
Malam itu shanum berada dikamar seorang diri, ia membuka ponselnya ia terkejut bahwa berita persiapan pernikahan nya telah tersebar di sosial media
PERSIAPAN PERNIKAHAN PUTRA MAHKOTA
shanum terhenyak membaca isi artikel tersebut yang menguliti shanum hampir 100% bukan lah dirinya, seketika ia terdiam, dadanya terasa sesak
" apakah harus segini detailnya istana membuat kebohongan atas identitas asliku"
Shanum terus membuka artikel begitu banyak komentar dari vanetz yang mengomentari shanum dan Arthur
@kiplikipluY waahh, royal wedding bakal semeriah apa,but I'm still curious about the future bride🤔
@jasmineyouth wah semoga saja pilihannya tepat, tapi aku sih lebih sreg lihat putra mahkota Arthur dengan Shakira
@bundasangbijak siapapun pilihan putra mahkota semoga lancar sampai hari pernikahan boleh dong yaa pesen kue nya di aku hihiii
@pitaksebelah20 beneran tuh anak gubernur kok gue baru tau gubernur valas punya anak perempuan
@nitha32 iya bener@pitaksebelah20 kakak ipar gue yg orang valas ajah baru tau dia anak gubernur valas
@bininyayoongi tapi shanum cakep tau cantik alami gak make up ajah cantik
@upikabunawas ayoo vanetz cari tauuu tugas kalian banyak haaahaaa
@arifrahman9 gue yakin ga lama tuh nikahnya, dari dulu si Arthur ga pernah nongol sekali nya nongol bikin geger,
@yulioasri25 woooy Arthur tanggung jawab loe, bini gue nangis Mulu denger Lo mau nikah, Arthur di tangisin gue kagak suee bangett
@veldageulis selamat yaa my king Arthur walaupun kesel baru tahu muka yang mulia Arthur ganteeng bangeett ehh malah mau nikahðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
@34521 identitas si calon putri palsuuu tapii yaa namanya juga istana apapun bisa cingcaayyy
@diaasrlina Lo semua semua nyadar gak pas konfrensi pers kemaren itu si cewek diem aja yang ngoceh si Arthur apa ga makin aneh, kek manaaaaa
Shanum terdiam ia membaca satu persatu komentar mereka
" kenapa orang di desa valas semuanya diam apa mereka mendapatkan uang tutup mulut" ucap shanum dalam hati nya pikiran nya mulai kalut, ia memutuskan keluar istana untuk mencari angin segar ia duduk di taman istana Timur seorang diri di kejauhan Laras tetap mengawasi shanum.shanum larut dalam lamunan nya
"eheemm. Selamat malam" tiba tiba suara pria membuyarkan lamunan shanum
" oh, se.. selamat malam pangeran Arkana"
"iishh, ga usah formal, ohh boleh duduk di sini kan" ucap Arkana ia duduk di samping shanum, shanum merasa gelisah ia melirik ke sana kemari
" tenang, aku tahu kok ada Laras di sana"
" yaa" ucap shanum lirih
" tapi kenapa pangeran Arkana,,"
"Arkana saja jangan pake pangeran terkadang pegel juga harus bicara santun di istana" ucap Arkana sembari tersenyum manis pada shanum
" ohh iya, Arkana aku masih sedikit canggung"
"santai saja" ucap Arkana sembari membelai bahu shanum, shanum sedikit menolak
"sorry..heum bagaimana persiapan pernikahannya, wah seperti nya aku harus memanggilmu Kaka ipar"
__ADS_1
" heehee, terserah Arkana ajah, soal persiapan aku tak banyak ikut campur semua sudah di atur oleh Arthur"
" haaah, kakak, sedari dulu memang begitu selalu memutuskan sendiri, padahal bila ia bicaran dengan ibu, ibu pun akan membantu"
"yaa , tapi ratu Elisa tak suka padaku"
"hah,,,oh yaa " ucap Arkana sembari membelalakkan matanya, shanum mengangguk sembari memanyunkan bibirnya
" hahahaha, kamu belum mengenalnya saja, ibuku memang tegas dan aku tahu Arthur sangat membenci ibuku karena ia mengira kematian ratu terdahulu ada campur tangan ibuku yang saat itu menjadi pelayan pribadi ratu Diana,oh, maaf mungkin kamu sudah tahu soal ini" ucap Arkana, shanum hanya tersenyum
" sejujurnya masih banyak yang aku tak tahu akan sifat asli Arthur, aku tak ingin mengorek nya lebih dalam lebih baik aku diam"ucap shanum dalam hatinya
"kamu mencintai Arthur??" tanya Arkana, shanum terkejut, mendengar pertanyaan Arkana
" Hem..hemm sejujurnya aku bingung akan perasaan ku sendiri pada Arthur apakah ini cinta, atau hanya sekedar sayang atau hanya rasa nyaman dan aman ketika berada di istana, karena sebetulnya tujuanku ikut Arthur ke istana hanya untuk mencari keberadaan adikku di valuta ini"
" woow,, begitu rupanya, Arthur belum tahu akan perasaanmu yang saat ini masih bimbang" tanya Arkana, shanum menggeleng-gelengkan kepalanya
" lalu untuk apa kamu terima pernikahan ini, dan mengikuti skenario istana yang menyembunyikan identitas aslimu"
"aku gak bisa berbuat apa-apa, aku pun bingung kenapa tiba tiba Arthur merencanakan pernikahan, yaa aku dulu pernah bercita-cita ,menikah dengan pria pilihanku, dan hidup di valas sembari mengelola kebun di belakang rumahku,tapi ternyata takdir berkata lain aku ga bisa nolak"
" mau aku bantu untuk menolak,??" tanya Arkana
"maksudnya " ucap shanum sembari mengernyit dahinya
"kamu cukup jawab mau atau tidak itu saja"
" tunggu, maksudku aku hanya ingin meminta waktu sedikit ini semua terasa cepat untukku" ucap shanum ia terlihat panik
" hahahaha shanum shanum.." Arkana tertawa terbahak-bahak sembari membelai kepala shanum
"tapi.."
