
sisa-sisa hujan masih menggenangi jalan di sekitar kampus mira... asma baru saja di jemput oleh rian... sementara mira masih menunggu jemputan suaminya... sambil menunggu jemputannya mira berjalan menuju sebuah kedai kecil dekat kampusnya.. dia ingin membeli air mineral entah mengapa hari ini dia merasa sangat lelah kepalanya sedikit pening serta penglihatannya agak kabur.
dia mengistirahatkan tubuhnya di bangku dekat kedai itu dan mengirim pesan kepada suaminya bahwa dia menunggu di kedai gerobak berwarna hitam.... hingga suara fadli terdengar memanggilnya dari seberang jalan membuat mira bergegas menuju mobil suaminya... namun saat akan menyebrang ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang hingga menabrak seorang ibu yang sedang menggendong anaknya...
brakkk... braakkk.... suara gaduh itu terdengar sangat heboh fadli berlari mencari keberadaan mira namun dia tidak melihat sosok istrinya lagi yang tadi akan menyebrang..... beberapa orang berlari menuju ke arah ibu yang ditabrak dan anaknya yang sudah berlumuran darah..... dan di samping anak itu ada seorang wanita yang tengah meringis kesakitan karena menahan tubuh anak itu agar tidak terbentur ke sebuah pagar besi yang berujung runcing....
Orang-orang mulai membantu ibu itu dan anaknya untuk naik ke ambulance... seketika fadli melihat istrinya juga ikut di angkat ke ambulance yang lainnya... fadli pun berlari ke arah istrinya dan ikut naik ke ambulance..
setibanya di rumah sakit mira mendapat penanganan serius karena benturan keras yang mengenai perut nya serta dia mengalami perdarahan hebat... tubuh nya lemas.. wajahnya pucat.. "kak... gimana keadaan ibu itu dan anaknya?? " tanya mira..... "mereka sudah mendapatkan pertolongan sayang... dan di pindahkan ke ruang perawatan... kamu ngak usah mikirin mereka lagi kamu juga harus istrirahat... " ucap lembut fadli...
☘️☘️☘️☘️☘️
pertahan fadli mulai runtuh air matanya jatuh membasahi wajahnya setelah dokter mengatakan bahwa mira harus di kuret... itu artinya mereka harus kehilangan calon bayinya... sedih pasti... kecewa pasti.... namun yang paling membuatnya sakit adalah bagaimana cara memberi tahu istrinya akan semua ini... mbak ayu yang menemani mira pun sudah mengetahui bahwa sepupunya itu harus di kuret... dia juga tidak tega mengatakan semua ini pada mira namun mira harus tetap mengetahui keadaan nya... "yu..... gimana aku harus ngomong sama mira.... aku takut dia tidak bisa menerima semua ini" sendu fadli.... sangat terlihat wajah tampan itu sangat kacau.....
"mira harus tau... jujurlah akan keadaan nya walaupun berat aku yakin mira pasti kuat menerima nya.. " ucap mbak ayu memberi semangat...
bu nana dan orang tua mira masih dalam perlajalan ke rumah sakit.... fadli melihat istrinya dengan tatapan sendu.... jika saja dia yang menghampiri istrinya semua tidak akan seperti ini... penyesalan itu kini hadir dan akan selalu datang belakangan ketika semua telah terjadi... buah hati yang telah mereka nanti-nanti telah tiada... fadli harus kuat demi istrinya... dia tidak tau seperti apa nanti jika mira tahu keadaan nya.. namun seperti apapun nanti dia akan selalu ada di samping istrinya...
__ADS_1
"kak... dari mana kok lama sih... " ucap mira lemah
"dari beli ini..... " jawab fadli menujukan bungkusan obat di tangannya....
mira tersenyum melihat suaminya... "kusut amat tu muka.... butuh di setrika kayaknya deh... " seru mira sambil tersenyum menggoda fadli...
"siapa yang ngak sedih mir... melihat istri tercintanya terbaring di rumah sakit"
"hmm.. aku ngak apa-apa kak... aku masih kuat kok... kuat menghadapi semuanya... " cicit mira...
fadli mencium kening istrinya cukup lama... "apapun yang terjadi kakak akan selalu di sampingmu... tangan ini akan selalu menggenggam tangan mu dan kita akan selalu berjalan beriringan... " ucap fadli sambil menggenggam erat tangan istrinya...
deg... deg...
fadli kaget mengapa mira bisa tahu keadaan nya.. padahal dia belum memberi tahunya..... ayu juga sedang makan di kantin di rumah sakit....
" kamu tahu dari mana sayang.. "
__ADS_1
"aku dengar ketika kakak memberi tahu mbak ayu." mira masih menangis.... "hukum aku seberat-beratnya kak... aku lalai dalam menjaga nya.... "
"ngak mira sayang... ini bukan kesalahan kamu... ini sudah takdir yang kuasa.... " ucap fadli memeluk istrinya dan air matanya juga telah lolos membasahi pipinya... "kita harus sabar dan mengikhlaskan nya... " lanjut fadli
bu nana dan besannya sudah sampai dari tadi dan mendengarkan sepasang suami-istri saling menguatkan.... mereka semua menitikkan air matanya....
"assalamu'alaikum... "
"waalaikumsalam... " mira dan fadli melepaskan pelukannya dan menghapus air mata ya melihat siapa yang datang...
mama mira langsung memeluk putri nya yang tengah terbaring lemah di ranjang rumah sakit.... "yang kuat ya nak..... sabar... ikhlaskan nak... kita semua ada di sini untuk mu..... " ucapnya....
tangis mira makin pecah di pelukan sang mama... wanita yang melahirkan nya.. wanita yang selalu ada di samping nya..... "ma... pa...maafin fadli ngak bisa menjaga mira dan calon bayi kami... " ucap fadli tertunduk di hadapan mama dan mertua nya...
"sssst... udah jangan menyalahkan diri kalian lagi ini semua sudah kehendak Tuhan.... semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kejadian ini" ucap ayah mira bijak dan merangkul pundak menantunya... "kamu adalah suami terbaik dan calon ayah yang hebat nak.... ayah bangga sama kamu.... " lanjut ayah mira...
bu nana memeluk menantunya dan memberinya semangat... "maaf ma... ngak bisa kasi cucu buat mama.... " ucap mira kembali menangis.... "ngak apa-apa nak....bukan ngak bisa tapi belum... benar kata mama kamu... kami semua akan selalu ada buat kamu... jadi kamu jangan merasa sendiri ya nak.... "
__ADS_1
setelah drama nangis itu... mereka semua menunggu mira yang sedang di kuret.... mbak ayu dan orang tua nya sudah pulang karena hari sudah mulai petang... fadli tak hentinya memainkan tasbih di tangannya sembari mengucapkan dzikir kepada Allah SWT..... berharap istrinya baik-baik saja.... saat ini Allah SWT betul-betul sedang mengujinya... dia tidak boleh rapuh masih ada mira yang harus dia fikirkan... menjaga agar istrinya tidak stres... tidak larut dalam kesedihan... mungkin hari ini Allah SWT ingin melihat kesabaran dan keikhlasannya... melalui ujian ini...