
Setelah mereka selesai membereskan dapur mereka saling bercanda ria hingga ayu datang memberi kue dan menyuruh dina untuk membawa kue itu ke depan disana fadli.. Nico.. dan suami ayu tengah berbincang..... neta mengajak temannya untuk berfoto sebagai kenang-kenangan di rumah mbak ayu entah kapan mereka bisa kesini lagi..
Malam mulai larut fadli dan Nico pun pamit pulang mereka harus bangun pagi-pagi karena ingin mengantar gadis-gadis itu ke bandara besok pagi... sebenarnya ayu sudah menawarkan supaya menginap namun mereka menolak....keempat gadis itu duduk bersantai di ruang keluarga mereka ingin menghabiskan waktu bersama sebelum pulang ke kota A.... seperti biasanya ketika mereka kumpul pasti akan menjadi moment curhat-curhatan
"gaesss.... kayaknya aku bakalan pindah ke luar negri deh... " ucap dian menghela napas dengan sedih.... mereka semua menatap dian bingung dan seolah meminta penjelasan "kalo aku masih di kota A aku gak bakalan bisa ngelupain bang Nico.... " ucapnya lagi
"emangnya kamu udah nyerah?? " tanya mira..
"heee'emmm" jawab dian
"kamu yakin bisa ngelupain bang Nico??? waktu bang Nico melanjutkan kuliahnya keluar negeri selama empat tahun kamu tetap gak bisa lupa sama dia.. malahan cinta mu semakin bertambah" ucap dina... "itu dulu.... sebelum aku sadar bahwa bang Nico emang gak punya rasa sama aku.. mungkin dulu aku masih belum peka kalo bang Nico gak suka sama aku... tapi sekarang aku udah sadar dan gak akan maksain kehendak aku lagi" ucap dian sambil tersenyum ke teman-temannya...
"wah.... super sekali... ternyata kegagalan cinta bisa buat dian sang anak Sultan jadi bijak gini yaa... " ejek neta dan mendapat tatapan tajam dari mira...
"emangnya kamu udah ngungkapin perasaan kamu sama bang Nico??? " tanya dina
"belum sih.... "
"belum berperang udah kalah... gak asikk ahh.. "
"kadang cinta itu gak perlu di ungkapin dengan kata-kata cukup dengan perbuatan dan kita bisa tau orang itu suka ato tidak sama kita" ucap dian dan lagi-lagi membuat teman-temannya melongo tidak percaya... mereka sangat takjub melihat perubahan pada dian beberapa hari ini.. dian yang niatnya ke kota C untuk ngungkapin perasaannya ke bang Nico menjadi sangat berubah setelah dia merasa cintanya bertepuk sebelah tangan dan yang lebih hebatnya lagi dian bisa menyikapinya dengan sangat bijak... Diantara mereka berempat dian lah yang paling manja karena dia merupakan anak tunggal dari salah satu orang terkaya di Indonesia....
Keenand sudah pulang dari rumah sakit dia selalu berusaha menghubungi mira namun hasilnya nihil nomor telpon mira tidak dapat di hubungi...dia memeriksa nomor kontaknya mencari nomor teman mira dan akhirnya dia melihat nama neta.. tanpa fikir panjang keenand pun menghubungi neta... betapa bahagianya neta melihat nama keenand tertera di layar ponselnya namun sebelum menjawab panggilan itu dia memberi tahu mira terlebih dahulu...
"halo net... apa mira sama kamu?? " ucap keenand to the poin
"i.. iya.. kak kami lagi liburan di kota C.. " jawab mira gugup... karena ini kali pertama keenand menelpon nya dan jantung nya berdegup sangat kencang walaupun tujuan keenand menelpon hanya untuk menanyakan mira..
"kapan kalian balik"
__ADS_1
"besok kak.. "ucap neta.... hingga akhirnya keenand menutup telepon wajah neta terlihat merah dan keringatnya bercucuran... " kamu kenapa net? "tanya dina.. " ternyata gini rasanya ngobrol sama orang yang kita sukai" tanya neta dengan nafas ngos-ngosan karena dadanya serasa bergejolak.... membuat teman-temannya tertawa melihat tingkah neta..
"aku bakalan dukung kamu sama kak keenand... tapi tunggu aku putus dulu yaa" ucap mira
"wah... kamu belum putus sama kak keenand??? jahat kamu mir... " ucap neta.... "aku udah berusaha ngubungin dia tapi nomornya gak pernah aktif " ucap mira
keenand yang sudah tidak sabar menunggu hari esok memilih tidur lebih awal karena dia ingin menjemput mira di bandara rasa rindu nya sudah sangat besar... matahari mulai menampakan sinarnya keenand dengan semangat menemui mamanya ingin meminta ijin untuk pergi menjemput mira namun sang mama tidak mengizinkan dan menyuruh supir keluarganya yang akan menjemput mira... keenand pun mengerti sikap mamanya karena dia memang baru keluar dari rumah sakit dan belum sembuh betul...
keenand sangat bahagia karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan pujian hatinya...
