KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
KOV PART 15


__ADS_3

Keesokan harinya pagi pukul 06.00 shanum sudah bangun dan semua pelayan telah mempersiapkan segala kebutuhan shanum.


"Nona silahkan sarapan pagi terlebih dahulu" ucap dayang sun


"Makasih ka" ucap shanum


"Heum panggil saa dayang sun saja nona" ucap Dayang sun kembali


"Oh, baiklah"


"Hari ini pukul 08.00 ada kegiatan belajar di istana belajar, waktu dan tempat akan di atur oleh sekretaris istana timur yaitu nona merry" ucap dayang sun


"Apakah dia yang akan mengatur semuanya" ucap shanum


"Ya nona saya hanya melayani nona di rumah yang ikut kemanapun nona pergi ada jendral laras, dan sekresi pribdai nona adalah nona merry" ucap dayang sun menjelaskan


"Dayang sun, sebenernya aku ini siapa? Mengapa aku di perlakukan seperti ini"


"Maaf nona, nona adalah tamu yang di pilihk oleh tuan arthur dan ibu suri untuk menetapa di sini tetapi menempatkan nona di istana timur karena nona belum memiliki status apapun di istana ini"


"Oh begitu" dayang sun hanya tersenyum


"Yaa sih, aku masih orang biasa, rakyat jelata jangan terlalu bermimpi untuk menjadi pendamping arthur, mungkin nantinya aku hanya akan menjadi selir, ahh jangan berfikir seperti ini Shanum dari awal kamu ikuti alur ini karena kamu memiliki tujuan kan, kamu ingin mencari keberadaan Shanaz di kota valuta ini" ucap shanum.


"Selamat pagi nona shanum, perkenalkan saya merry saya yang akan mengatur seluruh kegiatan nona shanum," ucap merry dengan senyumnya


"Oh. Selamat pagi nona merry, terima kasih" ucap shanum


"Panggil saya sekretaris merry saja nona, dsn saya juga yang nengatur kegiatan tuan Arthur" ucap merry


"Baiklah," ucap shanum dengan Tersenyum


Sesampainya di istana belajar ia memasuki ruangan yang didalamnya terdapat beberpa anak anak bangsawan kerajaan yang sedang mengikuti pelajaran semuanya menatap heran pada shanum pasalnya taknada satu orangpun yang mengenali shanum.


Semuanya terdiam melihat kedatangan shanum bersama salah satu guru


"Perkenalkan ini nona shanum. Belia adalah..."


"Tunggu..." Tiba tiba seseorang memotong ucapan guru tersebut


"Maaf nona shanum, di sini bukan kelas anda, maaf bu jennie naona shanum.harus di kelas private" ucap salah satu tim pengajar


Semua terkejut pasalnya hanya keluarga kerajaan yang mengikuti kelas private

__ADS_1


"Hei siapakah nona shanum itu, apakaha dia calon istri dari salah satu anak yang mulia raja??" Ucap salah satu murid semuanya membicarakan shanum


Shanum berjalan mengikuti langkah salah satu staff pengajar tibalah di ruangan yang tertutup beda dengan ruangan lainnya


"Silahkan masuk nona shanum" ucapnya lalu shanum pun ikut masuk,betapa terkejutnya di dalam ruangan itu ada ratu elisa yang tengah duduk dengan gaun kerajaan dengan sangat anggun namun terlihat dingin dan angkuh


"Selamat siang ibu ratu" ucap shanum sembari membungkuk memberi hormat


"Siang,silahkan duduk nona shanum" ucap ratu elisa, dengan jantung berdebar shanum pun duduk di hadapan ratu elisa ada beberapa orang wanita yang tak lain adalah dayang yang terus mengikuti kemanapun ratu elisa pergi


"Dayang, tolong bawakan yang aku perintahkan"


"Baik yang mulia"


Shanum terlihat kebingungan,tak lama dayang membawa beberpa buku tebal dan di taruh di hadapan shanum


"Ini adalah pelajaran yang harus kamu pelajari,silsilah kerajaan, sistem pemerintahan, tugas ratu raja, putra mahkota, putri mahkota, pangeran, abdi dalam dan para staff, budaya kerajaan ,masakan kerajaan semua yang menyangkut kerjaan kamu harus mempelajari nya" ucapnya dengan dingin


"Ta..." Shanum hendak membuka suara namun ratu elisa segers berbicara kembali


"Lalu setiap harinya ada les, melukis, biola menari, membuat syair dan puisi dan juga les table manner semua akan dibantu oleh guru les private di ruangan ini dan selama di kelas ini nona shanum di larang menggunakan ponsel" ucap ratu elisa dengan tatapan dingin


"Dan, jangan mengantuk karena akan di kenakan sangksi" ucapnya kembali


"Ba.. Baiklah, tapi bolehkah saya bertanya"


