KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
KOV 31


__ADS_3

Arthur berjalan menuju kediaman nya, sesampainya di sana ia terdiam melihat shanum yang tengah gelisah menunggu kedatangannya shanum terus saja berjalan mundar mandir ia sangat khawatir malam itu


"apa keputusan yang tepat aku membawa shanum ke istana, tapi bila aku membiarkan dia di valas kapan saja dia bisa mati terbunuh, hanya dengan cara ini aku bisa melindungi shanum" ucap Arthur dalam hatinya tatkala ia memandangi shanum dari kejauhan.


Arthur berjalan perlahan menghampiri shanum ia langsung memeluk erat shanum ia mendekapnya


" hah.." pekik shanum ia terkejut akan kedatangan Arthur,Arthur tak mengucap sepatah katapun ia hanya diam dan terus mendekap erat shanum


" ada apa, apa situasi nya saat ini sedang tidak baik?"ucap shanum seraya membelai lengan Arthur,Arthur hanya menggelengkan kepalanya


" hemmm, ya sudah kalo kamu tidak mau bercerita, tapi izinkan aku untuk tidur di kediamanku"


" tidak,aku tak mengizinkan, kamu tetap di sini"


"tapi.."


"jangan ada penolakan untuk kali ini saja, tetap di sini hingga aku rasa aman untuk mu kembali ke istana Timur" ucap Arthur seraya mendekap dan mencium lembut bahu shanum


" yasudah aku ikuti" ucap shanum dengan lembut, seraya membelai kepala Arthur dengan lembut


shanum bersiap untuk tidur ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Arthur tercium bau aroma tubuh Arthur yang masih tertinggal di bantal, tiba Arthur masuk mengenakan piyama nya dan membawa segelas susu hangat untuk shanum, shanum tersenyum melihat kebaikan dan perhatian Arthur


"minum susu dulu"


"padahal aku. Bukan balita yang setiap mau tidur harus minum susu" ucap shanum sembari tertawa kecil


"minum susu bukan hanya untuk balita tapi semua usia,ayoo minum selagi masih hangat" ucap Arthur seraya menyuguhkan untuk Shanum


Shanum meminum air susu itu dengan hati hati


" oh ,Arthur apakah aku boleh tanya sesuatu"


" boleh"


"kenapa kamu sangat membenci ratu Elisa dan ayahmu"


" aku tak pernah membenci ayah,aku hanya membenci ratu Elisa"


" kenapa bisa begitu"

__ADS_1


"aku tak mau bahas ini"


" hemmm tapi aku mau membahasnya"


" apa yang kamu dengar dari orang lain tentang ratu Elisa"


" mereka bilang ratu Elisa, seperti kacang lupa kulitnya, dia dulu pelayan istana dan..." shanum tak melanjutkan ucapannya


" dan apa" ucap Arthur dengan wajah penuh penasaran


" dan dia yang dengan liciknya merayu dan.."


" menggoda ayah dan menjadikannya ratu" ,ucap Arthur shanum mengangguk perlahan


"masa kecilku sangat bahagia, ibu,ayah sering menghabiskan waktu di akhir pekan semuanya masih aman terkendali, saat usiaku 9 tahun aku sering melihat ibu menangis dan bertengkar dengan ayah, ayah mulai dingin dengan ibu, ia mulai sibuk dengan statusnya menjadi raja di valuta,karena saat itu kakek jatuh sakit beliau menginginkan ayah menjadi raja, padahal saat itu ayah tak ingin ia lebih suka menjadi putra mahkota dan pada saat itu pula lah, perang akan kekuasaan mulai tercium, adik ayah yang bernama paman James sangat ingin meraih posisi raja ia kesal tatkala ia tak terpilih menggantikan kakek, dan kamu tau saat ini istana dalam keadaan krisis ekonomi ada beberapa dana istana yang hilang lenyap setiap bulannya dan anehnya tak terendus dan tak terlacak kemana uang itu menghilang, dan banyak permainan pajak yang tinggi mengatasnamakan istana," ucap Arthur ia terlihat serius bercerita pada shanum


