkk...


plakkkkkk..


suara tamparan dari pak doni untuk anak semata wayangnya menggema di kamar itu., air mata dian pun tak terbendung lagi..... "papi kecewa sama kamu... " ucap pak doni pada dian


"dan kamu..... ternyata saya salah menilai kamu." tunjuk pak doni kepada Nico...


"maaf om... tapi ini gak seperti yang om fikirkan.."


akhirnya orang tua dian pergi.... walaupun Nico berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya namun mungkin untuk saat ini mereka masih di selimuti amara dan kekecewaan...


orang tua mana yang tidak marah dan kecewa mendapati anak gadisnya bersama seorang laki-laki di sebuah kamar hotel... pasti semua orang tua akan melakukan hal yang sama...


"papa tunggu kamu di bawah... " ucap dr. fahri kemudian berlalu bersama istrinya


Dian hanya bisa menangis mendapat tamparan dari sang papi... bukan sakit dari tamparan itu yang membuat dian sakit hati namun rasa kecewa yang di rasakan orang tuanya yang membuat air matanya tak henti mengalir.... neta dan dina berusaha menenangkan dian... "ini ngak seperti yang kalian fikirkan... huaaaaaa" ucap dian di sela tangisnya....



"kamu gak apa-apa kan??? aku akan menjelaskan kepada mereka...kamu tunggu disini.." ucap Nico sambil mencium kening dian.


Nico menitipkan dian kepada neta dan dina kemudian dia menyusul orang tua dian dan orang tuanya.... dengan menggunakan sarung dan baju koko Nico menjadi pusat perhatian di hotel tersebut.. namun itu tak di hiraukan nya sekarang di fikirannya adalah menjelaskan kesalahan pahaman yang terjadi terlebih kepada orang tua dian...

__ADS_1


neta dan dina merasa kewalahan menenangkan dian hingga akhirnya mereka memutuskan menghubungi mira dan meminta bantuan mira untuk segera datang.....


mira kini tengah berada bersama sahabat-sahabatnya.... namun kondisi dian cukup memprihatinkan.... dian sempat tak sadarkan diri selama beberapa menit hingga mereka harus memanggil dokter untuk memeriksanya..... sekarang dian sudah mulai tenang dan menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada para sahabatnya....


Sementara di sebuah ruangan yang cukup besar pak doni dan sang istri beserta kedua orang tuan Nico tengah membicarakan tentang anak-anak mereka... dr. fahri ingin segera menikahkan mereka namun pak doni menolak dengan alasan dian masih kuliah...


"bagaimana kalo dian hamil anak Nico??? " ucap mami dian


"Nico akan tetap bertanggung jawab jenk" balas dr. Fauzia


"tidak... saya masih bisa membiayai anak cucu saya" tolak pak doni..


Nico yang mendengar percakapan para orang tua itu hanya bisa menghela nafas panjang... fadli pun hanya bisa menyemangati temannya itu...


"ayo masuk sana.... "


"bentar bro.... aku atur nafas dulu"


"emang bener kamu tidur sama dian?? "


"kalo tidur bareng enggak... sekamar iya... "


"kok.. bisa sih... "


"panjang ceritanya.... yang pastinya aku gak ngapa-ngapain dian.. aku sayang sama dia.. masa iya aku tega ngerusak dia... "


"berani kamu menodai anak saya hahhhh.... kamu fikir kamu siapa... " bentak pak doni


"kami tidak melakukan apa-apa om.... saya sangat mencintai putri om dan saya siap menikahinya" ucap Nico mantap


pembelaan diri dari Nico tidak ada artinya karena ternyata pak doni telah menyiapkan private jet untuk membawa dian pergi...orang suruhan pak doni membawa paksa dian...


mira... neta dan dina tidak bisa berbuat apa-apa...


mira menghubungi fadli agar memberi tahu Nico tentang kepergian dian... dan setelah Nico mengetahui itu dia lalu berlutut di hadapan pak doni memita agar dia tidak di pisahkan oleh dian namun keputusan pak doni sudah bulat...


"saya tidak akan tersentuh melihat kamu berlutut.... "


"ayo nak berdirilah... " ucap mami dian "penuhi janji kamu kepada kami " ucapnya lagi kemudian berlalu menyusul suaminya...


setelah kejadian itu dian tidak bisa lagi di hubungi... Nico terlihat sangat frustasi membuat neta kasihan melihat abangnya itu...


"emang segitu cintanya abang sama dian.. ?? "


"lebih dari yang kamu bayangkan net.... " ucap Nico lesuu

__ADS_1


"sekarang baru nyesel kan selama ini dah nolak dian.... rasain kamu bang"


"nyesel pake banget dek"



"kami akan bantu kamu semampu kami nak... " ucap dr. fauzia


Suasana terasa sangat tidak menyenangkan.. hingga ketika sepasang pengantin baru itu baru datang setelah mengantar kepulangan keluarga besar mereka.....


"emangnya kamu ada janji apa kepada pak doni?" tanya fadli


"aku janji akan memantaskan diri untuk jadi menantunya"


"wah... parah kamu bang... kamu tau kan siapa pak doni itu.. dia itu salah satu orang terkaya di dunia... kalo kamu mau memantaskan diri kamu harus lebih kaya dari dia" ucap neta menggeleng kepalanya memikirkan kisah cinta abangnya..


"kalo menurut aku pak doni itu bukan orang yang menilai orang dari materi deh.. beliau cuma kecewa aja sama bang Nico" ucap dina dengan bijak..


"betul din... memantaskan diri itu bukan hanya dari segi materi bro... bisa dari sikap.... tingkah laku.. atau menjaga kepercayaan" ucap fadli


"udah.. udah... urusan dian kita fikir nanti kita makan dulu yaaa.... laper soalnya" tambah neta


*****


melihat mira makan hanya sedikit membuat neta heran karena biasanya pengantin baru itu makannya banyak karena telah mengeluarkan tenaga yang banyak untuk malam pertama


"mir... makan yang banyak dong... emang kamu gak laper udah malam pertama sama kak fadli" ucap neta sambil mengunya makannya..



mira dan fadli saling memandang... mereka malu mendengar ucapan neta yang tidak di saring itu...


"kepo banget deh kamu net.. " timpal dina


"gimana mau makan banyak net...pas kak fadli mau ngelakuin itu eh... tau-taunya aku datang bulan" ucap mira dengan lesu



fadli yang tengah asik makan makannya tiba-tiba tersedak mendengar penuturan polos sang istri dan Nico tertawa terbahak-bahak mendengar kejujuran mira...


"baru aja di tinggal sama dian udah bahagia lagi" cibir neta


"ini tuh beda net... kamu gak ngerti deh... " balas Nico


fadli hanya bisa mengelus dadanya... ini adalah resiko menikah dengan gadis yang polos.... sepertinya fadli harus extra mengajari mira untuk menjaga rahasia ranjang mereka apalagi untuk tidak menceritakan kepada siapapun termasuk para sahabatnya...

__ADS_1


**Bab selanjutnya intrik-intrik kecil mira dan fadli yaa😌😌😌😌....


jangan lupa like.. comment... voteπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°**


__ADS_2