KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
KOV 22


__ADS_3

Pesta terus berlanjut suasana semakin ramai tamu undangan mulai berdatangan dan tentunya kehadiran Arthur menjadi berita paling sensasional.


"Arthur aku ke toilet dulu yaa" ucap shanum


"ya" ucap Arthur shanum pun pergi di temani oleh Laras yg terus berjaga


"Leo," panggil Arthur


"ya yang mulia"


"apa semua bangsawan hadir di pesta ini"


" ya, semua bangsawan di undang yang mulia"


"oke, kembali ke meja mu nikmati pesta malam ini" ucap Arthur pada Leo, Leo hanya mengangguk mengiyakan


tiba tiba seorang bangsawan yang juga Mentri perpajakan hadir malam itu


" ka, itu tuan Tomy, dia bangsawan sekaligus Mentri perpajakan, yang terkenal mempunyai banyak istri" bisik Arkana


" yang mulia!!" tegas Arthur pada Arkana'


"haaehhh, yaa yang mulia"


tiba tiba tuan Tomy pun dengan tergesa gesa menghampiri Arkana dan Arthur


" selamat malam yang mulia putra mahkota,suatu kehormatan akhirnya yang mulia bisa hadir setelah cukup lama tak menampakkan diri setelah kepergian ratu Diana" ucapnya sembari menunduk


" yaa, apa kabar tuan Tomy? bagaimana sistem perpajakan di valuta apakah aman,jangan membebani rakyat kecil dengan pajak tinggi, yg seharusnya bangsawan lah yg harus bayar pajak tinggi" ucap Arthur


" Ten.. tentu saja yang mulia, itu sudah menjadi peraturan pajak di valuta'" ucapnya terbata bata


" oh perkenalkan ini istri saya, Angelina" ucapnya sembari mengenalkan Angelina


"selamat malam yang mulia" ucap Angelina ia terus memandangi wajah Arthur yang tampan,Arthur hanya tersenyum dan menunduk


tak lama kemudian shanum telah kembali dari toilet.


" oh itu dia,saya perkenalkan ini shanum calon istri saya" ucap Arthur Arkana dan shanum pun terkejut mendengar ucapan Arthur


"oouh..ssee.. selamat malam saya shanum" ucapnya pada tuan Tomy


"gadis yang cantik,putih mulus" bisik hati Tomy sembari menatap takjub pada shanum


"saya Tomy" mereka pun berjabat tangan, namun Angelina selalu membuang pandangan nya seolah ia tak ingin berkenalan dengan shanum


"oh ini Angelina, istri saya"


"Shanaz!! " ucap shanum betapa terkejutnya shanum

__ADS_1


"maaf,aku Angelina" ucapnya dengan tenang


""tapi... aku ya..kiin"ucap shanum ia tak bisa mengontrol emosi nya


"ssst,,... sudah kamu salah orang mungkin dia Angelina bukan Shanaz, benarkan tuan Tomy" ucap Arthur sembari menatap dingin pada Tomy


" iiiyaa.. ini Angelina istriku" ucap Tomy shanum tetap menatap Angelina sembari meyakinkan bahwa ia tak salah


"istri anda nyonya Maura kan? " ucap Arkana


"iiyaa... maaf yang mulia ini istri siri saya"


" apaaaa Shanaz, kenapa jadi begini"ucap shanum dalam hatinya sembari terus menatap Angelina, Angelina sendiri tetap tenang dan terus menggenggam jemari Tommy


tak lama Tomy dan Angelina pun pergi shanum, masih tetap, melihat ke arah Angelina


" dia Shanaz aku yakin itu" ucap shanum lirih bulir air matanya mulai jatuh


"ssst.... sudah. sudah"


"Kamu percayakan kamu juga tau kan dia Shanaz kamu pernah


lihat fotonya kan? iya kan?"


" yaa. aku tau. walupun dia Shanaz ia tak akan jujur di hadapan Tomy" shanum terus meyakinkan dirinya di kejauhan ia melihat Angelina meninggalkan Tommy dan ia berjalan menuju toilet dengan cepat shanum beranjak dari duduknya


"heiii shanum...," Arthur mencoba menahan


"kaa...maaf yang mulia, biarkan dia pergi, di sana aman ada Laras juga" ucap Arkana seraya memberikan kode dengan mata nya ke arah toilet


Shanum berjalan cepat diikuti oleh Laras


"ka bisa tidak ka Laras jaga di depan toilet jangan sampai ada yang masuk" pinta shanum


"baik nona" Laras pun mengikuti perintah shanum, shanum berjalan dengan hati hati bilik toilet terbuka hanya satu yang tertutup shanum menunggu dengan cemas, tak lama kemudian Angelina keluar dari bilik toilet, ia terlihat santai seolah tak terjadi apapun


