KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
KOV PART 20


__ADS_3

Pagi itu shanum masih tertawan di dalam istana timur iai sudah berpakaian rapih,dan telah sarapan pagi ini hari ke 5 lima .shanum menatap wajahnya di cermin, ia menyisir perlahan rambut yang menjuntai panjang,


"kenapa aku harus berada disini, mengapa aku mengikuti keinginan Arthur untuk tetap tinggal di sini seharusnya aku menolak perasaan Arthur,tetapi, aku tak bisa membohongi perasaanku" ucapnya dalam hati tiba tiba ia mendengar pintu istana timur terbuka shanum segera terbangun dan menghampiri ruang tamu utama di istana timur


betapa terkejutnya shanum melihat kedatangan ibu ratu dengan wajahnya yang dingin tanpa senyum ia memandang dingin pada shanum.


"selamat pagi yang mulia ibu ratu" sapa shanum sembari tertunduk membungkuk memberikan hormat namun ibu ratu hanya terdiam ia masih terlihat marah pada shanum ia memberikan kode agar pada para pelayan untuk meninggalkan mereka berdua ,satu persatu meninggalkan ratu Eliza dan shanum.


"aku tidak tahu apa yang membuat Arthur sangat gigih mempertahankan mu dan ia bersikeras agar kamu bebas dari hukuman,apakah kamu berniat buruk dengan masuk ke istana?" tanya ratu Eliza


",maa..maaf yang mulia ibu ratu, saya..saya tak ada maksud apapun masuk ke istana ini saya hanya mengikuti Arthur ia berjanji akan mencari adik saya yang hilang dan ia menetap di kota valuta ini"


ratu Eliza mendengus kesal,ia tak ingin mendengar alasan klasik seperti itu.


"hari ini hukumanmu kami hapus, dan mulai besok kamu belajar seperti biasa dan ingat saya berikan dispensasi karena Arthur bukan karena saya iba dengan keadaan mu, dan jangan pernah bermimpi untuk menjadi putri mahkota di kerajaan ini" ucap ratu Eliza iapun berlalu pergi !meninggalkan shanum shanum terbangun dan membungkuk setelah kepergian ratu Eliza ia bergegas mencari keberadaan Arthur di temani oleh Laras ia berlari menuju kediaman Arthur namun semua menjadi riuh


"hanya karena orang baru itu tuan muda Arthur harus berlutut di depan kediaman raja Theodore,hampir dua hari dan saat ini raja Arthur masih tetap berlutut kasian sekali tuan muda Arthur,tuan Theodore seperti nya tak merestui hubungan mereka" ucap para pegawai istana


shanum terhenyak mendengar ucapan semua pegawai ia menoleh ke Laras Laras hanya tertunduk tak berani menjawab


"ka,apa benar semua yang mereka katakan itu" ucap shanum dengan suara bergetar


" maafkan saya nona," ucap Laras tak melanjutkan ucapannya ia segera berlari membelah kerumunan semua pegawai dan pengawal istana, semua terkejut dengan kedatangan shanum semua mata melihat ke arah shanum tak jauh dari arthur,ibu suri hanya diam air matanya terus mengalir melihat Arthur tengah bersimpuh di halaman kediaman Theodore namun Theodore tak kunjung keluar menemui arthur


shanum berjalan perlahan ia menghampiri Arthur,


"Arthur!" ucap shanum dengan suara bergetar menahan tangis Arthur terkejut tatkala ia mendengar suara shanum


"shanum" ucap Arthur sembari tersenyum melihat shanum yang sudah bebas dari hukuman nya, shanum berlari dan memeluk Arthur yang masih berlutut ia menangis di pelukan Arthur


"kenapa kamu harus melakukan ini" ucap shanum

__ADS_1


"aku hanya ingin menjaga mu shanum,aku tak ingin siapapun melukaimu dan menyakiti mu, aku masih memiliki janji untuk menemukan Shanaz" ucap Arthur sembari membelai rambut shanum


"kenapa harus seperti ini, aku hanya rakyat jelata Arthur aku memang pantas mendapatkan hukuman itu, a..aku membuat gaduh istana"


"gak, aku yang membawamu ke istana ini aku yang akan berdiri paling depan di saat kamu tertimpa masalah,karena aku sayang padamu shanum" ucap Arthur shanum masih terus menangis wajah Arthur memucat shanum teringat dua hari yang lalu kota valuta di guyur hujan deras terus menerus dan selama itu Arthur berlutut di halaman kediaman Theodore.


