KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
KOV 36


__ADS_3

Dua hari berlalu,Arthur belum juga kembali dari tugas luar kerajaan, shanum yang selalu di sibukkan dengan pelajaran tata Krama kerajaan, ia pun kadang sedikit lupa akan kepergian Arthur karena semakin hari semakin banyak tugas yang diberikan oleh ratu Elisa


"nona, hari ini bersiap untuk kebugaran, dan renang" ucap Laras


" haaaah, tidakkah ada jeda istirahat untukku ka Laras" ucap shanum


" maaf nona ini perintah ibu ratu" ucap Laras menegaskan


Sementara itu ratu Elisa dan ibu suri tengah duduk berdua sembari menikmati teh, dan berbincang seputar kerajaan


" beberapa hari lalu,James datang menemui ku" ucap ibu suri, ratu Elisa sedikit terkejut bagaimana mungkin seorang penghianat bisa leluasa masuk ke dalam istana


"apakah Theodore tahu akan kedatangan James?" tanya ibu suri


" tidak, Bu suri, James tidak menemui yang mulia raja"


" baguslah"


"maaf , mengapa ibu suri mengizinkan James masuk istana " ucap ratu Elisa sedikit menahan kesal


"dia masih putraku" ucap ibu suri sedikit menekan


" maaf" ratu Elisa terdiam


"dia hanya rindu pada perempuan renta ini, dia tak mengatakan apapun tentang istana dia hanya bercerita tentang perkebunan nya di tempat pengasingan" ucap ibu suri sembari menarik nafasnya dalam-dalam


"dia pun bertemu Arthur, dan shanum" ucap ibu suri kembali


"a..apaa, mengapa shanum tak memberitahukannya kepadaku"


" dia mungkin sudah cukup lelah dengan tugas yang kamu berikan itu, sebaiknya kamu beri kelonggaran sedikit kepada Shanum"


"maaf ibu suri, tetapi waktu shanum dan Arthur menuju pernikahan hanya tinggal menghitung bulan saja, saya hanya ingin setelah menikah shanum telah menguasai semuanya"


" haaah terserah kamu saja aku tak ingin terjadi sesuatu pada shanum"


" ma.. maksud ibu suri"


" ada hal yang tidak perlu kau ketahui Elisa, cukup dampingi Theodore saja, dan aku memintamu jangan terlalu membenci shanum, hah, aku sudah lelah,aku mau istirahat " ucap ibu suri seraya bangun dari tempat duduknya, ratu Elisa bangun dan merunduk memberikan hormat.


"bisa bisanya informasi penting shanum tutup mulut, dan James gila itu untuk apa dia datang ke istana mustahil hanya berbincang dan melepaskan rindu" ucap ratu Elisa


Pukul 19.00 shanum meminta izin ingin pergi keluar istana pada raja Theodore dan tak di sangka raja Theodore mengizinkan nya asalkan shanum di jaga ketat oleh pengawal pribadi.shanum dan beberapa pengawal pun pergi meninggalkan istana


" kenapa yang mulia izinkan" ucap ratu Elisa dengan wajah tak suka


"kasihan dia, Arthur pergi selama beberapa hari ia pasti sangat kesepian, belum tentu,aku dan kamu bisa menemani nya"


" apa yang mulia mulai menyukai shanum dan menerima keberadaan shanum" tanya ratu Elisa


"aku semakin tua aku tak ingin restuku menghambat pernikahan dan kebahagiaan Arthur"ucap raja theodore sembari menatap keluar jendela melihat kendaraan shanum keluar meninggalkan istana.

__ADS_1


Di perjalanan shanum terlihat sangat bahagia ia melihat suasana malam yang gemerlap di valuta,


" nona, apa ada tempat yang ingin anda kunjungi"


"ahh aku ingin makan waffle, ingin minum cappuccino dingin, makan ayam goreng dan kentang di pinggiran sungai atau di taman kota" ucap shanum dengan antusias nya


" tapi nona, itu semua harus di lakukan tes terlebih dahulu untuk keselamatan nona" ucap Laras


"tak bisakah aku seperti mereka" ucap shanum sembari menunjuk orang yang berlalu lalang di gemerlap nya malam di kota valuta.


" maaf nona, tidak bisa"


" ayolah ka Laras kita beli baju lalu kita menyamar menjadi rakyat valuta biasa okee ayolah, toh raja Theodore sudah memberikan izin untukku malam ini" rengek shanum


Laras terdiam ia beradu pandang dengan supir kerajaan


"baiklah"


"yeeaaayyy makasih ka Laras" shanum memeluk Laras dengan erat dan bahagia, Laras mengeluarkan alat komunikasi nya dan memberikan komando kepada beberapa pengawal yang ikut malam itu


"awasi nona dari kejauhan jangan mencolok dan diketahui khalayak ramai nona shanum ingin seperti rakyat valuta yang lain dan akan berbaur" ucap Laras dengan tegas


"baik kapten Laras"