sementara di kota C para gadis itu sedang bersiap-siap ke bandara... mereka pun sarapan bersama mbak ayu dan suaminya namun mbak ayu dan suami tidak bisa mengantar mereka ke bandara.. "mir.. mbak minta maaf yah sepertinya kami gak bisa nganter kalian ke bandara.... tapi mbak sudah minta tolong sama fadli dan Nico untuk ngantar kalian" ucap ayu... "gak apa-apa kok mbak... makasih banyak ya mbak dah mau nampung kami di rumah mbak... " ucap mira mulai sedih... "udah.. udah.. gak usah ada air mata ya.. mbak gak suka " namun tanpa ayu sadari dialah yang mengeluarkan air mata terlebih dahulu kemudian keempat gadis itu berdiri memeluk ayu...
selesai sarapan fadli datang dan mulai memasukkan barang-barang mereka ke bagasi mobil... melihat mobil fadli tidak cukup untuk memuat barang-barang gadis itu ayu pun menelpon Nico dan Nico menyuruh nya untuk menunggunya karena dia harus ke kantornya terlebih dahulu untuk mengambil berkas penting.
namun karena mereka takut terlambat akhirnya mereka memutuskan meninggalkan Nico dan tetap naik mobil fadli namun barang-barang mereka akan di urus oleh mbak ayu untuk mengirimnya ke kota A.... "perasaan waktu datang mereka gak bawa koper deh... " gumam ayu..
Setibanya di bandara dian berjalan dengan sangat lambat berharap Nico datang menyusulnya walaupun itu tidak mungkin
ketiga temannya yang melihat dian seperti itu ikut merasakan apa yang dian rasakan namun mereka bisa apa... neta berusaha mengibur dian dengan namun itupun tidak berhasil... "aku baik-baik aja net... mungkin aku cuma kurang tidur aja.. " ucap dian berusaha terlihat kuat.. "kurang tidur gimana.. .. semalam itu tidur mu nyenyak banget sampe-sampe kamu tuh ngorok tau.. " ucap dina.. fadli pun hanya tertawa melihat tingkah gadis-gadis.. walaupun mereka Anak-anak yang terbiasa hidup dengan kemewahan dan tidak pernah hidup susah namun mereka sangat tulus dalam berteman... saling menguatkan dan salin mendukung. fadli salut dengan persahabatan mereka..
fadli melihat Nico turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa dia bisa melihat kekhawatiran di wajah nico... "dian coba liat siapa yang datang" ucap fadli membuat keempat gadis itu berbalik dan melihat siapa yang datang
"bang Nico.... " ucap dian dengan mata yang berbinar namun dia tetap berusaha bersikap santai.... "Maaf aku terlambat tadi aku harus ke kantor terlebih dahulu" ucap Nico menatap dian... "gak apa-apa bang Nico kita juga baru sampai kokk" ucap mira.. hingga akhirnya mereka berjalan beriringan menuju terminal keberangkatan mira dan fadli saling bergandeng tangan si susul dina dan neta serta dian dan Nico yang berjalan di belakang mereka .... dian tampak kikuk berjalan berdua dengan Nico melihat dian seperti itu Nico pun memecah keheningan
"makasih ya.... selama abang sakit kamu dah mau ngerawat abang... ucap Nico
__ADS_1
" i.. iya bang sama-sama "ucap dian menunduk...
" masakan kamu enak banget.. pas di lidah abang"
"bang Nico jangan ngaco deh.... itu masakan pertama dian bang.... pasti rasanya gak enak kan dan abang terpaksa makan karena gak ada makanan lain" ucap dian dan suasana mulai cair di antara keduanya... tanpa mereka sadari fadli.. mira.. dian dan neta melihat ke arah mereka
"kok jalannya kayak kura-kura sih... makin lama makin lelet" ucap neta jengkel
"net... biarin mereka menyelesaikan urusan mereka... kita cukup jadi penonton ajaa" ucap fadli
"beneran masakan kamu beneran enak... abang harap abang masih bisa ngerasain masakan kamu lagi..heeheh"
"iya kalo ada waktu dan kesempatan ya bang...
akhirnya waktu keberangkatan semakin dekat.... fadli seakan enggan melepas pelukan dari mira..
" tunggu kakak ya sayang... seminggu lagi kakak pulang dan ngurus pernikahan kita"ucap fadli sambil memeluk mira.... mendengar hal itu membuat neta kegirangan karena kesempatannya mendapat keenand lebih besar... "dian kamu tunda aja keberangkatan kamu ke luar negeri... mira dah mau nikah loh" ucap neta.... "liat entar aja deh" ucap dian..
Nico kaget mendengar dian akan keluar negri namun dia terlalu gengsi menanyakan alasan dian keluar negri.... dia hanya menatap neta seolah meminta penjelasan neta pun mendekat ke abangnya.. "jangan harap neta lupa tuk laporin tentang pacar abang itu ke mama dan papa" ucap neta berbisik... "soal itu terserah kamu" ucapnya cuek.. "ngapain dian keluar negri?? " tanya Nico penasaran
"tuk ngelupain perasaannya ke abang" jawab neta dengan mimik mengejek..
keempat gadis itu berjalan meninggalkan kedua pemuda yang mengantarnya.. setelah berjalan cukup lama mira berbalik melihat fadli
dan tersenyum manis serta tangannya memberi kode cinta dan dibalas manis oleh fadli
"kamu jangan ikut-ikutan.. dia itu masih kecil sedangkan kamu dah tua.. " sindir Nico
"bilang aja kamu iri kan.. " ejek fadli kemudian berlari kecil dan dikejar oleh Nico...
__ADS_1
sumber gambar:google
jangan lupa like.. comment... dan vote ya gaesss🥰🥰🥰