
Setelah sarapan pagi shanum bergegas menuju istana barat tempat dimana ibu suri berada ia berjalan dengan hati hati.
"Tok..tok..tok, yang mulia ibu suri, nona shanum datang menghadap" ucap salah satu dayang
"Ya, silahkan masuk" ucap ibu suri
Dengan hati hati dan anggun shanum masuk ke dalam bertemu dengan ibu suri, ibu suri hanya tersenyum melihat shanum yang suda ada perubahan dalam hal tata krama
"Sepertinya kamu belajar dengan sangat cepat ya shanum" ucap ibu suri sembari tersenyum manis pada shanum, shanum hanya mengangguk perlahan
Lalu ibu suri duduk di samping shanum ia meraih jemari shanum di tatapnya wajah cantik shanum yang terlihat agak murung
"Apakah kamu merindukan arthur??" Tanya ibu suri dengan tiba tiba membuat shanum merasa sedikit tak enak hati
"Ah, tidak nek, tidak, aku tahu arthur sedang di perbatasan"
"Hehehe, aku pun pernah muda dulu, aku tahu rasanya rindu, aku pun pernah merasakan jatuh cinta" ucapnya sembari terkekeh,shanum hanya tersenyum malu.
"Apakah ada yang membuat mu kesulitan?"
"Tidak ada nek, aku mengikuti semuanya dengan baik" ucap shanum
"Hari ini aku menghentikan semua kegiatanmu, karena aku ingin membawamu berkeliling kota valuta apa kamu bersedia menemani wanita tua ini" ucap ibu suri dengan senyum tulusnya.
"Baiklah nek, tapi apakah tidak masalah nantinya"
"Hahaha shanum shanum siapa yang akan menyalahkan aku" ucapnya kembali.
Siang itu ibu suri membawa shanum berkeliling dengan banyak pengawalan banyak pasang mata melihat iring iringan kendaraan milik ibu suri melintas mengelilingi kota valuta,
"Whoaa..indah sekali"
"Yaa, banyak gedung pencakar langit, banyak pusat perbelanjaan milik pribadi kerajaan pun ada"
Shanum terus memandangi seluruh bangunan megah dan mewah di kota valuta orang orang yang berpakaian sangat modern dan rapi, bak selebriti mereka terlihat cantik dan tampan.
"Terkadang aku ingin berkeliling dengan arthur tapi sayang seperti nya arthur akan terus sembunyi" ucap shanum dalam hatinya.
Ibu suri terus tersenyum melihat keadaan sekitar dan semua warga kota valuta terlihat berkumpul di pinggiran jalan ibu kota menyambut kedatangan ibu suri
Tiba tiba mata shanum terbelalak ia menangkap sesosok yang ia kenal ketika kendaraan sedang melaju perlahan tiba-tiba dengan cepat shanum membuka pintu kendaraan
__ADS_1
"Shanum...ada apa ini" ucap ibu suri ia terlihat panik
Shanum keluar dan mencoba menembus kerumunan namun sosok itu hilang di tengah keramaian ia menyadari banyak kilatan dari lampu kamera yang terus memfotonya semua pengawal mencoba melindungi shanum semua warga menjadi riuh melihat sosok shanum yang keluar dari kendaraan ibu suri
"Siaap dia..?"
"Siapa wanita asing itu apakah anggota kerajaan juga??"
Semua membicarakan shanum seketika shanum tersadar bahwa tindakannya itu Akan membuat masalah
"Nona shanum tolong jangan keluar kendaraan tanpa izin ibu suri" ucap laras ia segera membawa shanum kembali ke dalam kendaraan
Di dalam kendaraan ibu suri terlihat cemas
"Shanum ada apa?" Tanya ibu suri
"Maaf nek, maaf aku gegabah sekali maaf" ucapnya penuh penyesalan
"Sebaiknya kita kembali saja ke istana"ucap ibu suri dengan wajah tanpa ekspresi, shanum hanya diam tertunduk ia tahu bahwa perbuatannya dapat membuat malu kerajaan bahwasanya ia adalah orang yang belum dikenal oleh rakyat valuta.
