
Sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela mulai membangunkan mira... dia mengucek matanya dan merasakan ada tangan kokoh yang sedang melingkar di perutnya setelah membuka matanya mira kaget bukan main melihat fadli tidur di sampingnya dengan tubuh polosnya.. mira juga melihat dirinya sendiri ternyata tubuh nya juga tidak tertutupi oleh benang sehelai pun..
"aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh" teriak mira namun tidak membuat fadli tersadar dari tidurnya
..."hiiiksss... hiksss kak fadli jahat" ucap mira tersedu sambil melepas pelukan fadli .. mira bangun dan membersihkan dirinya di dalam kamar mandi mira menangis sejadi-jadinya dia merasa telah mengecewakan orang tuanya karena tidak bisa menjaga diri.. "ehh... tunggu dulu kalo kak fadli udah buat itu ke aku harusnya aku gak bisa jalan dan selangkanga* ku sakit tapi aku kok gak ngerasa sakit sama sekali sihh... cuma agak pusing dikit"ucapnya lagi " tapi kenapa bisa kami tidur tanpa busana sambil berpelukan ya?? pikirnya.... mira yang penasaran langsung menyudahi mandi nya dan melihat fadli masih di di tempat tidur...
"kamu dah bangun mir?? kamu sudah gak demam lagi"?? tanya fadli khawatir... " kak fadli pake celana dulu deh.... "ucapnya sinis.. fadli pun mulai sadar akan kejadian tadi malam dia Buru-buru memakai celana pendeknya dan berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya pada mira.. namun tatapan kemarahan dari mira sangat terlihat jelas.. " kenapa kakak tega lakuin itu sama aku" tanya mira dengan wajah memerah menahan amarah dan air mata..fadli sudah tidak bisa berkata-kata lagi percuma dia menjelaskan kepada mira sekarang karena mira pasti tidak akan percaya kepadanya... "jawab kak... kenapa" teriak mira.. "kakakk tega banget sama aku.. aku emang cinta sama kak fadli bukan berarti aku mau nyerahin keperawananku begitu aja kakk.. hikss... hiksss.. " air mata mira pun tak terbendung lagi kakinya sudah tidak bisa menopang tubuhnya dia pun terjatuh di lantai sambil memegang dadanya yang sesak.. fadli sedikit terhentak mendengar penuturan mira bahwa dia masih perawan... hal itu membuat fadli sangat senang namun melihat keadaan mira sekarang dia akhirnya menunda meluapkan rasa bahagianya itu.. fadli berusaha membantu mira berdiri namun mira menepis tangannya dengan kasar.. "apa kakak sudah puass... " lirih mira.... fadli merasa hatinya teriris-iris melihat mira menangis seperti itu dia lalu menarik mira masuk ke dalam pelukannya.. "kakak gak mungkin merusak kamu.... kakak masih bisa tahan sampai kamu sah menjadi istri kakakk" ucapanya... mira Buru-buru melepas pelukan fadli dan menuntut penjelasan... fadli pun menjelaskan semua yang terjadi semalam kepada mira..
"oh.. gitu ya.. pantas aja aku masih bisa jalan dan selangkanga* ku ga sakit sama sekali" ucap mira pelan sambil berusaha menghentikan tangis nya
"tapi gak akan bisa jalan saat malam pertama kita nanti" ucap fadli sambil menggoda mira... "siapa juga yang mau nikah sama kak fadli" ucap mira menahan malunya.. "aku belum maafin kak fadli yaa" ucapnya lagi..
"kakak gak butuh maaf dari kamu sayang... justru kakak bangga dengan apa yang kakak lakuin semalam.. karena itu kamu bisa sembuh.. "
"tapi kan bisa pake cara yang lain... bukan dengan cara kotor seperti itu.. kakak itu mengambil kesempatan dalam kesempitan tauu" ucap mira sambil mendengus kesal melihat fadli yang sama sekali tidak merasa bersalah..
fadli menggenggam tangan mira,. dia tidak bisa membayangkan seandainya sesuatu yang buruk terjadi kepada gadisnya itu walaupun cara yang dia ambil salah tapi dia merasa sangat bersyukur
"mir.. kamu tau nggak semalam kakak khawatir banget... "
"kak.. kakak beneran gak ngelakuin apa-apa kan semalam" tanya mira penasaran
"sayang... rasa khawatir kakakk itu lebih besar dari pada ***** kakak.. jadi untuk mikirin hal kotor itu kakak gak pernah" ucap fadli dengan tulus..
