
Malam pesta pun tiba shanum di bantu oleh para pelayan untuk bersiap dan mengenakan gaun yang sangat indah
" dayang sun apakah semua orang akan hadir di acara ini"
" yaa,oh maksudku hanya orang orang dari kalangan bangsawan yang akan hadir"
"beserta keluarga mereka??" tanya shanum kembali
" hahah setahuku tidak nona, mereka lebih membawa selir dan istri mereka yg lain terkadang istri pertama mereka tinggalkan di rumah"
"apa semua bangsawan memilki selir?"
"ada yang punya ada pula Yang setia"
"ouh begitu ah dayang sun apakah Arthur sudah mempunyai calon istri untuk dijadikan putri mahkota" tanya shanum dayang sun terdiam ia tak ingin membicarakan itu pada shanum
"kenapa. aku tahu kok aku hanya akan di jadikan posisi selir atau mungkin tak da posisi apapun di sini, aku hanya menunggu perintah Arthur untuk pulang" ucap shanum sembari tertunduk
dayang sun melihat shanum dengan iba, ia membelainya dengan lembut
" sudah sudah tak usah di pikirkan, ayoo selesaikan dandannya sebentar lagi tuan Arthur pasti menjemput nona shanum" ucap dayang sun ia segera menyelesaikan tugasnya mendandani shanum.
malam itu shanum terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pesta berwarna tosca tak henti-henti Arthur memandangi shanum yang terlihat istimewa dan cantik malam itu.
dengan pengawalan ketat kendaraan Arthur meninggalkan istana begitu juga Arkana yang juga turut hadir di acara itu. di perjalan shanum terlihat gugup tiba tiba Arthur yang menyadari bahwa shanum sangat gugup ia meraih dan menggenggam jemari shanum, shanum menoleh dan tersenyum
"jangan takut" ucap Arthur
" aku panik, aku takut" ucap shanum
" apa yu membuat mu takut,"
" aku takut, membuatmu malu, aku juga takut tak bisa anggun seperti apa yg sudah di ajarkan" ucap shanum sembari menundukan kepalanya Arthur mendekati shanum ia membelai lembut pipi shanum
" jangan khawatir ada aku" ucap Arthur dengan lembut di sertai senyuman .shanum hanya bisa tersenyum sembari mengangguk kan kepala nya
sesampainya di tempat pesta semua bangsawan dan dan para menteri sudah berkumpul orang orang di balita bahkan selebritis pun berkumpul semua mata menatap kagum dan , menghampiri Arkana karena, memang Arkana yang lebih dikenal di valuta di bandingkan Arthur
ketika Arthur memasuki ruangan semua mata tertuju pada Arthur dan shanum semua ya terdiam saling berbisik
" siapa dia,tampan gagah kenapa dia datang dengan anggota kerajaan, dan gadis itu bukannya yang viral beberapa bulan yang lalu" semua ramai membicarakannya Arkana hanya tersenyum melihat semua yang hadir sangat kebingungan
__ADS_1
" selamat datang yang mulia putra mahkota" ucap perdana Mentri ketika datang menyapa, namun Arthur yang dingin tanpa senyum hanya menatap ke sekeliling ruangan,seketika semua menjadi gaduh ketika mereka tahu bahwa Arthur adalah putra mahkota yang selama ini di kenal buruk rupa,tiran
" dia tidak buruk,dia tampan" semua sibuk membicarakannya, semua gadis bangsawan langsung jatuh hati pada arthur
" kami menyiapkan ruang khusus untuk yang mulia dan pangeran Arkana' ucap perdana Mentri sembari terus menatap shanum , shanum hanya tertunduk tiba tiba Arthur menggenggam jemari shanum
" tak usah menyiapkan ruangan khusus aku dan shanum akan berbaur di sini dengan undangan yang lainnya" ucapnya dengan tegas Arlan yang mendengar hanya tersenyum simpul
Arthur,Arkana dan shanum pun duduk di meja yang telah. di persiapkan shanum duduk dengan anggun sembari melihat sekeliling pesta meriah dengan banyak orang orang penting bahkan selebritis, terlihat sangat glamor tiba tiba seorang gadis cantik dengan tinggi semampai, bergaun biru berambut hitam bergelombang menghampiri meja Arthur dan Arkana