Sesampainya di istana shanum segera menuju istana timur dan ibu suri menuju istana barat tempat kediamannya untuk beristirahat di dalam istana timur shanum terlihat panik dan ketakutan
"Duh kamu bodoh banget sih kenapa kamu harus harus keluar sih ngejar dia belum tentu kan itu dia tapi ya dia tuh mirip banget sama Shanaz, aku yakin yang tadi aku lihat itu shanaz"ucap shanum
Selang beberapa jam shanum mendapatkan perintah untuk menghadap raja theodor dan ratu Elisa.
"Duh kak Laras masa secepat ini mereka tahu"ucap shanum pada Laras, Laras hanya diam ia bingung menanggapi semuanya
"Maaf Nona shanum tapi memang berita Anda siang tadi sudah menyebar luas di dunia sosial media dan media cetak dan langsung berhembus ke istana ada baiknya nona shanum menjelaskan lebih detail di hadapan raja dan ratu nanti"ucap Laras pada shanum
Shanum hanya diam lalu ia melangkah gontai menuju istana pusat dengan hati-hati ia memasuki ruang utama di sana telah terdapat raja Theodore, ratu Elisa dan ibu suri sedang duduk bersama dengan wajah tak menyenangkan
"Selamat sore yang mulia ibu suri yang mulia raja dan yang mulia ibu ratu"ucap shanum seraya membungkuk memberikan hormat kepada mereka semua
"Silakan duduk shanum"ucap raja theodore pada shanum mempersilahkan shanum untuk duduk, shanum duduk dengan hati-hati dan anggun ia melihat wajah raja theodor yang sedikit kesal pada shanum
"Braaak" raja theodor melemparkan koran yang tengah ia pegang erat ke hadapan shanum, sanum hanya diam wajahnya terpampang di artikel koran
"Bagaimana bisa kamu seceroboh ini dengan seenaknya keluar dari kendaraan mengejar sesuatu yang kami semua tidak tahu kamu mengejar apa tanpa kamu memikirkan keselamatan dirimu keselamatan ibu suri apa kamu kira keluarga kerajaan keluar istana itu dengan mudah bisa berkeliaran sesuka hati kamu!!"ucap raja Theodore ia mulai marah kepada shanum
"Maafkan saya yang mulia saya tahu tindakan saya sangat gegabah"ucap shanum seraya tertunduk
__ADS_1
"Baru menyadari kamu tindakanmu itu gegabah setelah kembali ke dalam kendaraan ya?, Sebenarnya Apa tujuanmu datang ke istana ini shanum!, Kamu tahu kamu itu hanya orang asing yang masuk tiba-tiba ke dalam istana tanpa diperkenalkan lebih dulu kepada rakyat valuta tiba-tiba kamu keluar dari kendaraan kerajaan valuta apa kamu pikir semua orang tidak membicarakannya, tidak bertanya-tanya" ucap raja Theodore dengan penuh kesal ibu suri hanya diam memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Sekarang sebaiknya kamu jelaskan saja Nona shanum untuk apa kamu keluar dari kendaraan ibu suri apakah ada sesuatu yang mengganjal atau ada seseorang yang kamu kenal di kota valuta ini?"tanya ratu Elisa dengan tegas pada shanum
"Sebelumnya saya minta maaf atas tindakan saya ini ya memang saya melihat seseorang yang saya kenal dan sedang saya cari di kota valuta ini saya melihat seseorang yang mirip dengan adik kandung saya di kota valuta ini yang mulia ratu"ucap shanum dengan suara terbata-bata
Ratu Elisa menarik nafasnya dalam-dalam begitu pula dengan raja theodor dan ibu suri
"Kamu sedang mencari adikmu apa dia menghilang dari desa valas menuju kota valuta?"tanya ibu suri pada shanum dengan hati-hati.
