Ketulusan Cinta Pemuda Kampung

Ketulusan Cinta Pemuda Kampung
berdebat


__ADS_3

beberapa saat setelah ijab qabul terlaksana kondisi ayah asma semakin drop hingga membuat tim dokter harus menyuruh para keluarga untuk keluar karena mereka harus melakukan tindakan segera mungkin.... rian selalu menenangkan istrinya...melihat hal itu ibu asma dan bi wati merasa sedikit tenang karena mereka melihat rian tulus mencinta asma.....


Tiba-tiba seorang perawat keluar dari ruangan dan mengatakan bahwa ayah asma telah tiada... sontak membuat mereka tak percaya... asma dengan histeris berlari masuk ke ruangan ayahnya dan menyuruh ayahnya untuk bangun.... sedangkan ibunya sudah pingsan diluar mira.. fadli.. dan dina menemani ibu asma sedangkan yang lain masuk ke ruangan untuk melihat jenazah ayah asma... betapa hancur hati asma hari dimana dia sah menjadi seorang istri namun di hari itu pula dia menjadi anak yatim kehilangan cinta pertama dalam hidupnya.. ayah tercinta nya telah berpulang... namun ketika tidak adalah pelukan hangat dari sang ayah..... masih ada pelukan penuh cinta dari sang suami tercinta... laki-laki yang berjanji di depan ayahnya akan menjaganya....


kini asma sudah mulai tenang dan ibunya sudah sadar... mereka berdua hanya bisa memandang jenazah orang yang mereka cintai dengan deraian air mata sementara itu rian tengah mengurus kepulangan jenazah ke kediaman orang tua asma...


darwin yang sudah dari tadi berada di kediaman pamannya di temani bu wati serta mira.. dina dan fadli tengah membersihkan rumah itu karena sebentar lagi jenazah akan tiba...


"non mira ngak usah bantu-bantu.... non istirahat aja... " ucap bi wati


"iya.. sayang kamu istirahat aja ya..kamu pasti kecapean...ingat baby di perut kamu.."tambah fadli sambil mengelus lembut perut buncit istrinya..


🍀🍀🍀🍀


proses pemakaman pun telah selesai... bu nana.. pak Ardi dan nenek maemunah juga turut hadir dan memberi semangat untuk asma dan ibunya...


akhirnya mereka semua pulang . .. kini tinggalah asma... rian dan ibunya.. asma tidak ingin meninggalkan ibunya sendiri namun ibunya juga tidak ingin ikut bersama asma karena di rumah itu ada banyak kenangan suaminya di rumah ini... sawah dan kebun mereka pun tidak ada yang mengurus. Rian pun memutuskan untuk tinggal sementara waktu di rumah mertuanya..


sepanjang jalan dina hanya diam sembari mengalihkan pandangannya keluar jendela....entah dia menikmati hamparan sawah yang hijau atau dia menghindari seseorang yang duduk di sampingnya.... sedari tadi darwin merasa dina mendiamkan dirinya hanya berbicara seperlunya saja darwin sangat ingin meluruskan semua yang telah terjadi namum saat ini mereka ikut di mobil fadli jadi mau tidak mau darwin hanya diam saja.


mira merasa perut nya mulai kelaparan lagi padahal sepanjang perjalanan mulut nya tidak berhenti mengunya... namun dia meminta suaminya untuk berhenti di salah satu warung yang mereka lalui...

__ADS_1


"mir... emangnya lu masih lapar?? " tanya dina heran karena sebelum berangkat mereka sarapan terlebih dahulu ditambah selam perjalanan mira tidak pernah berhenti mengunyah...


"gue kan ibu hamil din... jadi wajar kalau cepat lapar... hehehe" ucap mira cengengesan


mereka berempat pun menunggu pesanan sambil sibuk bermain HP masing-masing.... mira yang sangat mengenal sosok dina merasa sahabat nya itu sedang tidak Baik-baik saja... hingga dia meminta suaminya untuk mengantarnya ke kamar mandi.


