
Malam itu shanum masih berdiri sendiri melihat kepergian pria paruh baya itu , ternyata Udin mendengar apa yang shanum ucapkam dengan pria itu
Dengan hati hati udin keluar dari menghampiri shanum
"Num, ada apa??" Tanya udin pada shanum
"Ohh gak ..gak ada apa-apa" ucap shanum dengan senyum tertahan
"Heum kamu bisa cerita sama aku. Mungkin aku bisa bantu"
"Hahaha gak kok beneran gak ada apa-apa,ayoo din kita masuk"
"Shanaz adikmu tidak kuliah kan??,dia pergi" ucap udin membuat langkah shanum terhenti. Ia terdiam membelakangi udin
"Hei... num," ucap udin dengan lembut,ia membelai bahu shanum, shanum mulai terisak
"A...a...aku hanya rindu adikku a..aku ingin membawanya pulang, aku yakin ia tak baik di luar sana" tangis shanum pecah ia menangis pilu, dengan lembut udin membelai bahu shanum dan memeluk seraya menenangkan
"Aku ga tau kamu ada masalah apa, kamu bisa kok cerita sama aku num, setelah aku sembuh aku akan bantu cari adikmu itu" ucap udin
"Makasih, din..maksih" ucap shanum dengan terisak
"Kasian shanum di usia mudanya ia banyak menanggung beban" ucap udin dalam hatinya
"Oh..iya.. ayoo malam ini aku akan ganti penutup luka mu" ucap shanum ia segera masuk dan meninggalkan udin
Dengan hati hati shanum merawat luka udin, udin terus menatap wajah shanum yang sembab akibat menangis tiba tiba Udin membelai lembut pipi shanum membuat shanum terkejut
"Jangan takut, aku jagain kamu sekarang" ucap udin sembari tersenyum
"Hehe.. din..din.. kamu ini ngomong apa,. Sebentar lagi luka mu membaik, kamu bersiap pulang ya, aku ga enak takut ada yang tahu keberadaan mu disni malah jadi masalah nantinya"
"Gak akan... Semuanya akan baik baik saja, walaupun aku pulang aku akan jemput kamu kembali"
",Din..kamu sakit yaa " ucap shanum ia merasa udin sangat aneh shanum membelai dahi udin dengan cepet udin menarik lengan shanum dan mencium lembut bibir shanum
"Plaaak...!!!" Shanum menampar pipi udin
"Sebaiknya besok kamu pulang..!" Ucap shanum ia terlihat marah, akan perlakuan udin
"Maaf, aku hanya" udin tak melanjutkan ucapannya, shanum segera membereskan semua peralatan p3k dan berlalu pergi
Udin hanya menarik nafasnya dalam dalam
"Kenapa aku bisa tiba tiba begitu, cium shanum" ucapnya dalam hati sementara itu di kamar jantung shanum berdegup kencang ia tak menyangka bibirnya akan di cium dengan lembut oleh pria yang ia tolong beberpa hari yang lalu.
__ADS_1
Tok..tok..tok..
"Shanum.." ia mengetuk pintu kamar shanum
"Ada apa..?" Ucap shanum dari dalam kamar
"Aku minta maaf akan sikap aku tadi, aku besok mau pulang, makasih ya num, sudah merawat ku, aku akan kembalikan dan membayar semua biaya selama aku disini" ucapnya dengan lembut
Shanum membuka pintu kamarnya dengan hati hati
"Aku ga perhitungan, yang penting kamu sembuh bisa ketemu orang tuamu lagi itu sudah membuat aku senang" ucap shanum hati hati ia tak berani menatap wajah pria yang ada di hadapannya.
"Maaf.." ucap udin perlahan
"Heum, udah lah lupakan kamu istirahat yaa aku juga udah mulai ngantuk" ucap shanum sembari tersenyum
"Ya.." ucap udin dan Shanum pun kembali masuk ke dalam kamarnya
Keesokan harinya setelah selesai sarapan pagi shanum bersiap.kekebun belakang di dapatinya udin tengan melihat foto masa kecil shanum
"Num ini apa??" Ia bertanya pada shanum
"Ohh otu tulisan kakek nenek aku juga ga tau tapi lucu ajah" ucap shanum
"Jalan 25 langkah ke belakang rumah, lalu tengok kiri berjalan lah 10langkah kembali, setelah itu megitarinya berbentuk persegi panjang masing masing sisi 30 langkah" ucap shanum
"Haha pernah dulu sama bunda sma shanaz"
"Lalu..."
