KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
KOV 32


__ADS_3

Mentari terasa sangat hangat shanum membuka matanya di dapatinya Arthur tengah tertidur lelap di samping shanum


"haah..luuooohh" mata shanum terbelalak melihat Arthur yang tengah tertidur pulas


" kenapa dia bisa tidur disini" ucap shanum , ia terus memandangi wajah tampan Arthur,tiba tiba Arthur menggeliat ia perlahan membuka matanya


" pagi" ucap Arthur seraya tersenyum


"kok tidur di sini?" tanya shanum tanpa ekspresi pada Arthur


" ini kediamanku, kamarku, suka suka akuu lah" ucap Arthur seraya menaikan kedua alisnya sembari tersenyum menggoda shanum


" iiishhh..." shanum memukul wajah Arthur dengan bantal


" haaaah haaaa,tenang aku tidak melewati batas" ucapnya seraya mencubit hidung shanum, tiba seseorang mengetuk arthur,Arthur segera bergegas membuka pintu


" maaf menganggu yang mulia,yang mulia raja telah sadar beliau menanyakan keberadaan anda yang mulia" ucap Merry


" ahh baiklah aku kesana sekarang" Arthur bergegas berganti pakaian dan menuju ke kediaman raja Theodore


Arthur berjalan cepat menuju kediaman raja Theodore nampak ratu Elisa dan Arkana yang tengah menemani raja Theodore ratu Elisa terus menggenggam jemari raja Theodore


"ayah..." ucap Arthur ia tak bisa menyembunyikan rasa terharunya ketika ia melihat raja Theodore membuka matanya,ia berjalan perlahan mendekati raja Theodore,ratu Elisa beranjak dari duduknya

__ADS_1


" arthur'"ucap raja Theodore sembari tersenyum, Arthur terhenyak telah sekian lama ia tak pernah melihat senyuman di wajah Theodore


"yah,.." Arthur menyeruak dan memeluk raja Theodore, Theodore menarik nafasnya dalam dalam ia memeluk putra kesayangan nya itu ia menepuk bahu Arthur dengan lembut seolah berkata bahwa dirinya baik baik saja.


Raja Theodore melirik pada ratu Elisa dan Arkana sorot matanya seolah berkata menyuruh ratu Elisa untuk keluar bersama dengan Arkana


"ya aku akan keluar ayo Arkana!"ucap ratu Elisa Dia sedikit tidak senang dengan kehadiran Arthur di dalam kamar raja Theodore


setelah beberapa lama Elisa meninggalkan kamar raja Theodore Arthur menggenggam erat jemari ayahandanya itu


"aku tidak apa-apa, apa kamu sangat mengkhawatirkan lelaki yang sudah tua ini"ucap raja Theodore seraya tersenyum ketir pada Arthur


"yah, bagaimanapun aku terus mengkhawatirkan mu, ya aku tahu aku keras tetapi saat ini aku hanya memilikmu dan tak ada alasan untuk aku tidak khawatir akan keselamatan dan kesehatanmu walaupun aku terlihat acuh"ucap Arthur dengan mata berkaca-kaca


"sebaiknya ayah istirahat sekarang tak usah banyak bicara terlebih dahulu untuk sementara aku akan menugaskan pengawalan khusus di dalam kamar ini"


"hahaha anak bodoh tidak usah seperti itu untuk apa di dalam kamar harus ada pengawalan aku baik-baik saja aku hanya lelah"


"jangan pernah membohongiku yah,aku tahu apa yang terjadi si penghianat itu sudah mulai memasuki istana dan memberikan sesuatu kepada minumanmu kan? dan aku yakin minuman itu yang sering sekali ayahanda minum dan malam kemarin puncaknya ia memberikan dosis yang terlalu tinggi karena mereka pikir aku tak ada di tempat"ucap Arthur dengan rasa kesalnya


"iya setelah meminum ramuan itu aku menyadari bahwa aku tidak baik-baik saja dan aku tahu pelayan itu yang telah membawakan ramuan racun dengan dosis yang sangat tinggi. dan aku pun lalai mengapa aku tidak menyadarinya beberapa hari yang lalu ketika ia membawakan ramuan yang sama ketika aku dalam keadaan tidak sehat"


"aku telah menemukan pelayan itu namun naasnya dia mati sebelum ia mengatakan siapa dalang dibalik semua ini dia menenggak racun yang sama mungkin, dia mati terkapar di hadapanku yah" ucap Arthur dengan suara lemah