Mobil yang di tumpangi shanum pun masuk ke toko busana sebelumnya Laras sudah mengatakan kepada pemilik toko bahwa ia dari kerajaan, shanum memilih pakaian yang biasa yg tak mencolok, ia mengubah gaya rambutnya menjadi gadis desa dan memakai kacamata


begitu pula dengan Laras ia pun berganti pakaian


" ayo ka,," shanum menarik lengan Laras ia sibuk membeli jajanan yang ia suka Laras hanya tersenyum melihat tingkah shanum


"ayooo ka,beli itu ka" shanum menunjukkan jajanan yang belum ia coba


" nona hati- hati disini sangat ramai" ucap Laras


Tiba tiba...BRUUUKK....shanum menabrak seseorang


"maaf..maaf tuan" ucap shanum, seketika street food market itupun hening


" ehh.. Kok,. Ehh lihat itu" semua saling berbisik


"belum puas jajannya?"


" haaah" shanum terkejut ia perlahan mendongakkan kepalanya


"aaaa...Arthur" ucap shanum terbata bata


"duh..." Laras mengusap wajahnya ia tak menyangka Arthur ada di street food market malam itu.


"mau jajan apalagi" ucap Arthur sembari melepaskan kacamata shanum membuka ikatan di kedua rambut shanum


" apalagi yang kamu ingin coba di valuta ini" ucap Arthur, sembari memakaikan jaket ke tubuh shanum

__ADS_1


"malam ini cuacanya cukup dingin, bisa bisanya kamu pakai baju tipis" ucap Arthur tanpa ekspresi


" whoooaa itu nona shanum dan putra mahkota semua orang berkumpul untuk mendapatkan moment itu dengan kamera ponselnya, pengawal mulai merapat kan barisan untuk menjaga Arthur dan shanum


" aku jenuh, aku ingin sedikit bebas" ucap shanum sembari memanyunkan bibirnya


" haaah, ayo ikut aku" Arthur menggandengnya dengan erat meninggalkan keramaian ia menemani shanum namun rasanya sedikit berbeda Arthur menyadari shanum hanya diam


" kenapa? "


" tidak, hanya saja, mereka semua yang berjualan disini menjadi takut, canggung dan berhati-hati ketika aku dan kamu ada disini padahal tadi mereka bisa saja melayaniku dengan ramah dan senyum tapi kini mereka sepertinya berhati-hati"


"maaf aku mengacaukan kesenangan mu malam ini, aku hanya khawatir"


"ck, yasudah tak apa, ayo kita kembali ke istana" ucap shanum dengan cepat Arthur menarik dan memeluk pinggang shanum


" kyaaa...." pekik shanum


" Merry sampaikan pada ayah aku dan shanum tak kembali ke istana"


"baik yang mulia" ucap Merry seraya tersenyum


" eh,aa..Arthur kita mau kemana" shanum mulai panik


"ssst,diam saja, memang nya kamu tidak rindu padaku??"


"ya...yaaa..yaaa rindu sih" ucap shanum wajahnya memerah, Arthur tersenyum gemas melihat shanum yang malu-malu


Kendaraan istana meninggalkan street food market shanum masih bertanya dalam hatinya kemanakah Arthur akan membawanya pergi, lalu tibalah di hotel bintang lima yang mewah dan megah


"Arthur, kenapa kita kesini"


"ayolah"ucap Arthur ia menarik lengan shanum lalu sampai lah ia di kamar hotel Paling mewah


shanum masuk perlahan semua barang mewah menghiasai sudut ruangan ia berjalan ia mendekati jendela yang terbuka lebar


" whoooaaa,... Indah bangeett" ucap shanum ia bisa melihat seluruh kota valuta dari tempat ia berada dengan gemerlap lampu yang menghiasi kota valuta seperti bertabur bintang-bintang sungguh sangat indah.


Sementara itu di luar kamar hotel Leo perusahaan dari ujung kaki sampai ujung kepala saya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


"buang fikiran kotor mu itu, kalau tidak mau ada proyektil bersarang di kepalamu" ketus Laras


" heumph... Heumph...aku hanya tak percaya, kamu bisa menjadi seorang wanita" ucap Leo sembari menahan tawa, Laras terlihat tak nyaman saat itu ia mengenakan rok dan kemeja terlihat sangat cantik dan feminim


Leo berjalan mendekati Laras, ia membuka jas miliknya lalu mengikat nya di pinggang Laras


" aah...apa apaan sih" Laras sedikit menolak , namun Leo tak peduli ia tetap mengikatkannya


"sudah, begini lebih baik" ucap Leo sembari menatap ke arah rok yang di pakai Laras


"makasih" ucap Laras lirih, wajahnya memerah

__ADS_1


Leo kembali mendekati wajah Laras sembari berbisik ke telinga Laras


" kamu malam ini cantik, tapi rok itu terlalu pendek," bisik Leo, wajah Laras semakin memerah, Leo hanya tersenyum nakal pada Laras seolah terus menggoda Laras dengan senyum dan pandangan nya.


__ADS_2