__ADS_1
"aku percaya.. tapi tetap mau visum?? ucap mira
" ya ampun mir... kakakk gak bakalan ngelakuin hal sehina sama wanita yang kakak cintai... please kamu gak usah visum segala.... yaa"
"tapi ini hanya rahasia kita berdua ya kakk.... siapapun gak boleh tau apalagi ayah... "
"iya.. ini akan jadi rahasia dan kenangan kita berdua..... kakak gak mungkin ceritain ke orang-orang.... karena aib kamu akan menjadi aib kakak juga.. " ucap fadli menjelaskan dan mira pun mengerti ....
Di tempat lain
Nico berusaha mencari neta dan dian namun hasilnya nihil mereka sudah tidak ada di rumah ayu. akhirnya Nico memutuskan untuk kembali ke kantor nya dan menghadiri meeting dengan beberapa klien.. riani masih terus berusaha menghubungi Nico namun Nico tidak menggubrisnya karena dia takut neta akan melihat nya bersama riani dan melaporkan kepada orang tuanya... orang tua Nico tidak setuju Nico terjun di dunia bisnis... mereka mau Nico menjadi dokter seperti mereka namun ketika Nico tau riani kuliah bisnis di luar negri dia pun memutuskan untuk mengikuti riani.... sebegitu besar cintanya kepada riani sehingga dia rela melawan keinginan orang tuanya.. orang tua Nico pun mengizinkan Nico terjun di dunia bisnis yang penting dia tidak membuat masalah dan membuat orang tuanya harus turun tangan.
sepulang dari kantor Nico sengaja mengawasi rumah ayu
kaki dian sempat terkilir sewaktu bermain di pantai bersama teman-temannya sehingga dian harus di gendong masuk ke dalam rumah... ketika supir suruhan fadli menggendong dian.. Nico lalu memukul supir tersebut dan membuat semua orang heran
"apa-apaan sih bang Nico.. dateng-dateng main pukul ajahhh" ucap neta
"kalian tuh yang apa-apaan... anak gadis kok pulang malam.. masuk rumah ajah minta gendong.. " ucap Nico melirik sinis ke dian
"suka-suka kita dong.... ayo mas tolong gendong teman saya" ucap neta lagi
"kenapa harus di gendong segala sihh kamu dian.. manja amat" ucap Nico
"emangnya kenapa kalo dian mau di gendong?? emang salah?? tanya dina..
__ADS_1
" ehh.. gak... sih.. ta.. ta.. tapi. "ucap Nico gugup
" kalo bang Nico mau gendong... ya tinggal gendong ajah.. gak usah main pukul kali.. "ucap dina lagi
" gak usah aku bisa jalan sendiri "dian pun membuka pintu mobil dan berusaha berdiri dan ketika dia hampir terjatuh dengan sigap pak supir menahan tubuh dian agar tidak terjatuh namun Nico menatap tajam ke pak supir itu seolah mengatakan untuk tidak menyentuh dian
.. pak supir pun melepaskan tangannya dari tubuh dia karena takut melihat tatapan Nico..... dian pun terjatuh dan meringis kesakitan..
"pak.. kok di lepas sih.. aku kan jadi jatuh" keluh dian
"anu.. non... bapak takut sama pacarnya non. dari tadi mandangin bapak mulu... " ucap pak supir menunduk..
"ehh.... dia bukan siapa-siapa saya pak... gak usah takut.. tolong bantu saya berdiri pak.. " ucap dian namum dengan sigap Nico lalu menggendong dian masuk ke dalam rumah tanpa berkata apapun... "bang Nico so sweet banget sihh" ucap dina.. dan mendapatkan tatapan mematikan dari neta... "awas ya kalo kamu lembut depan bang Nico.... " ancam neta...
"iya.. iya.. gak bakal.. hufft"....
mereka semua pun masuk ke dalam rumah dan melihat hal yang menyesakkan dada bagi neta dan dina
sumber gambar:goggle 🥰🥰
__ADS_1
jangan lupa like.. comment.. dan vote yaaa🥰😘🥰