KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
KOV PART 10


__ADS_3

Sore itu shanum dia ajak oleh dika menuju alun-alun disana sudah ramai stand bazar makanan, sandang dan pangan begitu juga panggung hiburan


Semuanya ramai dan sling bersuka cita,banyak yang membawa keluarga ke acara tersebut


"Ayoo num, cari minum dulu" ajak dika, shanum mengikuti langkah dika, diatas panggung hiburan terdapat bendera berlogo kerajaan valuta seketika itu shanum terdiam ia teringat akan arthur


"Tinggalah bersamaku" ucapan Arthur masih terus terngiang-ngiang di telinga shanum namun ia masih belum percaya akan perasaan arthur, shanum menyadari bahwa ia hanyalah rakyat jelata sedangkan arthur adalah putra mahkota dari kerajaan valuta.


"Eehh apaan tuh dik, rame banget" ucap shanum seraya menunjuk ke arah jalan raya terdapat beberpa mobil dan pengawalan


"Ohh itu pangeran arkana kan mau datang kesini buat pembukaan pesta rakyat selama dua minggu" ucap dika


"Ohh begitu,"


"Heum mungkin bila arthur mau menampakkan dirinya ia yang akan datang" ucap shanum dalam hatinya


"Pangeram Arkana ganteng banget yaa" ucap para perempuan belia yang sibuk mengabadikan wajahnya pangeran arkana di ponselnya


"Eh mending dia ajah deh yang jadi putra mahkota, putra mahkota aslinya juga ngumpet terus"


"Dia ga pede lah, kan katanya jelek, berbulu dan jahat suka bunuh orang" ucap belia itu sembari berbisik shanum hanya diam mendengarkan ucapan mereka


Ternyata shanum berdiri tak jauh dari panggung dan jalurnya akan di lewati oleh pangeran arkana pangeran arkana pun Lewat di temani beberapa pengawal


"Ganteng,tapi tubuhnya tak sekekar arthur, dia lebih mirip selebriti" ucap shanum ia menatap arkana yang berjalan di hadapannya tiba tiba saja arkana menoleh dan tersenyum pada shanum yg saat itu tak antusian akan kehadiran arkana


Shanum tersadar ia tertunduk membungkuk sedikit memberikan hormat.


"Dik, dia ngeliatin aku yaa??"


"Pede banget kamu di sini banyak orang tau,"


"Dik, ayolah ga usah lihat hiburan kita cari jajanan ajah heheh"


"Heum yaudah ayoo" dika dan shanum berjalan meninggal acara dan sibuk mendatangi stand bazar dari satu tempat ke tempat lainnya


Shanum dan dika duduk di atas rerumputan sembari meminum es coklat dan beberapa jajanan


"Harusnya putra mahkota yaa yang datang" ucap shanum tiba-tiba


"Haha ga mungkin num, ga bakal nongol dia" dika tertawa

__ADS_1


" Putra mahkota ganteng loh dik, dan dia jatuh cinta sama aku" ucap shanum sembari memakan pentol pedas


"Whooaa... hahahha halu nya lancar yaa bund....wkwkwk" dika tertawa terbahak-bahak sembari menoyor kepala shanum


"Haha, kamu ga akan percaya yaa, yaa aku juga ga percaya sih, aku rakyat jelata dan dia bangsawan" ucap shanum


"Num, kamu abis nonton apaan sih, kok ngayalnya begini amat, beauty and the beast yaa???"


"Hahaha dika dika .iyaa aku habis nonton itu" ucap shanum seraya tertawa


"Lagian emang kalo bener, kamu mau punya pasangan tiran, jelek buruk rupa" ucap dika


"Haa ga sih, udah ah..jangan bahas itu" ucap shanum


Sepulang dari acara itu shanum beristirahat karea sudah menjelang malam. Ia merebahkan tubuhnya lalu tiba tiba terdengar suara ketukan


"Arthur..." Ucap shanum ia segera berlari ia membuka pintu


"Braaak...!" Seseorang membuka dengan paksa dan mendorong shanum hingga terjungkal


"Dddiiiaa....dia yang malam itu.." ucap shanum ia ketakutan pria tinggi yang dulu membunuh ibu dan ayahnya datang kembali mengenakan topeng dan pakaian berjubah


"Diamana kamu simpan,peta itu!!" Ucapnya dengan mencengkeram wajah shanum yang ketakutan


"Mencoba bermain main yaa anak kecil" ia makin mendekati wajah shanum. Dengan belatinya dan wajah shanun sedikit tergores oleh belati.