"Mengapa saya harus mengikuti semua ini?" Ucap shanum salah satu dayang hampir saja bertindak karena shanum di anggap tidak sopan segera saja ratu elisa menaikan lengannya untuk tak memebekan pelajaran pada shanum


"Apakah kamu tidak diberi tahu oleh arthur posisimu nanti" ucap ratu elisa shanum hanya menggelengkan kepalanya perlahan


"Apa aku akan menjadi putri mahkota" ucap shanum dalam hatinya


"Ikuti saja semua aturan, dan jangan pernah berfikir kamu akan menjadi putri mahkota, karena kriteria untuk menjadi putri mahkota adalah harus dari keturunan bangsawan dan memiliki latar belakang keluarga yang baik" ucap ratu elisa shanum hanya diam seketika itu ia merasa berkecil hati namun ia bertekad untuk mengikuti dulu aturan ini sebelum ia harus meminta tolong mencari keberadaan shanaz, setelah bicara dengan shanum ratu elisa pun pergi meninggalkan shanum


"Fiuuuh.. akhir dia pergi juga" ucao salah satu guru les private yang bernama mikha


"Ah .heee" shanum hanya tersenyum


"Tenang saja aku berada di pihak mu semuanya tak ada yang menyukai ratu elisa"


"Mengapa?" Tanya shanum


"Ia seperti kacang lupa kulitnya padahal dia dahuku hanya pelayanan istana dan dinjadikan selir lalu entah bagaman dia bisa menggantika ratu diana ibu kandung putra mahkota arthur,dia juga tidak jelas asal usulnya kok.,sudahlah ayoo aku akan mengajarimu, perkenalkan namaku mikha aku guru private mu ynag akan mengajarimu semua pelajaran itu" ucapnya sembari menunjuk buku di hadapan shanum

__ADS_1


"Apa harus sebanyak ini?"


"Haha dia menakuti mu, tenang saja aku akan memberikan pelajaran yang mendasar," ucap mikha sembari tersenyum ia terlihat baik pada shanum


Hari itu shanum mulai belajar perlahan-lahan dengan mikha waktu menunjukan pukul 12 siang tiba tiba seseorang mengetuk pintu


"Permisi" , ternyata dayang sun membawa makan siang untuk shanum


"Apa harus seperti ini juga?" Tanya shanum pada mikha


"Yaa kamu private jadi makan siang pun di larang makan bersmaa murid yang lainnya"


"Oh baiklah,"


Dayang sun menata makan siang untuk shanum sementara itu bu mikha meninggalkan shanum karena ia pun harus makan siang juga.


"Silahakan. Nona makan siang telah siap" ucap dayang sun, shanum segera duduk dan hendak mulsi makan


"Tunggu...!" Ucap laras ia meraih sendok yang di pegang oleh shanum


"Maaf saya belum cek makanan yang hendak nona makan" ucap laras


"Apa harus seperti itu ka laras" tanya shanum


"Iyaa nona maaf ini hanya tugas dan perintah" ucap laras ia segera mencoa sedikit makanan shanum seteleh di rasa cukup aman ia segera mempersilahkan shanum untuk makan siang


Sementara itu di tempat asing yang teelihat sunyi namun megah seseorang teeus menatap keluar jendle,dan seseorang menghampiri nya dengan berpakaian setelan jas yang sangat rapi


"Tuan," ucapnya seraya membungkuk


"Dia sudah mulai masuk ke dalam istana rupanya, bak putri mahkota ia di perlakukan oleh arthur hahahah" ucapnya sembari tertawa


"Apakah harus saya bertindak cepat"


"Jangan, kemarin kita terlalu cepat melukai arthur, dia lebih pintar dari dugaan kita, terus kamu awasi gadis itu" ucapnya dnegan suara berat sembari memainkan cerutunya


"Baik tuan" ucap pria itu ia kembali meninggalkan ruangan


"Cih, kamu tak akan pernah memiliki harta karun itu arthur, sekali kamu bermain, semuanya akan aku habisi sekalipun mereka orang yang kamu sayang, diana,maaf kamu lebih dulu yang harus aku kirim ke akhirat, seandainya kamu diam pasti kamu akan tetap hidup" ucapnya dalam hatinya.


Waktu menunjukkan pukul 17.00 sore shanum bergegas pulang menuju istana timur dengan langkah gontai


"Kak Laras aku lelah semua pelajaran membuat aku pusing" ucap shanum ia laras hanya tersenyum di kejauhaj merry datang untuk menyambut kedatangan shanum

__ADS_1


"Selamat sore nona shanum pukul 7 malam nanti akan ada les table manner pertama di harapkan nona segera bersiap" ucap merry memberikan agenda kegiatan pada shanum


"Baiklah" ucap shanum dengan lembut ia merasa lelah di hari pertama namun ia tak bisa menolak ponselnya pun sama sekali tak tersentuh ia pun tak memikirkan Arthur saat ini .


__ADS_2