
Sesampainya di rumah sakit shanum segera mendapatkan perawatan tak henti hentinya ponsel Arthur berdering ibu suri terus menerus menanyakan keadaan shanum,Arkana yang telah pulang lebih dulu menceritakan keadaan shanum pada keluarga istana
" jadi Arthur bertemu dengan Shakira?" ucap ibu ratu dengan wajah khawatir
" iyaa Bu, dan Kaka mengenalkan shanum sebagai calon istrinya" ucap Arkana dengan santai sembari duduk memainkan bola basketnya nya saat itu ratu Elisa dan raja Theodore berada di kamar Arkana, raja Theodore hanya menarik nafasnya dalam dalam sembari menatap ke luar jendela
"ceroboh sekali Arthur, pasti besok banyak media yang akan meliput dan meminta klarifikasi pada istana seharusnya Arthur berhati-hati ini pertama kali ia menampakan dirinya di khalayak ramai" ucap ratu Elsa
"aku tak ingin perjodohan Shakira dan Arthur batal ini akan membuat tetua marah" ucap ratu Elisa kembali
" yang mulia, apa anda akan diam saja"
"kamu tak perlu tahu apa yang akan aku lakukan," ucapnya sembari meninggalkan kamar Arkana
" haaah, selalu saja seperti itu" ucap ratu Elisa
"yasudah kamu istirahatlah" ucap ratu Elisa pada erkana ia memeluk dan mencium kening anak lelakinya itu
" Buu,,"
"apaaa*"
" stop cium kening, aku sudah dewasa Bu"
" tidak! di mata ibu kamu masih bayi laki laki" ucap ratu Elisa sembari pergi meninggalkan kamar Arkana
__ADS_1
" heumm, tapi tadi serunya Kaka muncul di khalayak ramai itu sedikit membuat ku tenang"
Sementara itu Theodore berada di dapur istana ia membuatkan susu hangat dan cookies coklat di matanya terlihat binar kerinduan dan senyumnya pun mengembang perlahan, setelah itu ia berjalan dengan hati hati di bawanya gelas berisikan susu dan satu piring berisikan cookies coklat ia meletakkan nya di atas meja kerja Arthur ia melihatnya begitu banyak buku yang tertata dengan rapi ia melihat foto mendiang istrinya yang Arthur bingkai dengan cantik di atas mejanya
" Diana, seandainya kamu masih hidup, dan seandainya saat itu aku percaya perkataan mu mungkin kamu masih berada di sisiku, malam ini Arthur mengenalkan gadis yang ia cintai ke hadapan publik, aku bahagia tapi aku pun khawatir, aku takut ramalan itu benar adanya"ucap Theodore sembari membelai foto Diana
" ehemm.. selamat malam yang mulia" ucap Arthur, raja Theodore menaruh kembali foto itu ke tempat semula
"ibumu sangat cantik, saking cantiknya aku begitu menyukai dan mencintainya" ucap Theodore dengan suara yang berat
Arthur berjalan perlahan ia melihat foto itu foto mendiang ibunya
" apa benar ayah mencintai ibu, sedangkan kalian menikah karena perjodohan" ucap Arthur, Theodore hanya diam
" aku mencintai shanum" ucap Arthur kembali
"maksud ayah?" ucap Arthur sembari mengernyit heran
"bukan karena balas Budi karena dia sudah menolongmu, dan karena kasihan karena dia anak yang tak berpunya" ucap Theodore, Arthur terdiam mendengarnya
" bahwasanya aku tak ingin menentang mu Arthur, tetapi ini semua sudah menjadi perjanjian antara istana, tetua,dan perdana Mentri dalam hal perjodohan karena kamu tahu ini semua untuk kelangsungan dan kesejahteraan valuta"
" maaf ayah aku menentang, aku tak ingin menikahi seseorang yang tak kucinta,aku tak ingin ia seperti ibu nantinya yang setiap hari menunggu suaminya, selalu memperhatikan tetapi sang suami tak pernah menganggapnya ada"
"itu sudut pandang mu, apa kamu tahu isi hati ku? tidak kan! aku mencintai ibumu lebih dari apapun aku memang seperti mengacuhkan ibumu tapi aku mencintainya"
__ADS_1
" kalau memang ayah mencintai ibu seharusnya malam itu ayah cegah ibu pergi, seandainya malam itu ibu tak meninggalkan istana karena keras kepala ayah semua gak akan terjadi dan si perempuan itu tak akan menggantikan posisi ibu!" ucap Arthur dengan lantang
" haaaah semuanya tak seperti apa yang kamu kira Arthur," ucap Theodore sebisa mungkin ia tak terbawa emosi menghadapi Arthur
" minum susumu dan kue mu, aku pastikan rasa nya tak akan pernah berubah" ucap Theodore menepuk bahu Arthur, Arthur terdiam ia mencoba mengontrol emosi
"bagaimana keadaan shanum"
" dia sudah di istana timur"
" baguslah, besok aku akan menjenguknya tapi sebelum itu bersiap untuk konferensi pers besok karena berita kemunculan mu ke khalayak ramai dan membawa shanum menimbulkan banyak pertanyaan" ucap Theodore lalu iapun pergi meninggalkan kediaman Arthur
Arthur memandangi gelas berisikan susu hangat dan piring berisikan cookies coklat kesukaan nya ia menarik nafasnya dalam dalam dadanya terasa sesak, bila ia teringat kembali akan kematian ibundanya.
sementara itu seseorang tengah duduk sembari membaca berita di media sosial
" wow, sudah publikasi rupanya, aku harus segera menemukan peta itu, dan lenyapkan gadis itu, hemmmm, tak di sangka Arthur akan cepat mengenalkan gadis itu sebagai calon istrinya,tapi apa dia tahu ia sedang berada di lingkaran berbahaya" ucapnya sembari tersenyum ia pun menelepon seseorang
📞...
"halo Samuel, awasi terus kediaman gadis itu cari peta itu aku yakin semua nya masih ada disana"
"baik tuan laksanakan"
" siapa pun yang mencoba menghalangi mu atau bila ada yang memergoki mu, habisi saja"
__ADS_1
" baik tuan"
ia menutup telepon dan melanjutkan membaca berita tentang Arthur di media sosial, ia terus mengoceh dan mengumpat akan berita Arthur yang tengah viral pada malam itu.