Ia bangun dan mulai mencari di semua ruangan sembari terus Mendekap shanum ia meng acak acak lemari pakaian shanum


"Kraaauukkk....!! Shanum menggigit lengan pria itu


"Aaaa anak sialan" ia marah dan shanum pun di tampar dan di tendang hingga jatuh tersungkur


"TOLOOOOONG....!!! TOLOOOONG!!" Shanum berteriak pria itu semakin brutal Menganiaya shanum


"Kamu fikir kamu bisa meminta tolong, serahkan petunjuk itu maka kamu akan selamat" ucapnya sembari memukul wajah shanum shanum mencoba melawan namun tenaganya tak sanggup untuk melawan pria bertubuh tinggi itu.


Akhirnya kesadaran shanum pun mulai hilang ia pun pingsan tergeletak tak berdaya. Samar-samar ia mendengar keributan dan tercium aroma harum dari tubuh seseorang shanum membuka matanya dalam setengah sadar


"Arthur...." Ucap shanum lirih ia melihat wajah arthur dan ia saat ini berada di gendongan Arthur,lalu ia tak sadarkan diri kembali.


Shanum membuka matanya sinar yang sangat terang sangat membuat matanya sakit, terlihat selang infus sudah tertancap ia merasakan sakit di leher dan wajah serta tubuhnya

__ADS_1


"Nona sudah siuman" ucap seorang suster yang berjaga


"Aku di mana?" Tanya shanum dengan terbata


"Nona di rumah sakit kerajaan di kota valuta atas perintah raja Theodore anda di rawat di sini" ucap suster itu


"Apaa, raja Theodore, dia adalah ayah Arthur" ucap shanum dalam hatinya lalu mata shanum masih terasa berat karena salah satu bola mata shanum terkena pukulan dan membengkak,dan ia pun kembali tertidur.


"Kakek...kake.." shanum kecil berlari mencari keberadaan kakeknya


"Yaaa..disini shanum..kemari" ucap kake yang sore itu masih di kebun belakang


"Kakek, sedang apa"


"Sedang menanam pisang, kelak pisang ini akan di jual dan bisa untuk membeli apa yang shanum mau,maka itu rawat kebun pisang ini yaaaa..." Ucap kakek dengan tersenyum


"Lariii . lariii...lariiii" ucap bunda shanum dengan tangan penuh darah ia kesakitan


"Larii aku harus lari, ayoo shanaz...."


"Kakak....kaka....!!!" Ia melihat shanaz jatuh dan di bekap oleh pria itu


"Shanaz...shanaz...!!!" Teriak sahanum ia terus berteriak ketakutan


"Haaah...!!" Shanum membuka matanya, itu hanya mimpi buruk


"Aaassh....aaaww sakit" ucap shanum perlahan


"Ehemmm bagaimana keadaan mu nak"


Shanum terkejut ia mendengar suara pria tua menegurnya ia terperanjat ia bangun berlahan


"Tidak usah bangun,aku tahu keadaan mu sedang tidak baik" ucapnnya


"Maafkan hamba yang mulia" ucap shanum sedikit membungkuk ternyata yang datang adalah raja Theodore


"Anakku Arthur malam itu menelepon ku untuk meminta izin membawa mu ke rumah sakit kerajaan, aku terkejut ia tak pernah sepeduli ini pada orang lain, apalagi kepada perempuan" ucap Theodore sembari melihat ke arah laur jendela membelakangi shanum,aura yang sangat berkharisma ada pada diri Theodore sebagai raja valuta.


"Maaf hamba merepotkan" ucap shanum


"Sebelumnya aku ucapkan terimakasih untukmu yang telah menyelamatkan arthur, dan aku anggap ini sebagai balas budi tak ada hal lain, setelah kau sembuh, kau akan kami antar pulang,dan untuk sosok Arthur jangan sampai ada yang tahu akan sosok aslinya" ucap Theodore dengan dingin

__ADS_1


"Baik, yang mulia" ucap shanum seraya membungkuk lalu Theodore meninggalkan shanum.


"Yaa aku tau aku dan Arthur berbeda ini semua hanya balas budi namun dari mana Arthur tahu aku sedang dalam bahaya?" Ucap shanum ia terus berfikir bahkan hingga saat ini arthur belum datang menjenguk shanum.


__ADS_2