"Iya ibu suri dia bernama Syahnaz ia telah pergi dari desa valas beberapa tahun yang lalu ia pergi dari rumah tanpa sepengetahuan saya pergi meninggalkan desa valas, banyak yang mengatakan kepada saya dia sekarang berada di kota valuta dan tadi siang ketika kita sedang menikmati perjalanan aku melihatnya di kerumunan orang-orang" ucap shanum dengan suara tercekat dan bergetar
"Tapi tidak bisa segegabah itu shanum ini kota valuta ini kerajaan valuta dan kamu sudah berada di istana dengan permintaan dari Arthur sebaiknya bila kamu memang mencari seseorang di kota valuta ini kamu bicarakan baik-baik dengan saya, nanti bisa saya arahkan pihak keamanan dan pihak yang berwajib untuk mencari keberadaan adikmu"ucap raja Theodore dia menahan kesal ia hanya menarik nafasnya dalam-dalam dan memeggangi kepalanya yang terasa sangat pusing
"Maaf ya mulia maaf"
"Kami rasa sudah cukup mendengar penjelasanmu shanum sekarang kamu kembali ke istana timur dan saya perintahkan kepada semua pengawalan dan dayang untuk memberikan sanksi mengurung kamu di dalam istana timur hingga berita ini mereda tidak boleh keluar istana tidak boleh menghadiri pelajaran apapun tetap berdiam diri di dalam istana timur"ucap ratu Elisa dengan tatapan memburu pada shanum
"Yah itu sanksi untukmu shanum tidak boleh ada siapapun yang menemui mu, guru stau siapapun di istana walaupun pengawal kerajaan sekalipun sampai semua berita ini mereda jangan dulu keluar dari istana timur dengan alasan apapun itu kunci semua pintu dengan rapat dan jaga pengawalan ketat di luar istana timur, merry tolong perintahkan kepada seluruh pegawai dan pengawal istana untuk menjaga ketat istana timur agar Shanum tidak bisa keluar dari istana timur bahkan keluar dari istana ini"ucap raja Theodore kepada sekretaris Merry yang saat itu ikut menunggu di dalam ruangan
"Baik yang mulia"ucap Merry
Setelah pertemuan itu shanum meninggalkan ruangan ia berjalan dengan gontai dan lemas ia tahu tindakannya itu salah dan ia harus dikurung dalam istana dan terisolasi dari orang-orang sekitar ia bahkan tidak tahu berapa hari ia akan terkurung dalam istana timur apakah satu minggu dua minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Setelah kepergian shanum ibu suri raja theodor dan ratu Elisa masih berada di ruangan utama
"Ceroboh sekali orang asing masuk istana dan membuat masalah, apa arthur tahu masalah ini"ucap ratu Elisa dengan rasa kesalnya raja theodor hanya diam memegangi kepalanya yang terasa pusing dan berat
"Sekretaris Egi kapan putra mahkota Arthur akan kembali dari tugas di perbatasannya?"raja theodor pada sekretaris pribadinya yaitu Egi
"Yang mulia putra mahkota akan kembali sore ini yang mulia"ucap Egi sembari melihat jadwal agenda di buku yang tengah ia pegang
"Apakah semuanya akan baik-baik saja dengan tindakan shanum"ucap ibu suri
"Saat ini belum Bu semua masih membicarakan sosok shanum karena dianggap misterius tapi ada yang lebih aku khawatirkan selain ini"ucap theodor
"Yah aku tahu dengan adanya berita di istana valuta adanya seorang gadis muda pasti akan mengundang pertanyaan yang sangat besar di kalangan tertua dan pasti tak lama ini keluarga perdana menteri akan datang beserta anak gadisnya"ibu suri sembari menarik nafasnya dalam-dalam
"Iya itu yang sedang aku pikirkan, kesepakatan kerajaan valuta adalah menjodohkan Putri perdana menteri dengan Arthur dan itu tidak bisa dipungkiri karena itu sudah perjanjian lama"
"Yah ibu tahu tetapi ibu ingin arthur memiliki pendamping yang ia cintai"
__ADS_1
"Bu itu sama saja merubah peraturan tatanan kerajaan di kota valuta Bu tidak bisa seperti itu apalagi shanum hanya dari desa yang kita tidak tahu keluarganya seperti apa dia hanya anak yatim piatu dari rakyat jelata Bu apa nantinya tidak akan mendapatkan masalah besar"ucap theodor dengan suara menekan pada ibu suri ibu suri hanya dia menarik nafasnya dalam-dalam ia ingin sekali mengubah hierarki dalam kerajaan valuta karena ia tahu dengan perjodohan tidak akan mendapatkan kebahagiaan iya tak ingin kejadian theodor dan almarhum ratu Diana terulang kembali
Ibu suri raja theodor dan ratu Elisa masih terus berbincang membicarakan tindakan shanum yang membuat layak ramai menjadi heboh semua berita membicarakan shanum sosial media internet media massa bahkan banyak di seluruh artikel memampang wajah shanum.