"tenang tak akan terjadi apapun, aku dan Arthur bukan orang lain kami saudara kakak beradik, yasudah aku kembali ke kediaman ku yaa selamat malam shanum" ucap Arkana sembari membelai kepala shanum dengan lembut,lalu Arkana pun meninggal kan shanum
"hemmm,, apa ga masalah yaa tadi gue sedikit terbuka sama Arkana, tapi jujur sedikit lega rasanya" ucap shanum
"nona shanum maaf ini sudah larut, dan cuaca mulai dingin ucap Laras sembari menyelimuti shanum
" ohh, iyaa ayo ka Laras kita masuk" ucap shanum
" hari ini Arthur tak menemui ku, di telepon pun tak menjawab terkadang ingin rasanya aku ingin berkata pada Arthur kabari aku setiap ia ingin meninggalkan istana cerita kan semua apa yang ia lakukan di luar istana" ucap shanum
" mengapa nona tak jujur pada yang mulia Arthur" ucap Laras
" hah,aku tahu bebannya mulai banyak ketika ia mulai muncul ke khalayak ramai kini tugas Arthur tak lagi di ambil alih oleh Arkana kan,kini Arthur melakukan nya sendiri"
"ya, nona"
"ahh maaf yaa ka Laras aku jadi bicara tidak karuan, aku istirahat dulu ka Laras juga selamat istirahat" ucap Shanum sembari tersenyum manis pada Laras
"ya nona"
shanum masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya ia meraih ponsel nya ia terus mencoba menelepon Arthur namun tak aktif
📞...
__ADS_1
" halo kak Merry, apa kak Merry sedang bersama Arthur"
" ya nona kegiatan yang mulia hari ini sangat padat bahkan ia tak sempat memegang ponsel"
" oh begitu rupanya, yasudah"
"apa ada yang harus saya sampaikan pada yang mulia?"
" ohh tidak ada kak Merry, Jan beritahu Arthur aku menelepon ka Merry"
" ya nona , baiklah "
Shanum menutup telepon nya ia membersihkan wajahnya dan mulai naik ke tempat tidur.
Sementara itu jam menunjukkan pukul 22.00
"haaah, Merry agenda selanjutnya apa" ucap Arthur sembari menyandarkan kepalanya di kursi mobil matanya terpejam
" hari ini kita tak kembali ke istana yang mulia"
" kita menginap??"
"iyaa yang mulia karena pukul 7 pagi yang mulia sudah harus berada di yayasan cancer anak anak untuk sarapan pagi bersama anak anak penderita cancer "
"haaeh ternyata ini yang di rasakan Arkana setiap harinya, lebih baik aku di Medan perang, tapi ini jalan yang sudah aku ambil dan sesuai dengan kesepakatan aku dan ayah,aku akan terjun ke dunia putra mahkota sesungguhnya bila shanum di terima dan di restui oleh ayah" bisik hati Arthur
" maaf yang mulia, heum sedari tadi nona shanum...."
" ohh,, ponsel ku" ucap Arthur ia segera menyadari ketika Merry menyebut nama shanum
Ia mencari kontak shanum setelah begitu banyak panggilan tak terjawab dari shanum ia melirik jam di tangan nya
" semoga dia belum tidur" ucapnya dalam hati, Arthur terus mencoba menelepon shanum
📞..
"halo.." suara shanum terdengar parau
"maaf membangun kan mu"
"tidak apa-apa, apa sudah selesai kegiatan hari ini"
"ya, sudah dan sangat melelahkan, kamu sudah makan malam"
"sudah"
" oh yaa, shanum malam ini, aku tak kembali ke istana"
" masih ada pertemuan ya??"
" yaa, maaf yaa akhir akhir ini aku selalu bepergian"
" hahahaha, tidak apa apa aku mengerti akan kesibukan mu"
" yasudah, lanjut tidur lagi yaa selamat malam shanum"
" ya Arthur selamat malam"
__ADS_1
Arthur menutup telepon nya ,shanum masih memandangi ponselnya
" padahal gue pengen ngomong, kabari aku terus, tapi sulit banget" ucapnya shanum menaruh ponselnya dan ia pun kembali tertidur