KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
KOV PART 9


__ADS_3

Arthur mengajak shanum ke kamar tidur pribadi nya kamar yang sangat mewah dengan kasur yang empuk dan hangat


"Kamu istirahat di sini!"


"Akuu boleh nolak??"


"Tidak..!" Ucap Arthur dengan tegas


"Baiklah.. " shanum pasrah dan melihat ke sekeliling


"Arthur boleh aku bertanya?"tanya shanum kembali


"Boleh" ucap arthur sembari mempersiapkan tempat tidur untuknya


"Kenapa kamu tidak tunjukan dirimu ke khalayak ramai,"


"Heum, aku tak suka, aku hanya akan berada di balik layar, Dan tetap menjaga raja, kenapa?"


"Tidak apa-apa, Heum di luar banyak rumor tentang ka...muuu.." ucap shanum dengan hati hati


"Buruk rupa, kingkong, jelek berbulu dan tiran suka motong jadi orang" ucap arthur sembari tersenyum


"Ii....itukan" shanum terkejut itu kata-kata yang ia lontarkan ketika berbicara dengan dika


"Haha maaf aku mendengar semuanya"


" Maaf.." ucap shanum


"Tidak apa-apa, ayoo sekarang kamu istirahat, kamu disini dan aku di sana " ia menunuk ke arah sofa yang ada di kamar Arthur


Pukul 1 malam shanum telah terlelap dalam tidurnya Arthur yang masih terjaga ia terus memandangi shanum yang tengah tertidur pulas


📱


KING ARTHUR


"Leo cari tahu semua tentang shanum dan masa lalunya"


THE LION


"baik yang mulia"


Arthur mengirim pesan untuk leo malam itu ia pun berjalan dan duduk di samping shanum


"Pasti nyaman yaa tidur disini??, Aku akan beri kenyamanan dan fasilitas untukmu asalkan kamu mau menjadi wanitaku" ucap Arthur seraya membelai pipi shanum lalu


Tiba tiba jemari shanum menyentuh perut arthur ia terus meraba dan mengelus

__ADS_1


"Ayammmnya udaaahh pas..buat di potong" ucap shanum dalam tidurnya, Arthur menahan tawa tatkala shanum mengigau


"Apakah aku ayam bagimu" ucap arthur menyahuti ucapan shanum


"Heuuh..ayaaammm ayaaam jagoooo" ucap shanum lalu ia kembali tertidur, Arthur menahan tawa ia mendekati wajah shanum dan mencium lembut kening shanum


Pagi harinya shanum membuka matanya perlahan mentari pagi terlihat sangat terang


"Haah..ya ampun ini jam berapa??" Shanum terbangun dan keluar dari kamar, ada dua orang pelayanh menunggu shanum


"Selamat pagi nona, kami di perintahkan tuan Arthur untuk melayani nona" ucap pelayan itu.


"Maaf, Arthur kemana??" Tanya shanum pada pelayan


"Yang mulia sudah kembali ke istana, pukul 06.00 pagi tadi" ucap leo yang tiba tiba berdiri di belakang shanum


"Astaga..." Ucap shanum ia terkejut dengan kehadiran leo dengan Tiba tiba


"Silahkan nona makan siang, mandi dan berganti pakaian, kami antarkn nona pulang" ucap leo sembari menatap dingin wajah shanum tanpa senyum tanpa ekspresi


Pukul 1 siang shanum kembali ke desa valas, saat itu leo sendiri yang mengantarkan ketika pesawat mendarat dan setelahnya menaiki kendaraan roda empat menuju kediaman shanum


"Terima kasih tuan sudah mengantarkan saya" ucap shanum,leo hanya diam tanpa ekspresi ia pun hendak pergi meninggalkan shanum


"Tuan leo tunggu...!" Shanum mengejar leo,dengan berlari shanum membawa satu kotak berisikan sesuatu


Leo mengernyitkan dahinya,semula ia enggan menerima namun shanum memaksa sembari tersenyum


"Terima kasih" ucap leo iapun pergi meninggalkan shanum membawa kotak strawberry


Leo menatap kotak itu dan tiba-tiba tersungging senyuman manis di bibir leo


"Aku faham mengapa yang mulia menyukai nona shanum" ucap leo dalam hatinya.