"apa nona shanum butuh sesuatu?*" tanyanya dengan senyum manisnya, sedangkan shanum hanya diam air matanya telah memenuhi pelupuk matanya


"dek, kenapa jadi begini,kamu Shanaz kan?" tanya shanum


" nona shanum! maaf mungkin nona salah orang saya Angelina putri Maharani" ucapnya


" aku yakin kamu Shanaz, aku ga tau apa yang bikin Kamu berubah seperti ini, memilih lelaki tua menjadi istri siri nya, tolong pulang yaa sama aku, kamu tau Kaka cari kamu kemanapun Kaka sudah nabung banyak untuk kehidupan mu di valas, untuk kuliahmu,Kakan akan berikan apapun itu asal kamu kembali" ucap shanum dengan air mata yang menetes, Angelina hanya menarik nafasnya dalam


"ck, berapa kali sih aku bilang aku bukan Shanaz!!!"


" kamu boleh ga ngaku tapi aku hafal betul adikku sendiri" ucap shanum lirih, Angelina kesal ia pergi meninggalkan shanum namun dengan cepat shanum meraih lengan Angeline


"Shanaz..!"

__ADS_1


"apaaan siih lepaaasss" Shanaz menepis lengan shanum dan mendorongnya hingga shanum terjatuh


"asal kamu tau yaa,Shanaz udah mati, aku Angeline,aku bukan Shanaz lagi,ck siaalll, kenapa aku harus ketemu kamu disini sih semuanya jadi runyam" Angeline mulai emosi


"berarti kamu Shanaz kan"


" duluuuu,itu dulu" ucap Angelina mendekati wajah shanum


"de," shanum ingin membelai wajah Angeline, namun ia segera menepis tangan shanum seolah ia tak ingin di sentuh


" tolong jangan pernah muncul lagi di hadapan aku, aku sudah cukup bahagia dengan kehidupanku sekarang, uang melimpah harta benda aku punya," ucap Angeline seraya berbisik


"aku bosan miskin, tanah peninggalan orang tua banyak tapi kamu serakah tak ingin menjual dan membaginya"


"Buu.. bukan begitu de" ucap shanum ia tak menyangka Shanaz akan berfikir seperti itu


" oouh iyaa, maaf aku terpaksa menggadai tanah kita, karena aku butuh bila tidak dengan cara seperti itu kamu ga akan pernah menjual kan, ini terakhir kalinya kita bicara esok dan seterusnya jangan pernah kenali aku dan memanggilku okee kakak ku shanum" ucapnya sembari meremas pipi shanum


shanum menatap tak percaya akan adik satu satunya itu, air matanya terus jatuh tak tertahan ada rasa rindu dalam hati nya namun ternyata Shanaz membencinya, Shanaz beranjak pergi, namun ia menghentikan langkahnya dan kembali menoleh pada shanum


"ck, siaal, kenapa kamu yg bisa dapatkan putra mahkota, atau jangan jangan tanah itu sudah kamu jual ke kerajaan, licik" ucapnya


" de... kamu salah faham" shanum beranjak ia kembali ingin memeluk Shanaz adiknya itu


" broouughhh" Shanaz mendorong shanum dengan keras


" aaaaahhhh,," pekik shanum, membuat Laras segera menghampiri shanum, Shanaz panik ia berpura-pura memapah shanum


" nona shanum apa anda terluka?"tanya Laras


" nona shanum terkilir mungkin karena Hells nya terlalu tipis" ucap Shanaz dengan senyum nya, shanum terus memandanginya dalam dalam


" tak apa kamu bohong de, setidaknya aku bisa merangkul mu" ucap shanum sembari terdiam hanya bulir air mata yang jatuh


seketika Laras memanggil beberapa pengawal untuk membawa tim medis dan tak lama semuanya menjadi riuh karena insiden itu Arthur pun menghampiri shanum yang berada di toilet tengah terduduk


" shanum!" ucap Arthur ia duduk bersimpuh memegangi pergelangan kaki shanum yang mulai membengkak


" aahhhashhh sakit " pekik shanum


" maaf yang mulia, nona shanum terkilir" ucap Angelina dengan hati hati namun Arthur hanya diam


" yang mulia sebaiknya cepat ditangani ambulance telah menunggu" ucap Leo dengan sigap Arthur membopong tubuh shanum dengan hati hati , shanum hanya diam dalam tangis ia merebahkan kepalanya di dada Arthur


" dia Shanaz" ucap lirih shanum


" yaa aku tau,kita obati dulu kakimu yaa baru kita bicarakan semuanya"


malam itu shanum meninggalkan acara dengan keadaan hati yang hancur ia berharap pertemuan dengan Shanaz akan berakhir bahagia ternyata sebaliknya Shanaz tak ingi kembali dan mengakui shanum sebagai keluarga nya

__ADS_1


__ADS_2