
Jam telah menunjukkan pukul dua belas siang menandakan waktu istirahat bagi anak kuliahan seperti mira... kini dia bergegas menuju parkiran disana sudah ada kendaraan yang menunggunya. di temani asma kini mereka telah tiba di sebuah di klinik... asma sendiri merasa bingung mengapa mereka harus kesini... setelah melakukan registrasi mereka menunggu di depan ruangan seorang dokter... disana terlihat banyak ibu hamil yang juga ikut mengantri seperti mereka.
"kamu dah isi ya mir?? " tanya asma
"belum as... aku kayaknya mau nunda dulu deh.. aku belum siap punya anak"
"mas Fadli sama bu nana tau kamu mau nunda dulu?? "
"belum As.. aku bakalan ngomong kalo udah nyampe di rumah"
setelah menunggu beberapa waktu akhirnya tibalah giliran mira untuk masuk menemui dokter..
Fadli sengaja pulang lebih awal karena ingin memberi kejutan kepada istrinya di tengah jalan dia melihat toko bunga mengingat sang istri sangat menyukai bunga fadli pun memutuskan untuk membeli bunga untuk sang istri.. namun dia melihat mira dan asma turun dari mobil dan menuju ke sebuah klinik karena penasaran fadli pun mengikuti mereka...
Setelah melihat mira dan asma meninggalkan klinik fadli pun bertanya kepada perawat di sana tujuan mira datang ke klinik namun karena alasan privasi pasian dokter menolak untuk memberikan informasi namun fadli tak kehabisan akal dia menghubungi temannya yang juga seorang dokter.. dia adalah anton.. setelah anton menyetujui untuk membantunya fadli kemudian kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya... "untuk apa mira ke klinik itu ya... " guman fadli sambil menyetir.
Fadli yang mendapat pesan dari anton tiba-tiba menghentikan laju mobilnya dan berusaha menahan amarahnya...
assalamu'alaikum bro... tadi bini kamu ke klinik itu untuk memasang alat kontrasepsi... kayaknya dia mau menunda untuk hamil deh....
itulah pesan yg di kirim anton untuk fadli....
kecewa dan marah itulah yang dirasakan fadli... mengapa istrinya ingin menunda untuk memiliki anak darinya dan tanpa sepengetahuannya mira menggunakan alat kontrasepsi....
setibanya di rumah... fadli berusaha menahan emosinya... dia tidak ingin mamanya tahu.. karena bu nana sangat ingin menimang cucu dari fadli... bu nana pasti akan sangat kecewa pada mira.....
__ADS_1
"baru pulang kak..... "
"hmmmm... " jawab fadli dengan senyum yang sedikit di paksakan
"ini untuk kamu... " ucap fadli sambil memberi bunga pada mira
mira sontak memeluk suaminya.. dan menghujani fadli dengan kecupan....
"makasih kak... bunganya indah sekali"
"indah tapi awas menusuk... "
mira melihat ada yang aneh dengan suaminya namun melihat suaminya baru datang dia enggan untuk bertanya dan berusaha menetralkan suasana....
"kalo gitu kakak mau langsung makan atau mandi dulu" tanya mira
"mandi dulu.... gimana hari kamu.... menyenangkan??? "
"kenapa dia belum jujur ya... ato aku tanya asma aja deh" guman fadli dalam hati
ππππ
Hubungan dina dan darwin semakin hari semakin baik... walaupun darwin selalu menolak dina tapi dina tidak pernah putus asa dalam mengejar cinta darwin apalagi setelah dia tau bahwa darwin juga mencintainya... belajar dari pengalaman dian dalam mendapatkan cinta bang Nico dia tidak ingin mundur. apapun rintangannya akan dia hadapi sekalipun itu adalah orang tuanya dan dina tau pasti bahwa halangan terbesarnya adalah orang tuanya sendiri... selagi kedua orang tuanya berada di luar negri dia harus menguatkan pondasi hubungannya dengan darwin agar ketika ombak masalah datang mereka sudah tidak goyah lagi dan sepertinya itu mulai berhasil... darwin mulai bisa menerima kehadiran dina di hidupnya.... dia seakan lupa perbedaan diantara mereka karena dina selalu berusaha memahami cara hidup sederhana dari darwin.. terkadang dina menginap di rumah darwin hingga beberapa hari membuat darwin sangat tidak bisa menahan gejolak di dalam dirinya...
"win... malam ini aku nginap di rumah kamu lagi yaa" pinta dina
"jangan din... aku gak enak sama tetangga" tolak darwin
"emangnya kamu punya tetangga.... " cibir dina
__ADS_1
"punya tapi rumahnya agak jauh.. hehhe"
walaupun darwin tidak mengizinkan tapi dina akan tetap menginap dengan alasan ada kuliah pagi... dan rumah darwin dekat dari kampus... akhirnya darwin pun mengalah karena sejujurnya di juga sangat senang apabila dina selalu berada di sampingnya ketika dia membuka matanya di pagi hari dan ada yang memeluk tubuhnya ketika tidur...
Mereka memang tidak pernah jadian sebagai pacar seperti kebanyakan anak muda lainnya namun hubungan mereka mengalir seperti air hingga mereka sudah terbiasa tidur bersama Walaupun mereka tidak berbuat apa-apa.....
Mereka telah dekat sekitar dua bulan terakhir.. semenjak para sahabatnya pergi.. dina kini tidak kesepian lagi karena ada darwin di sampingnya...
"din.... kamu senang tinggal di sini" tanya darwin sambil memeluk dina di tempat tidur
"iya... aku bahagia win sama kamu.... "
"tapi gimana orang tua kamu apa mereka bisa menerima aku yang hanya seorang satpam"
"semoga ya win... aku bakalan ngomong sama mereka tapi bukan sekarang "
"kenapa???? "
Dina hanya diam tanpa menjawab pertanyaan darwin dia hanya mengeratkan pelukannya untuk darwin... namun darwin seakan meminta penjelasan dari dina menatap intens kepada dina..
"aku bakalan ngomong sama mereka tentang hubungan kita ini... tapi dengan satu syarat"
"apa"
"bagaimanapun reaksi mereka kamu jangan pernah ninggalin aku... aku takut win... kalo kamu bakalan menjauh lagi dari aku.. " ucap dina melemah
"aku janji din... kita bakalan lalui semuanya sama-sama... apapun rintangannya akan aku hadapi asalkan aku bisa selalu di dekat mu" ucap darwin sambil mengecup bibir mungil dina...
berawal dari kecupan bibir.... kini rasa yang bergejolak di antara mereka seakan memaksa untuk melakukan lebih...
__ADS_1
***jangan lupa like ..comment... voteπ₯°π₯°π₯°
sumber gambar:google***