"ibu ratu sudah membebaskan aku Arthur, ayoo berdiri aku bantu ke kediamanmu" ucap shanum ia mencoba membantu Arthur namun Arthur merasa kebas dan kesulitan, beberapa pengawal membantu Arthur dan shanum.mereka meninggalkan kediaman Theodore sebelum Arthur pergi i menoleh ke arah pintu yang masih tertutup, ia hanya menarik nafasnya dalam dalam


sementara itu di balik jendela raja Theodore menatap dingin ia melihat semuanya dari balik jendela ia menarik nafasnya dalam dalam


" anak yang keras kepala, persis seperti mu Diana" ucap raja Theodore dalam hatinya.


Arthur berjalan bersama shanum di temani oleh beberapa ajudan. shanum tetap ! memapah Arthur, ia hanya tersenyum melihat wajah shanum yang terlihat khawatir


" mau sampai kapan kamu memapahku,ini gak nyaman shanum" ucap Arthur dengan dinginnya sembari menahan tawa,ia merasa tubuh pendek Shanum membuatnya berdiri tak seimbang


"ahh, sampai kakimu sembuh"


"haaah, aku kira kakimu kesakitan" shanum berdiri menjauh


tiba tiba...


"yang mulia putra mahkota" ucapnya sembari tertunduk


"paman Nuri" ucap Arthur sembari tersenyum ia menghampiri paman nya itu lalu mereka berpelukan


"sudah lama kita tidak bertemu, tubuhmu semakin kuat besar dan tinggi luar biasa" ucapnya sembari menepuk bahu Arthur


"yaa hampir 5 tahun tidak berjumpa, keadaan paman baik baik saja?"


"yaaa, seperti yang kamu lihat aku baik, aku sehat, aku ingin menemui ayahmu dan ibu suri "

__ADS_1


",yaa silahkan" ucap Arthur paman Nuri tak henti hentinya memandangi shanum


" oh maaf perkenalkan ini shanum" ucap Arthur


"selamat siang paman, perkenalkan saya shanum"


"saya paman Nuri, nama yang indah, senang berkenalan denganmu nona shanum "


shanum hanya tersenyum, lalu tak lama paman Nuri beranjak pergi Shanum terdiam ia berkali kali menoleh ke arah paman Nuri


" kenapa wajahnya seperti tidak asing yaa" ucap shanum dalam hatinya. ia pun melanjutkan berjalan menuju istana tempat Arthur beristirahat


shanum hanya diam memandangi kolam berisikan ikan koi yang berenang kesana dan kemari, banyak sekali pertanyaan di dalam benaknya ia merindukan kampung halamannya, tiba tiba tubuhnya di dekap oleh seseorang dengan sangat hangat


"lagi lagi melamun" bisik Arthur ke teling shanum


" Arthur, aku rindu rumah"


"tenang saja rumah mu dalam keadaan baik" ucap Arthur sembari memeluk shanum semakin erat


"akhir pekan akan dia adakan pesta para bangsawan di valuta.akunakan membawa mu ke acara itu" ucap Arthur betapa terkejutnya shanum mendengar ucapan Arthur


"aa..apaaa..lalu semua orang akan tahu aku"


" iyaa,"


" aku gak mau aku belom siap Arthur"


"sssttt...ada aku, asal kamu tetap di sampingku semua nya akan aman" ucap Arthur sembari membelai kedua pipi shanum


" apakah aku tidak bisa menolak?"

__ADS_1


" ini perintah nona shanum" ucap Arthur seraya menggoda shanum dengan senyum jahilnya shanum hanya diam sembari memanyunkan bibirnya.


__ADS_2