
fadli langsung membuat janji dengan dokter untuk memeriksakan kehamilan istrinya.... asma tidak ikut ke rumah sakit karena harus ke pasar membeli barang pesanan bi wati... hingga fadli pun hanya mengantar asma sampai ke pasar dan melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit..
fadli sudah memberi tahu bu nana perihal kehamilan istrinya dan betapa bahagianya bu nana mendengar hal tersebut... mereka juga tak lupa mengabarkan kedua orang tua mira.... dan mereka akan pulang kampung dalam waktu dekat ini...
sepanjang perjalanan menuju rumah sakit fadli selalu memegang tangan istrinya dan sesekali mengecup nya... dia juga mulai mengajak calon baby nya berbicara sambil mengusap perut rata istrinya... fadli merasa sangat bahagia... tak hentinya dia mengucap syukur kepada Tuhan.
πππππ
asma kembali ke rumah mbak ayu karena fadli menyuruhnya untuk mengambil barang mira yang kelupaan... tapi kali ini asma di antar oleh supir bu nana yang menjemput nya di pasar... setibanya di depan rumah mbak ayu asma melihat rian sedang bertengkar dengan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik namun dia hanya melihat sekilas karena itu bukan urusannya...
"mbak.... itu tetangga sebelah kenapa ya.... kok ribut-ribut....? tanya asma karena penasaran
" itu... anaknya nenek maemunah... dia tinggal di kota dan katanya cerai dengan suaminya hingga anak-anaknya memilih tinggal di kampung ini bersama neneknya ibu maemunah.. "ucap om Ardi yang tiba-tiba muncul dari belakang
" oh... gitu too... jadi rian dan adiknya rini itu cucunya nenek Maemunah yah.. "? tanya mbak ayu
" loh.. mbak ayu juga ngak tau ya... hehhehee"ucap asma
"kalau kamu mau tahu urusan kampung sini..... datang aja ke om... dia itu tahu semua... " cibir ibunya ayu...
"bapak kan kerja di kelurahan bu.. jadi tahu lah... " bela pak Ardi...
setelah mengambil barang yang di maksud asma pun pamit.... hingga dia melihat rian sangat kacau.. sebenarnya asma sangat ingin berada di samping rian namun dia tidak punya alasan ke rumah itu....
rian melihat asma dengan tatapan teduhnya dan menghampiri asma dan langsung memeluk asma hingga beberapa saat... entah mengapa asma tidak melakukan penolakan atas perlakuan rian terhadapnya dia malah mengelus-elus pundak rian seolah mengatakan semua akan baik-baik saja...
rian pun melepaskan pelukannya... "kamu hamil ya"??? tanya rian
asma tentu saja kaget mendengar perkataan rian....
" hamil... ngak.... "ucap asma menggeleng kan kepalanya
" tadi kamu beli alat tes kehamilan... kalau kamu tidak hamil alat itu untuk siapa..? tanya rian
"oow.. itu untuk mira... aku ini masih singel loh.. "
"walaupun masih singel bisa saja kamu hamil... "
asma memukul pundak rian dengan keras "enak aja... gue masih perawan y... " ucap asma emosi
__ADS_1
"sakit nih.... " ucap rian meringis
perdebatan merekapun berakhir karena adik dan ibu rian akan kembali ke kota A...
"rian.. mama berangkat dulu nak.. mama harap kamu segera menyusul mama... cup... ucap mamanya rian bu fina..
" bang......rini pamit ya... bye... "... rian pun memeluk tubuh adiknya... " kamu baik-baik ya di sana jangan lupa kabari kakak tiap hari... ucap rian
"kakak cantik titip bang rian ya... jangan lupa ingetin makan dan jangan suka begadang hehhe.... ucap rini melihat asma..
" i.. iya.... "ucap asma kikuk...
setelah kepergian mama dan adiknya rian kembali menatap asma secara intens.." kamu betul ngak hamil kan...? "
"astaghfirullah... kok loe ngak percaya sih.. tapi kalaupun gue hamil itu bukan urusan loe...."
"kalau kamu hamil.... aku akan buang perasaan ku padamu... " ucap rian pelan namun masih terdengar oleh asma...