__ADS_1


"dengan instingmu yang sangat kuat itu apakah kamu masih mencurigai paman James?" tanya raja theodore


"aku mencari tahu,dan ditemukan di kediaman si pelayan baru itu ada foto orang tuanya bersama paman James sayangnya orang tuanya telah meninggal dunia juga dan dia hidup sebatang kara"


"tetapi kita jangan gegabah untuk menyerang Paman James karena kamu tahu dia sangat nekat seperti apa seandainya saja aku tak menerima jabatan ini tahta ini mungkin ibumu masih menemaniku hingga saat ini" ucap raja Theodore dengan air mata yang mulai berlinang


dari sorot matanya sangat terlihat jelas bahwa ia sangat merindukan ratu Diana mendiang istrinya.


"kau tahu sudah banyak uang istana yang hilang sudah hampir 15 miliar dan anehnya tidak terendus sama sekali di luar mereka mencemooh istana menaikkan pajak dengan sangat tinggi di sisi lain itu adalah kebijakan ku tapi di sisi lain aku tak pernah tega untuk menaikkan pajak yang tinggi untuk rakyatku selama ini aku tak pernah memikirkan keuangan istana yang aku pikirkan hanya tahta dan kesejahteraan rakyatku tetapi dua bulan terakhir ini semua kacau balau keuangan istana mulai memburuk dan sedikit demi sedikit kekacauan istana terlihat ke publik, aku tidak menyalahkan shanum yang tiba-tiba masuk ke istana tetapi mengapa sangat bertepatan dengan kehadirannya semuanya menjadi kacau"ucap raja theodor dengan pandangan menerawang


Arthur hanya diam mendengar perkataan ayahnya itu ia pun merasa terlalu tergesa-gesa membawa shanum masuk ke dalam istana namun ia pun dilema bila ia meninggalkan shanum di desa valas shanum akan tidak nyaman dan akan terus mengalami teror dan mungkin akan terjadi hal yang tak diinginkan.


"apa kamu benar-benar mencintai shanum bukan rasa kasihan?"tanya raja Theodore


"aku mencintainya ayah di hari pertama ia menolongku, semakin lama aku mengenalnya aku mulai menyukainya dia gadis yang sederhana ceria bawel suka marah-marah emosional, tapi dia penakut dia selalu merasa tak enak pada orang lain dia tak pandai bicara dia tak pernah berpikiran negatif pada semua orang itu yang membuat aku jatuh cinta pada Shanum yah"cap Arthur seraya tersenyum dan tertawa kecil


"dulu aku mencintai ibumu dia pun perempuan yang tak pandai bicara tetapi dia sangat peka dengan segala keadaan ketika hatinya sedang gelisah ibumu tak pernah berbicara apapun pada ayah dia selalu memendam sendiri bahkan mungkin dia menangis sendiri itulah kesalahan ayah mengapa ayah tidak peka dengan keadaannya bahwasanya hari itu sebenarnya dia tak ingin ayah melanjutkan tahta ini dan kembali seperti dulu melepaskan tahta ini untuk orang lain karena mungkin dia tahu ada sesuatu yang mengancamnya entah untuk dirinya untuk kamu"ucap raja Theodore matanya kembali berkaca-kaca


"aku hanya ingin ayah merestui aku dan shanum aku ingin mempercepat hari pernikahanku yah, tidak usah diadakan pesta meriah cukup sederhana saja itu sudah cukup"


"hahaha anak bodoh bagaimana kamu berpikir seperti itu Kamu itu seorang putra mahkota tidak mungkin putra mahkota menikah dengan pesta yang sangat sederhana kota valuta harus merayakannya walaupun banyak pertanyaan tentang kamu ayah harap shanum bisa tegar bisa kuat di istana ini karena menurut ayah ini baru permulaan tetap pantau dan lindungi shanum karena ayah rasa setelah ini akan ada sesuatu yang akan mengancam dirinya"ucap raja theodor seraya terus menggenggam jemari Arthur


pagi itu Arthur terus menemani raja Theodore hingga menjelang siang bahkan ratu Elisa pun tidak masuk ke dalam untuk menemani raja Theodore karena permintaan Arthur yang ingin merawat raja Theodore siang itu.

__ADS_1


__ADS_2