"Hanya pohon pisang"
"Maksud kamu? " Tanya udin kebingungan
"Ya di tengahnya itu banyak pohon pisang mungkin kakek minta agar selalu di tanamni dan di pagar"
"Ouh begitu rupanya, lucu juga".
"Iyaa, ehh aku ke kebun dulu yaa, kamu rencana mau pulang jam berapa"
"Jam 10.mungkin"
"Heum, yakin mau pulang, aku semalam hanya sedikit kesal"
"Ya aku tau, tapi memang sudah saat nya aku kembali, kasian orang tuaku pasti mereka khawatir"
__ADS_1
",Heum,. Yasudah" ucap shanum ia bergegas pergi meninggalkan udin dan menuju kebun.
Di kejauhan shanum mendengar deru kendaraan yang sangat banyak debu jalannan terlihat mengepul dari kejauhan lalu betapa terkejutnya shanum banyak kendaraan militer berhenti di depan halaman Shanum ia melihat logo militer kerajaan valuta di semua kendaraan jantung shanum berdegup dengan cepat ia berlari ia takut mereka mencari udin,karena shanum yakin udin adalah seorang kriminal.
"Ckrek..." Langkah shanum terhenti tatkala tiga pistol mengarah ke kepala shanum, wajah shanum memucat ia ketakutan ia melihat udin keluar dari kediaman shanum sedangkan kediaman shanum telah dikepung
"Udiin masukkk!!" Ucap shanum memberikan kode pada udin untuk masuk kembali
"Leo..!! Turunkan senjata mu" ucap udin tiba-tiba shanum terkejut akan Ucapan udin
Pria itu memerintahkan semua untuk menurunkan senjata,udin berjalan menuruni anak tangga menuju halaman
"Gerak kalian sangat lambat" ucap nya dengan tegas dan dingin. Shanum masih tak berkata apapun ia sangat terkejut
Semua prajurit membungkuk seraya memberikan hormat.
"Maaf kan kami yang mulia. Kami baru mendapatkan sinyal dari anda" ucap pria bertubuh tinggi seperti seorang pengawal pribadi,lalu tak lama terlihat pria datang membawakan pakaian untuk udin
"Udiiin..iih jangan bercanda" ucap shanum hati hati hanya tersenyum
"Tolong, jaga ucapan anda nona" ucapnya dengan tegas
"Leo, jangan buat dia takut, dia tak tahu aku siapa, dan dia juga yang telah menyelamatkan aku"
"Maaf shanum aku telah banyak merepotkan mu"ucap udin pada shanum yang masih ketakutan
"Tta..tapi..mereka siapa kamu sendiri siapa??"
"Beliau adalah putra mahkota yang mulia jhon atrhur" ucap leo bagai di sambar petir shanum tak menyangka bahwa pria yang selama ini ia rawat adalah putra mahkota anak dari raja valuta.
"Namaku Arthur" ucapnya dengan pakaian yang lengkap ia terlihat lebih berwibawa
"Maaf maafkan saya yang mulia saya tidak tahu" ucap shanum sedikit membungkuk,. Arthur hanya tersenyum
"Aku pamit yaa shanum, jaga diri kamu baik baik maaf aku banyak merepotkan mu, di dalam, sekretaris pribadi kerajaan sudah meninggalkan uang untuk biaya pengobatan aku selama di sini terima kasih banyak yaa shanum" ucapnya seraya tersenyum ia memeluk shanum dengan erat semua pengawal segera sedikit menjauh dan membelakangi Arthur dan shanum
Shanum hanya diam tak menjawab
"Aku harap kamu bisa hidup,. Dengan lebih layak" ucap Arthur, shanum tak menjawab ia masih terdiam
"Yang mulia, sudah tak ada waktu!" Ucap leo dengan tegas
"Baiklah,. Aku pamit" ucap arthur ia segera meninggalkan shanum.yang masih terdiam tak percaya atas apa yang ada di hadapannya.
Arthur berjalan dengan sangat gagah. Ia segera masuk ke dalam mobil pribadinya dengan Banyak pengawalan. Lalu tak lama smuanya hilang dari pandangan shanum ia terduduk lemas, ini semua seperti mimpi ia Bergegas masuk ternyata di meja ruang tamu telah ada satu tas besar berisikan uang yang cukup banyak
__ADS_1
"Untuk nona shanum terima kasih sudah merawat, yang mulia putra mahkota arthur dengan sangat baik, sebagai rasa terima kasih kami, kami memberikan kompensasi untuk semuanya"
Shanum membaca dengan hati hati ia tak percaya pria yang mengaku bernama udin adalah putra mahkota yang menurut orang orang sebagai anak raja valuta yang buruk rupa.