KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
Draft


__ADS_3

Semakin hari keadaan raja Theodore semakin membaik, namun ia masih harus tetap di dalam kediamannya. Siang itu Arthur dan shanum berjalan menuju istana pusat untuk menemui ibu suri. Di tengah perjalanan nya Arthur menghentikan langkah kakinya tatapan berubah menjadi penuh dendam dan memburu shanum melihat ke arah pandangan Arthur ia melihat pria dengan tinggi hampir 180 dengan perawakan sedikit besar dan berambut panjang ia terlihat tenang menghampiri Arthur


"untuk apa kamu datang ke istana ini siapa yang mengizinkan mu untuk masuk!!" ucap Arthur dengan lantang, namun ia hanya tersenyum sembari menahan tawa


"hahahaha..hahahaha Arthur keponakan ku yang tampan dan pemberani waaahh menakutkan sekali, ohh apa aku harus izin terlebih dahulu untuk mengunjungi ibu dan kakakku?" ucap nya dengan senyum yang terlihat penuh ejekan pada Arthur


Arthur mengepalkan tangannya,terlihat amarah yang memuncak dari raut wajahnya shanum segera menggenggam jemari Arthur seraya menenangkan Arthur.


" siapa dia" ucap shanum dalam hatinya, pria paruh baya itupun berjalan mendekati shanum. Shanum terlihat tidak ia sedikit tidak nyaman ia bersembunyi di balik tubuh Arthur tatkala mata shanum dan pria itu beradu


Ia mendekati shanum lalu tersenyum pada shanum


" halo nona, bolehkah aku berkenalan denganmu" ucapnya dengan senyum menyeringai, Arthur terlihat enggan melihat pria paruh baya itu mendekati shanum


Ia meraih tangan shanum dan menggenggam nya sembari tersenyum


" halo tuan perkenalkan namaku shanum" ucap shanum dengan terbata bata


" nama yang indah, dan sesuai dengan wajahmu yang cantik dan lembut"ucap pria paruh baya tersebut, shanum hanya terdiam tertunduk dengan cepat shanum menarik lengannya kembali


"aku Paman James mungkin kamu belum mengenalku tetapi aku sudah mengenalmu Dan aku sudah tahu tentang kabar itu walaupun keponakanku yang tampan dan pemberani ini tak memberitahukannya kepadaku salam kenal nona shanum"ucapnya dengan senyuman yang terukir di bibirnya


"sudah cukup perkenalannya kau boleh menemui ibu suri asal jangan membuat kekacauan"ucap Arthur dengan tatapan memburu kepada James

__ADS_1


"hahaha hahaha"ia hanya tertawa sambil berlalu menepuk bahu Arthur


terlihat roman kesal pada wajah Arthur namun dia tak kuasa untuk melawan karena ia belum menemukan bukti apapun saat ini dia sangat mencurigai Paman James dalam dibalik semua kekacauan di istana ini


"Arthur, apa benar dia pamanmu mengapa sangat berbeda dengan yang mulia raja"titip shanum ya terus menatap James yang jalan mulai menjauh dari Arthur dan shanum


"ya dia adalah anak tertua tetapi sayangnya tahta kerajaan tidak jatuh ke tangannya dia pernah membuat kekacauan di istana hingga membuat ibu suri jatuh sakit di masa pemerintahan ayahanda yang pertama yang membuat kekacauan yang sangat besar dia membakar sebagian istana pusat karena merasa sakit hati dan dia juga membawa barang berharga peninggalan raja terdahulu untuk dia lelang"


"lalu apa ibu suri tidak menghukum atau memenjarakannya?"


"ya ibu suri hanya memberikan sanksi yang ringan untuknya ia diasingkan ke desa terpencil tanpa pengawalan tanpa siapapun yang mendampinginya dia benar-benar diasingkan"


"tapi bila boleh jujur tubuhnya seperti tidak asing ah mungkin ini hanya perasaanku saja kenapa postur pria itu mirip seperti lelaki yang selama ini menganiaya ku mirip seperti orang yang sudah membunuh ayah ibuku dan orang yang terakhir memukuliku di rumah"ucap shanum dalam hatinya ia terus memikirkan itu.


"dia masih melajang dan yang aku ketahui Dia mempunyai bisnis perjudian yang sangat besar ada beberapa klub malam dan Kasino di valuta ini miliknya sedangkan kamu tahu valuta ini kota berkembang kerajaan tidak mungkin semena-mena menutup Kasino atau klub malam karena ya mereka membayar pajak cukup tinggi untuk kerajaan"ucap Arthur, shanum mengangguk mengerti


"sudahlah tidak seharusnya kamu tahu ayo kamu ingin bertemu raja theodore, kan? hari ini aku ingin menemui ayah"ucap Arthur dia lalu menggenggam lengan shanum dan membawanya ke kediaman raja Theodore


Sesampainya di kediaman raja theodor di sana ia bertemu dengan ratu Elisa dan Arkana yang sedang menikmati teh di sore hari Arthur dan Shanum mengucapkan salam lalu meminta izin untuk bertemu dengan raja theodor tatapan ratu Elisa masih dingin seperti biasa pada shanum sedangkan Arkana ia hanya tersenyum manis pada shanum


"selamat pagi ibu ratu" ucap Arthur tanpa ekspresi


"pagi,aku tahu kamu ingin berbincang dengan ayahmu, ayo Arkana" ucap ratu Elisa seraya bangun dari duduknya dan mengajak Arkana untuk pergi meninggalkan istana, Arkana hanya tersenyum ketika melewati Arthur.

__ADS_1


" ayo" Arthur kembali menggenggam jemari shanum lalu mereka masuk ke dalam kamar raja Theodore, dilihatnya raja Theodore sedang duduk sembari memandang ke luar jendela menikmati secangkir teh hangat


"selamat pagi yang mulia raja" ucap Arthur dan shanum raja Theodore membalikkan tubuhnya


" pagi, Arthur, shanum" ucapnya sembari tersenyum,shanum tertegun melihat senyum raja Theodore yang jarang sekali ia lihat


Raja Theodore pun mempersilahkan Arthur dan shanum untuk duduk bersama


"bagaimana dengan persiapan pernikahan kalian??" tanya raja Theodore shanum terkejut ia pikir raja Theodore tak pernah menginginkan pernikahan ini di laksanakan


" persiapan baru 50 persen ayah,"


" heum, sebaiknya undang seluruh petinggi,di valuta dan valas. Karena shanum berasal dari valas"


"maaf yang mulia, apakah ini tidak menjadi masalah besar" ucap shanum terbata bata


" kemarin konfrensi pers maaf bila itu tidak sesuai keinginan mu, aku sudah mengatakan pada gubernur valas untuk menjadi wali mu dan mengatakan kamu anak dari gubernur valas, haaaah...ini aku lakukan karena aku tak ingin ada kecemburuan sosial di rakyat ku"


"ini yang bikin gue kesel kenapa harus bohong, yaa memang gubernur valas tak memiliki anak perempuan tapi pasti lambat laun orang akan tahu" ucap shanum dalam hatinya


" kamu hanya perlu diam dan tetap di istana,pasti semua akan baik baik saja" ucap raja Theodore pada shanum


Shanum terlihat sangat gelisah, ia tak tahu mengapa bisa seperti ini,ia hanya ingin menemukan Shanaz dan membawa pulang tetapi semua menjadi kacau dan shanum pun harus ikut terseret dalam keadaan di istana ia tahu ia mencintai Arthur namun dalam hati kecilnya bukan hal seperti ini yg ia inginkan.

__ADS_1


__ADS_2