"kok.. elo pake aku... kamu.. sih.... " ucap asma kikuk....
"rian... rian... kamu dimana nak... " ucap nenek maemunah..
setelah membantu sang nenek memakai gigi palsunya rian kembali ke tempat asma namun dia sudah tidak menemukan asma di sana.... "belum juga katakan cinta.... sudah di tinggal.. nasib... nasib... " ucap rian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal..
"semangat anak muda.... om tahu kok nomor telepon nya.... " Teriak om Ardi dari arah rumah nya.. membuat rian malu dan mempercepat langkahnya....
"ayah... ngak usah kepo deh dengan urusan anak muda... "jengah istrinya melihat tingkah suaminya...
" ya.. kali aja cucunya nenek maemunah jodoh nya si asma bu.... "
"iya yah... tapi ayah ngak usah ikut campur.... mending ayah bantu ibu siram bunga.. "
ππππ
fadli dan mira tengah menunggu antrian di rumah sakit... fadli melihat ada beberapa bapak-bapak yang juga ikut menemani istri mereka untuk periksa... dan sedikit berbincang dengan mereka hingga tibalah saatnya giliran mira untuk di periksa..
dokter pun melakukan pemeriksaan tehadap mira..
"pak... bu... selamat ya... di dalam perut itu ada kehidupan baru.... ini titik kecil ini adalah janin kalian.. " ucap dokter itu
__ADS_1
fadli dan mira sangat terharu hingga tanpa mereka sadari mereka berdua meneteskan air mata kebahagiaan....
"itu anak kita kak... "
"iya sayang... terimakasih.... sudah mau mengandung anak kakak.. " ucap fadli mengecup tangan istrinya...
hingga pemeriksaan selesai mereka tak melepaskan genggaman tangan satu sama lain... mira melihat febi di rumah sakit itu juga namun tidak memberi tahu suaminya karena dia tidak ingin merusak momen bahagia ini...
namun takdir berkata lain fadli tanpa sengaja menabrak pak bondan karena berjalan sambil menggunakan handphone.... "maaf... maaf Pak" ucap fadli
"makanya kalau jalan lihat-lihat... " ucap pak bondan datar tanpa ingin melihat fadli ataupun mira
mendengar suara ayahnya feby kemudian berbalik hingga melihat mira dan fadli... amarahnya kembali menyeruak mengingat kejadian malam itu...
dia ingin sekali membalas perbuatan mira namun dia sadar bahwa mereka sedang berada di rumah sakit dan merupakan tempat umum....
"ayo ayah.... kita pergi dari sini nanti kita ketularan penyakit bar-bar wanita itu... " sinis feby melihat mira
namun fadli ataupun mira hanya santai mendengar ucapan feby... dan menanggap angin lalu saja...
"maaf nona... jalan keluar di sebelah sana... " ucap mira menunjukan jalan keluar karena febi menarik tangan ayahnya menuju kamar mayat...
"tapi kami ingin keluar lewat sana.. " sewot feby dan tetap melanjutkan langkahnya dengan angkuh
"nak... bukankah itu kamar mayat... " bisik pak bondan pada putri nya membuat feby melihat kedepan dan bergedik ngeri... ketika kamar mayat itu terbuka.... diapun berbalik menuju arah yang yang di tunjuk mir tadi....
"ini semua gara-gara ayah.. " ketus feby membuat ayahnya heran... namun tetap mengikuti langkah putri nya
mereka pun kembali bertemu fadli dan mira.... namun feby dan pak bondan seolah tidak mengenali fadli dan mira....
"kemarin.... sok.. sok an kasi suapan pertama sekarang sok.. sok.. an ngak kenal.. " cibir mira
membuat feby semakin kesal dan bergegas menuju mobilnya.... meninggalkan pak bondan di belakangnya
fadli hanya menggeleng kepalanya melihat tingkah istrinya .
***maap ya.. kemarin otor ngak update... karena otor lagi kurang enak badan.... jadi hari ini otor up 2 episode... ππ
jangan lupa like.... komen.. voteπ₯°π₯°π₯°π₯°***
__ADS_1