KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
KOV PART 13


__ADS_3

Berapa hari setelah kesembuhan shanum ia bersiap dengan pakain terbaik yang di pilihkan oleh pihak istana


"Semuanya sudah di atur, mandi, berpakaian dan segala hal apa seperti ini kehidupan di dalam istana" ucap shanum dalam hatinya


"Nona shanum, sudah saatnya menuju istana" ucap laras pengawal pribadi shanum yang tingginya semampai dengan rambut pendek dan berwajah dingin tanpa ekspresi


"Wanita ini mirip sekali dengan leo" ucap shanum sembari nmenatap laras


"Maaf nona, saya belum memperkenalkan diri, saya laras yang di tugaskan untuk menjaga dan mengawal nona shanum" ucap laras dengan tegas


"Oh, yaa senang berkenalan dengan anda kak laras"


Laras terkejut akan kesopanan shanun ia tersenyum pada shanum


Beberapa menit kemudian shanum menuju istana di terbukalah pintu gerbang yang terlihat kokoh dan Tinggi istana megah dengan nuansa barat.


"Bawa nona shanun ke istana timur" ucap laras kepada para pengawal yang lainnya


"Baik, kapten laras"


Shanum hanya diam mengikuti langkah ia sesekaki melihat ke seluruh bangunan istana namun ia tak mendapatkan sorang pun keluarga kerajaan.


"Nona ini adalah istana timur, " ucap laras,shanum hanya diam melihat ke sekeliling.


Tiba tiba terdengar suara langkah kaki seseorang


"Selamat datang yang mulia ibu suri" semua membungkuk memberi hormat,shanum pun ikut membungkuk


"Duduklah" ucap ibu suri pada shanum


Shanum duduk di samping ibu suri, ia menatap wajah shanum sembari tersenyum


"Selamat datang di istana timur nona shanum, kamu mungkin terkejut mengapa kami membawa mu ke istana" ucapnya dengan lembut shanum hanya mengangguk mengiyakan


"Bagaimana keadaanmu,luka lukamu" ucap ibu suri sembari melihat wajah shanum ia membelai wajah shanum dengan khawatir


"Deg ....deg...deg..deg.." degup jantung shanum tak beraturan

__ADS_1


"Kenapa rasanya sangat hangat, seperti di sentuh oleh nenek sendiri" ucap shanum dalam hatinya sembari memandang ibu suri dengan mata berkaca-kaca


"Aku tidak apa-apa apa yang mulia"


"Panggil aku nenek,. Karena Arthur pun memanggil dengan sebutan yang sama" ucapnya sembari tersenyum


"Ehem..." Suara pria berdehem


"Selamat siang yang mulia ibu suri" ucap Arthur ia datang dengan tiba-tiba bersama leo.


"Arthur, kami sedang berbincang-bincang" ucap ibu Suri.


Arthur duduk di hadapan ibu suri dan shanum ia memandang wajah shanum


"Apakah kamu keberatan bila nona shanum di tempat kan di istana timur" tanya ibu suri pada Arthur


"Tidak apa-apa, bila itu yang terbaik nek,"


"Jangan berfikiran buruk mengapa aku menempatkan shanum di istana timur itu karena aku ingin ia dekat dengan pusat pembelajaran istana karena nona shanum sudah berada d istana, ia harus ikuti peraturan dan tata krama istana"


"Seperti nya banyak sekali yang ingin kalian bicarakan nenek akan pergi meninggalkan kalian, nanti malam jangan sampai telat makan malam bersama," ucap ibu suri sembari tersenyum


"Baik yang mulia" ucap shanum, ibu suri melirik tak suka sembari tersenyum


"Maaf, nenek" ucap shanum kembali dan ibu suri pun tertawa


"Shanum shanum,. Jangan canggung bila dengan ku,aku tunggu nanti malam di jamuan makan malam" ucapnya sembari beranjak meninggalkan tepat tinggal shanum saat ini yang berada di istana timur.


Leo dan laras masih berdiri berjaga


"Kalian bisa keluar tinggalkan aku dan shanum" ucap Arthur


"Baik yang mulia" ucap leo dan laras bersamaan


Arthur beranjak dari duduknya dan menghampiri shanum yang duduk dengan tegang dan tegap


"Hei.. biasa saja" ucap arthur

__ADS_1


"Ini sudah biasa"


"Kamu terlihat tegang" ucap arthur menggoda shanum


" Haaah, korset di perut ku yang membuat sesak dan sulit bergerak" ucap shanum dengan kesal


"Heumph...heumphh .hahahaah" arthur tertawa mendengar ucapan shanum


"Dayang sun..!" Panggil arthur dan dayang sun pun masuk mengahampiri.


"Yang mulia" ucapnya sembari membungkuk memberi hormat


"Tolong bantu nona shanun beganti pakaian yag membuatnya nyaman dan jangan pernah pakaikan korset yang membuatnya sesak" ucap Arthur tanpa senyum


"Ahh, tidak tidak apa-apa" shanum menolak ia tak menyangka Arthur akan dengan cepat menyuruh pelayan membantunya berganti pakaian


"Mari nona" ucapnya,shanum beranjak dari duduknya ia menoleh pada arthur arthur hanya tersenyum manis


Tak lama kemudian shanum telah berganti pakaian yang cukup nyaman, Arthur tersenyum melihat shanum yang terlihat lebih santai.


"Kemarilah" ucap arthur sembari tersenyum, shanum berjalan dengan hati hati mendekati arthur tiba tiba arthur nenarik lengan shanum dan shanum duduk di pangkuan arthur, ia memeluk shanum


"Aah .aa...arthur..jangan seperti ini" ucap shanum ia merasa tak enak dan terus menoleh ke arah pintu


"Tak apa, mereka tak akan masuk tanpa perintah dari ku" ucapnya akhirnya shanum pun terdiam


"Kenapa aku disini, mengapa aku tak di bolehkan pulang"


"Maaf, aku hanya ingin kamu terus dalam pengawasan ku" ucapnya sembari berbisik dan menatap shanum lembut


"Apa aku harus ikuti semua peraturan istana, dan aku khawatir dengan pandangan orang lain pada ku yang hanya rakyat jelata" ucap shanum


"Aku hanya ingin kamu tetap di sini, bila kamu merasa kesulitan dalam mengikuti segala pelajaran dan kegiatan aku akan membantumu" ucap arthur, shanum hanya diam tak menjawab,ia hanya tertunduk, tiba tiba Arthur membelai lembut rambut shanum dan mencium bibir shanum dengan lembut, shanum tak bisa menolak karena ia pun saat ini bingung apa yang harus ia lakukan mengapa ia harus berada di istana, bahkan terlibat dengan Arthur.


siang itu shanum sedang beristirahat di dalam kamarnnya yang mewah, shanum tak bisa memejamkan matanya di tempat yang sangat asing dalam hati kecilnya ia merindukan suasana di desa valas. ia melihat ponsel yang tersedia di meja nya ponsel yang sangat mahal di berikan oleh Arthur untuk kemudahan komunikasi antara dirinya dan arthur


"sebenarnya hubunganku dengan arthur seperti apa, bukankah keluarga kerajaan akan mencari yang sepadan bukan rakyat jelata ahh, mungkin aku yang terlalu banyak berharap, tapi aku tak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwasannya aku mulai nyaman. dengan keberadaan arthur di sisiku saat ini apalagi di istana ini, tempat yang sangat asing, yang bahkan aku sendiri saja tak pernah terlintas sedikitpun akan ikut tinggal di istana valuta" ucap shanum dalam diam ia merasa khawatir akan semua ini.

__ADS_1


__ADS_2