" selamat malam yang mulia Arthur. apa kabar" ucapnya sembari terus tersenyum,Arkana hanya diam sembari melirik ke arah wanita itu
" baik" ucap Arthur
' ah, bolehkan aku bergabung dengan kalian"
" sejak kapan putri perdana Mentri duduk terpisah dengan meja kerajaan" ucap Arthur dengan dingin
" haha, anda bisa saja,sabenarnya,aku sangat penasaran siapa gadis yang datang bersama kalian" ucapnya sembari tersenyum namun menatap sinis pada shanum
" ah, maaf aku belum memperkenalkan diri, perkenalkan namaku shanum" shanum berdiri memperkenalkan diri
"dari keluarga bangsawan mana nona shanum berasal" tanya nya kembali
"cukup! " Arthur meraih lengan shanum dan menyuruhnya untuk duduk Arkana hanya menggelengkan kepalanya dan meneguk minumannya
"kenapa? anda tak mengizinkan nya untuk menjawab"
" bukan hal penting untuk kamu ketahui" ucap Arthur kembali
" oooww.. wow.. oke. maaf,tapi perkenalkan namaku Shakira senang berkenalan dengan mu nona shanum" ia menyodorkan tangan hendak berjabat tangan dengan shanum dan shanumpun menyambut nya
" aku shanum senang berkenalan dengan nona Shakira"
"apakah kamu tidak penasaran aku siapa" ucapnya lembali
"haaaah,..Shakira, kita dansa yuk" arkna menarik lengan Shakira
" taaa.piii Arkana tunggu" Shakira merajuk Arkan terus menggenggam dan menarik Shakira menjauh dari Arthur dan shanum
"siapa dia"tanya shanum
__ADS_1
"hanya anak perdana Mentri"
"oouh" ucap shanum singkat entah mengapa hatinya terasa tak emak ia seperti merasa ada hal yang lain antara Shakira dan Arthur
" cemburu.??"
" iih enggak, pede banget"
" hahahaha" Arthur tertawa di kejauhan Shakira terhenyak baru kali ini ia melihat Arthur tertawa
" kenapa, kamu terkejut akan sikap Arthur di hadapan shanum"
" aku yang di takdir kan untuk menjadi calon putri mahkota tak bisa membuatnya tersenyum seperti itu"
" baruu calon kan, ayolah, jangan terlalu berharap pada Arthur"
" maksudmu apa, perjodohan ku sudah di atur sedari kecil dengan Arthur dan aku setuju karena aku mencintai dan menyukai Arthur!"
"benarkah? apakah benar cinta? bukan hanya ingin kedudukan di istana, di luar sana banyak yang bermimpi untuk menjadi putri mahkota bukan?" ucap arkna sembari berbisik, Shakira kesal is , mendorong tubuh Arkana dan berlalu pergi.
sementara itu shanum dan Arthur berdansa Arthur memeluk shanum ia melihat gaya berdansa shanum
"wow amazing,baru dua bulan tapi sudah bisa menguasai cara brdansa" bisik Arthur
"heeheee, berkat Alberto yang mengajari lu setiap hari"
"apa kamu tertekan dengan semua pelajaran itu"
" sedikit, tapi aku beruntung masih ada dayang sun yang setiap hari mengutus ku, ada ka Laras yang selalu menjaga ku, ada ka Merry yg selalu ,mengatur semuanya agar semua bisa seimbang"
"lalu siapa lagi?"
"ada nenek yg selalu menyemangati ku"
"haaah, aku tak masuk dalam list orang orang yg berjasa di dalamnya ya"
"hahaha" shanum tertawa kecil sembari ,menepuk bahu Arthur
"kamu, lebih dari itu Arthur, aku bisa bernafas dan bertahan karena kamu, tak da kata yang bisa aku ungkap kan untuk semua tentang kamu" ucap shanum, Arthur hanya menatap wajah shanum dalam dalam
semua mata tertuju pada shanum dan Arthur banyak yang memotret kebersamaan mereka
__ADS_1
"sial, siapa dia, kenapa dia bisa masuk istana, bagaimana perjodohan aku dan Arthur, " Shakira melihat dari kejauhan dengan penuh kesal dan marah. ia tak menyangka Arthur akan datang bersama wanita lain dan tentu saja wanita asing yang belum di kenal oleh rakyat valuta.
"