Sesampainya di istana leo.segera menghampiri Arthur yang berada di ruang kerja


"Kau sudah kembali, bagaimana apakah shanum baik baik saja?"


"Ya, yang mulia saya sudah mengantarkan nona shanum hingga kediamannya dengan selamat"


Ucap leo,mata Arthur melirik ke tangan leo yang menyembunyikan di balik tubuhnya


"Heum, apa yang dia berikan untukmu sehingga kamu tak ingin bercerita" ucap Arthur, leo terdiam ia sedikit malu


"Maaf yang mulia," perlahan lahan leo memperlihatkan kotak pemberian shanum yang berisikan strawberry segar


"Bukankah kamu tak suka buah itu??" Ucap Arthur sembari tersenyum,leo hanya diam, Arthur pun bangkit dan menepuk bahu leo

__ADS_1


"Cobalah, dan ingat kebaikan seseorang yang telah memberikan buah itu dengan tulus pasti kamu akan menyukainya" ucap Arthur


"Saya faham mengapa yang mulia bisa menyukai nona shanum" ucap.leo tiba tiba


"Terima kasih bila kamu faham akan hal itu, tapi ada yang membuat aku khawatir" ucap Arthur


"Apa ad sesuatu?" Tanya leo


"Aku ingin melindungi shanum" ucap Arthur


"Leo, cari pengawal wanita yang sangat ahli dalam segala hal untuk mengawasi dan menjaga shanum"


"Baik yang mulia,"


Seteleh percakapan itu leo meninggalkan ruang kerja arthur, Arthur tetap memandang keluar jendela rasa ingin membawa shanum ke istana semakin membesar namun Arthur khawatir apakah shanum akan ikut dan bersedia tinggal di istana yang terasa sesak ini.


Sementara itu shanum kembali ke rutinitas nya ia sibuk bercocok tanam di halaman belakang


"Num ..shanum" dika datangan dan segera mencari shanum


"Disinii..aku lagi ambil pisang" ucap shanum dika pun menghampiri shanum


"Panen num?" Tanya dik


"Iyaa,kemarin kepala desa sudah pesan untuk acara nikahan anak nya" ucap shanum sembari menyeka keringatnya


"Ooh, num, si cowok itu kemana??" Tanya dika sembari mencari ke seluruh area kebun


"Dia sudah pulang keistana"


"Haaaa!! Apaaa!!" Teriak dika ia terkejut akan ucapan shanum,


"Bu.. bukan maksud aku dia udah pulang ke rumahnya"


"Oohh. Ehh nanti siang ke alun alun yuk, ada acara bazar, dan kedatangan pangeran arkana" ucap dika


"Pangeran arkana??" Tanya shanaum ia mencoba mengingat


"Itu loh num anak kedua raja kan selama ini putra mahkota tidak pernah ikut kegiatan dan selalu sembunyikan diri, jadi pangeran arkana yang selalu hadis di setiap acara baksos"


"Boleh yuk aku juga jenuh di rumah"


"Ehh num, cieee... Bolehh lah, kebeli kalung mewah sekarang" goda dika shanum terkejut ia segera memegang lehernya


"Hah,sejak kapan aku pake ini,kenapa ga terasa" ucap shanum dalam hatinya ia memegangi lehernya


"Oh,. Hehee, simpanan buat cari shanaz" ucap shanum, Dika hanya tersenyum

__ADS_1


"Apa jangan-jangan ketika aku sedang tidur arthur memakaikan nya, duh mau telepon tapi aku tak tahu nomer ponsel arthur" ucap shanum oa terlihat gelisah, ia khawatir dengan pemberian arthur yang sangat mewah.


__ADS_2