"manja amat si bumil.... " ejek dina


"gunakan kesempatan ini buat selesein masalah kalian.. " bisik mira kembali mengejek dan berlalu bersama suaminya


🍀🍀🍀


"kamu masih marah ya din... " ucap darwin


"aku harap kamu ngerti posisi aku sayang.... aku juga ngak tau harus berbuat apa saat itu.... "


dina yang tadinya enggan melihat wajah darwin kini menatap tajam wajah itu... "pertama stop panggil aku sayang lagi.... kedua kamu mau aku ngerti posisi kamu???? apa kamu ngak ngerti posisi aku win.. hahhhh.... kamu ngajak aku ke kampung itu untuk mengenalkan aku ke keluarga mu tapi apa yang aku dapat.... kamu malah mau menikahi anak mereka... dimana perasaan kamu win.... hikss.... hikss.... "akhirnya air mata yang sedari awal di tahannya menetes juga bahkan dengan derasnya membasahi wajah cantik dina.... " aku benar-benar merasa ngak ada artinya buat kamu win.... "


"din....aku minta maaf .. aku mengaku salah tapi saat itu aku hanya berfikir untuk membalas budi kepada pamanku.... " ucap darwin melemah dan mata memerah.... "aku ngak tahu gimana hidupku tanpa kamu sayang.... " tatap darwin kepada dina... tatapan penuh penyesalan dan penuh cinta... namun dina langsung memalingkan wajahnya dia tidak ingin kembali lemah.... dia sadar cintanya terlalu besar untuk darwin namun kali ini darwin sudah sangat keterlaluan menurut nya...


ingin menikah wanita lain di hadapannya.... entah apa yang terjadi pada dina jika darwin betul-betul menikahi asma... " cinta mu padaku ternyata sangat dangkal win....kamu bilang ngak bisa hidup tanpa aku... cih... semua itu bulshit win... "ucap dina dengan tatapan datar

__ADS_1


" jangan pernah meragukan cintaku din.... aku bahkan sudah melamarmu kepada orang tua mu... "


"kamu sudah melamar ku??? hahhaha ternyata kamu sangat jahat.. kamu melamar ku tapi ingin menikahi wanita lain.... kamu tidak hanya melukai ku tapi juga kedua orang tuu... "


tiba-tiba perut mira terasa keram...fadli pun menghampiri dina dan darwin namun melihat perdebatan mereka yang seperti nya masih panjang... akhirnya fadli menitip kunci mobilnya kepada pelayan di warung itu dia akan ikut mobil bu nana.... kebetulan bu nana juga singgah di warung itu..


"dina sayang.. maafkan aku harus bagaimana lagi aku menjelaskan kepadamu bahwa saat itu aku ngak bisa menolak permintaan paman... kamu liat sendiri kan keadaan nya.. "


"tapi kamu juga tahu asma memiliki kekasih dan kekasih nya siap menjaga nya.. " sengit dina


"orang tua rian tidak menyukai asma din.... gimana rumah tangga mereka nanti.... "


"rumah tangga mereka itu urusan mereka win... kamu lihat sendiri kan bagaimana cintanya rian kepada asma... tentu rian akan melindungi asma... "


cukup lama mereka berdebat namun tidak menemui titik terang... dina tetap merasa sakit hati atas sikap darwin dan darwin juga merasa tindakan nya itu hanya sebagai bentuk balas budi...


"sudahlah win... berdebat dengan mu membuat ku lapar... ini mira kemana lagi??? lama amat sih... " gerutu dina


hingga datang pelayan yang tadi di titipi kunci mobil oleh fadli dan memberikan kunci mobil serta selembar kertas...


kami pulang duluan... selesaikanlah masalah kalian Baik-baik... ingat perjuangan kalian hingga bisa bersama seperti sekarang... pengorbanan kalian ***hingga restu orang-tua dina yang telah kalian dapat.... (fadli)

__ADS_1


jangan lupa like... komen... vote.... 🥰🥰🥰***


__ADS_2