"heum,kalo boleh tahu ratu terdahulu meninggal karena apa"


"Diracun oleh seseorang, dan istana memanipulasi kematiannya dengan dalih kecelakaan padahal ibuku mati terkapar diracuni di kamar hotel milik istana, hotel yang mempunyai pemandangan indah,dan hotel itu menjadi hotel favorit ibuku" ucap Arthur sedikit menghela nafas panjang


"kamu tahu siapa pelakunya" tanya shanum


"hemmm mulai sekarang jangan sembunyi ini semua tugasmu, kamu putra mahkota aku yakin kamu bisa memimpin istana nantinya" ucap shanum sembari memeluk Arthur, Arthur mengangguk perlahan ia pun makin memeluk erat shanum


" aku bisa, asalkan kamu tetap ada di sampingku shanum"


" yaa, baiklah, apapun yang terjadi aku akan terus mendukung keputusan mu nantinya" ucap shanum


"jadi kapan kita mulai melangsungkan acara pernikahan?" tanya Arthur sembari tersenyum membelai pipi shanum


" haaahaa, aku tidak tahu ini semua seperti mimpi, kadang aku takut, kadang aku merasa yakin aku mampu untuk menjadi pendamping mu, dan kadang khawatiran aku sangat tinggi, bila aku berhadapan dengan orang lain atau petinggi istana aku merasa kecil dan miskih hehehe" ucap shanum sembari tertawa


" ada aku, selagi kamu menuruti perkataan ku kamu tak akan kesulitan di sini"


" iyaa" ucap shanum sembari tertawa


" ah sudah larut malam, ayoo tidur" Arthur menyelimuti tubuh shanum


" kamu tidur di mana" tanya shanum dengan mata membulat

__ADS_1


"ck, disini!!" goda Arthur


" iihh,, jangan, aku tidak mau ada gosip yang merebak di istana aku dan putra mahkota sudah tidur satu kamar"


" haaaa haaa siapa yang berani mengatakan itu, bila ada aku penggal hari itu juga"


" iishhh..."shanum memukul bahu Arthur


"hahaha, aku tidur di luar"


" yasudah"


"kalau membutuhkan sesuatu, panggil aku"


" yaa"


" okee,tidur yaa" ucap Arthur seraya mencium kening,pipi dan mencium lembut bibir shanum, mereka pun berciuman dengan mesra mesra malam itu,shanum melepaskan ciumannya ia terlihat malu-malu


"aku sangat mencintaimu shanum" bisik Arthur


"aku juga,sana keluar sudah. Malam"ucap shanum seraya membelai pipi Arthur


Arthur pun pergi meninggalkan shanum ia merebahkan tubuhnya di sofa empuk di bawah bantal ia selalu siaga dengan senjata apinya ia melakukan itu hanya a untuk berjaga agar shanum merasa aman


Arthur mulai memejamkan matanya


" Leo, aku tahu kamu di sana" ucap Arthur sembari memejamkan matanya


" maaf yang mulia saya hanya berjaga karena yang mulia tidak berada di kamar"


"sudah dapat info dari keluarga mana pelayan itu berasal"


"ia masuk lewat jalur penerimaan pegawai istana bulan lalu kedu orang tuanya meninggal, namun aku menemukan ini di dalam kediamannya terdahulu" ucap Leo seraya berjalan mendekati Arthur ia menyodorkan satu lembar foto tua yang di dalamnya ada beberapa orang yang terlihat masih belia


" inii paman James kan?"


"iyaa yang mulia kemungkinan pelayan atau orang tua pelayan itu kenal dengan paman James"


"bila benar semua ini ulah paman James kita tak boleh berlama lama untuk diam kita harus bertindak walaupun bukti belum cukup kuat pelakunya adalah paman James" ucap Arthur

__ADS_1


ia terus memikirkan apakah benar dalang di balik semua ini adalah paman James bila benar mungkin semua masalah di istana ini adalah ulah nya. yang sangat haus kan kekuasaan dan harta istana.


__ADS_2